Pada Hari Bahagia, Makna Siger Pengantin Sunda Bukan hanya Membuat Cantik

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 08 Desember 2023
Pada Hari Bahagia, Makna Siger Pengantin Sunda Bukan hanya Membuat Cantik
Pakaian pengantin Sunda Priangan yang meliputi Pakaian Siger, perempuan Sunda biasanya terlihat sangat cantik dengan untaian bunga melati. (Instagram@guginugraha)

BUDAYA Indonesia telah dikenal dengan baik oleh mata dunia. Dengan banyak suku dan pulau yang tersebar ikut berpengaruh terhadap busana pernikahan dengan ciri dan khas pada setiap daerahnya. Salah satunya adalah pernikahan di Jawa Barat yang memakai siger pengantin Sunda.

Dalam busana pengantin adat Sunda, siger menjadi daya tarik sendiri bagi mempelai wanita. Tidak hanya sekadar untuk penampilan saja, mahkota siger pengantin Sunda ini juga membuat kecantikan pengantin perempuan akan semakin bertambah.

Baca Juga:

Ekspose Arsip Olahraga Arsip Nasional Buka Peluang Penelitian Sejarah Keolahragaan

siger
Siger Sunda yang dipakai pada kepala pengantin perempuan mempunyai sebuah harapan terhadap rasa hormat, kearifan dan kebijaksanaan dalam suatu pernikahan. (Instagram@thebridestory)

Menurut Sumarni Suhendi maestro perias pengantin di Bandung menjelaskan bahwa siger merupakan hiasan kepala berbentuk seperti mahkota yang biasa dipakai oleh perempuan Sunda saat akan menikah dengan mempunyai arti yang khusus. Siger ini merupakan mahkota yang dibuat dari dasar logam dengan mempunyai berat sekitar 1.5 hingga 2 kg.

"Siger Sunda yang dipakai pada kepala pengantin perempuan mempunyai sebuah harapan terhadap rasa hormat, kearifan dan kebijaksanaan dalam suatu pernikahan. Ini yang harus dijadikan sebagai prioritas dan harus dijunjung tinggi," jelas yang biasa dipanggil Bu Sum ini.

Siger merupakan simbol bagi istri dengan harapan terhadap hal-hal tersebut. Dahulu perempuan yang mengenakan siger pengantin Sunda ini merupakan keturunan menak (bangsawan/ningrat). Ini karena siger menjadi mahkota yang hanya anggota atau keturunan kerajaan yang dapat menggunakanya.

Pada pakaian pernikahan di dalamnya banyak terkandung makna. Seperti pada dasarnya penggunaan siger ini hampir sama bentuknya seperti mahkota raja yang berarti pengantin akan menjadi raja dan ratu sehari.

Dalam pakaian pengantin Sunda Priangan yang meliputi Pakaian Siger, perempuan Sunda biasanya terlihat sangat cantik dengan untaian bunga melati dari sanggulnya kemudian jatuh ke bahunya hingga ke dada.

Baca Juga:

Memaknai Filosofi Batik Merak Menari dari Tasikmalaya

siger
Bagi kamu yang mengenakan hijab, masih bisa mengenakan siger namun sebaiknya harus diperhatikan Siger yang dipakai sama dengan warna hijab. (Instagram@griyaaristy)

Makna Mahkota Siger

Pada pengantin perempuan, penggunaan Mahkota Siger pengantin Sunda ini tidak mempunyai arti sebagai lambang dan status yang sakral. Hiasan kepala tersebut merupakan persamaan dari yang biasa digunakan oleh Raja dan Ratu tanah Pasundan dahulu.

Pernikahan dengan menggunakan konsep Sunda dengan Siger dan riasannya yang cantik tidak hanya akan membuat perempuan terlihat menawan di hari pernikahan , tapi juga mempunyai banyak artinya.

Berikut penjelasan mengenai mahkota siger pengantin Sunda dan bagian-bagian lainnya dengan makna yang terkandung di dalamnya:

Mahkota Siger

Dalam adat Sunda, mahkota pengantin wanita ini disebut dengan Siger. Berat Siger bisa antara 1,5 hingga 2 kg yang terbuat dari campuran logam.

