Pagani Tidak Tertarik Bangun Hypercar Listrik

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 30 November 2023
Pagani Tidak Tertarik Bangun Hypercar Listrik
Pagani tetap ingin mengembangkan mesin pembakaran murni. (Pagani)

PAGANI membuat gebrakan dengan merilis versi roadster dari hypercar Imola, sekaligus menggelar peluncuran Utopia di Asia Pasifik. Acara tersebut dihadiri oleh pendiri Pagani, Horacio Pagani, dan putranya, Christopher, yang bersama-sama menjawab pertanyaan dari media.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, keduanya menyatakan bahwa hypercar listrik dari Pagani tidak akan segera hadir. Karena perusahaan ini masih berkomitmen pada penggunaan mesin konvensional, seperti dimuat pada laman Motor1, Rabu (29/11).

Imola Roadster menjadi perhatian utama berkat penggunaan serat karbon yang membuatnya kendaraan ini hanya memiliki bobot 1.259 kg sebelum menambahkan semua cairan yang diperlukan oleh mobil itu.

Baca Juga:

Lego Speed Champions akan Rilis Pagani

Pagani khawatirkan bobot mobil listrik yang sangat berat. (Pagani)

Meski beratnya berada di liga supermini, hypercar ini tetap sangat kuat dengan mesin V12 yang disematkan di bawah kap mesin. Horacio Pagani, pendiri perusahaan, menekankan bahwa keunggulan utama Pagani selalu terletak pada bobot ringan kendaraannya.

Menurutnya, beralih ke powertrain listrik berpotensi menambah bobot dan melemahkan performa keseluruhan kendaraan. "Ini sangat berbeda sehingga Anda akan kehilangan sedikit kesenangan," kata Horacio.

Sebelumnya terdapat informasi bahwa Pagani telah menghentikan upaya penelitian mobil listrik pada tahun 2018. Meskipun Horacio mengonfirmasi bahwa perusahaan akan terus berinvestasi dalam teknologi listrik. Namun, merilis hypercar listrik sepertinya masih jauh di masa depan.

Baca Juga:

Mobil Baru Pagani Hadir dengan Tenaga Capai 852 DK

Pagani tetap waspada terhadap perkembangan pabrikan Tiongkok. (Pagani)

Pada peluncuran Utopia Asia-Pasifik di Hong Kong, Horacio memberikan pandangannya tentang industri otomotif secara global. Dia berbicara tentang industri mobil listrik di Tiongkok, menyatakan bahwa harga mobil Tiongkok lebih terjangkau dibandingkan merek Eropa.

Menurutnya, produsen mobil Eropa harus memberikan perhatian khusus dan berusaha keras untuk tetap bersaing di pasar ini. Tiongkok, dengan pasar mobil listrik terbesar di dunia, menawarkan banyak peluang bagi merek Tiongkok untuk berkembang dalam segmen mobil listrik dengan produk dan harga yang kompetitif.

Namun, sejumlah merek Eropa telah mulai bergerak ke arah elektrifikasi kendaraan, seperti Ferrari, Lamborghini, bahkan Bugatti. Misal, Ferrari dengan SF90 yang berjalan dengan tenaga penggerak hibrida. Kemudian Bugatti yang terus mengembangkan kendaraan listrik melalui merek Rimac. (waf)

Baca Juga:

Pagani Huayra Codalunga hanya Tersedia 5 Unit

#Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Bagikan