Siger pada adat Sunda melambangkan kesempurnaan dari perempuan Sunda yang terinspirasi dari tokoh Subardha dan Srikandi yang mempunyai sifat pemberani, anggun, cantik, dan disukai oleh rakyatnya.

Siger pengantin Sunda dengan bentuknya yang menyerupai segitiga ke atas melambangkan bahwa kita semua akan tetap kembali kepada yang di atas dan hidup harus memuncak. Pada riasan adat siger Sunda ini tidak hanya menggunakan sigernya itu sendiri, namun juga pada sanggulnya diberi dengan hiasan-hiasan seperti kembang tanjung dan yang lainnya.

Kembang Tanjung

Pada bagian belakang mahkota siger, terdapat kembang tanjung yang merupakan riasan berbentuk pola seperti hati. Kembang tanjung terdiri dari susunan enam pasang kembang tanjung yang disematkan. Hal ini memberi arti akan kesetian dari mempelai perempuan kepada pasangannya.

Kembang Goyang

Kembang goyang ini dipasang di atas sanggul yang dibuat dari logam bermata batu-batuan yang terdiri dari tujuh kembang goyang. Kembang goyang ini mempunyai arti rezeki dan sari-sari kebaikan untuk kedua mempelai.

Dari tujuh kembang goyang tersebut, lima diantaranya akan disematkan mengarah ke depan. Sementara dua lainnya mengarah ke belakang. Hal ini mengisyaratkan akan kecantikan perempuan harus terlihat dari arah depan atau dari belakang.

Untaian bunga

Ronce merupakan untaian bunga pada Siger pengantin Sunda yang melambangkan kemurnian dan kesucian dari pihak perempuan.

Untaian bunga ini terdiri dari dari mangle pasung, mangle susun, mangle sisir, mayang sari, dan panetep yang panjangnya berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. Mangle ini biasanya disusun dengan memakai bunga melati, kamboja, tanjung, atau sedap malam.

Enam hiasan kembang tanjung ini dipasang di belakang sanggul, yang memiliki arti kesetiaan dari istri terhadap suami yang akan menjadi imamnya kelak. Untain bunga pada siger pengantin Sunda ini terdiri dari:

- Untaian bunga pendek yang dipasang di belakang telinga sebelah kiri disebut mayang sari, yang memiliki arti spiritual dengan mempunyai harapan agar dalam rumah tangga tidak ada perselisihan.

- Untaian bunga yang memanjang di belakang telinga sebelah kanan disebut mangle susun yang diartikan telah disusunnya dengan rapi rencana pekerjaan rumah tangga.

- Ronce bawang sebungkul merupakan satu rangkaian bunga panjang yang disematkan pada bagian belakang telinga kanan dan kiri pengantin. Arti panjangnya ronce bawang sebungkul yang dipasang ini, sama panjang menggambarkan keseimbangan dalam hidup.

- Hiasan bunga berbentuk bintang yang dipasang di bagian kanan dan kiri sanggul disebut mangle sisir bintang yang mempunyai arti simbol harapan seperti indahnya malam yang bercahaya di tengah kegelapan malam.
- Mangle pasung merupakan hiasan yang berjumlah lima atau tujuh buah yang dikenakan di sekeliling sanggul di bagian atas. Mangle pasung ini berbentuk setengah lingkaran.

- Mangle pasung dipasang di sekeliling sanggul dengan dasar berupa pinti yang menyerupai bando. Pinti ini diartikan sebagai simbol kesucian dari seorang gadis.

Pada bagian tengah disematkan panetep bunga yang berbentuk bulat yang menggambarkan ketepatan dalam memutuskan suatu hal. Untaian yang berbentuk lebar seperti jala disebut tutup sanggul rambang melati. Makna dari tutup sanggul rambang melati adalah arti jika seorang perempuan untuk masa depannya harus bisa menabung dengan baik. (dgs)

Baca Juga:

Penerapan Indikasi Geografis dan AI Jadi Tantangan Pelestarian Motif Batik di Indonesia

#Desember Sebangsa Bahagia #Budaya #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love
Bagikan