Pabrik Trey yang Sebabkan Tujuh Orang Meninggal Ternyata Ilegal  Polisi lakukan olah TKP di pabrik Trey ilegal (MP/Mauritz)

MerahPutih.com - Tempat pembuatan trey (kardus tempat telur) milik Abak Marta Wijaya (55) yang beralamat Kampung Margamekar RT 05 RW 01, Desa Keamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor, yang memakan korban tujuh orang tewas, ternyata belum memiliki izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus berdasarkan keterangan dari aparat desa dan kecamatan setempat.

"Berdasarkan keterangan dari aparat desa dan kecamatan, industri tersebut belum memiliki izin lingkungan hidup dan industri," kata Yusri Yunus, Minggu (1/10).

Polisi saat ini sedang memeriksa saksi-saksi serta pemilik usaha tersebut. Selain itu pihak Polres Bogor juga telah meminta tim Puslabfor bagian Tlxiologi untuk melakukan olah TKP.

"Pemiliknya sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan polisi," kata Kombes Yusri Yunus.

Diketahui, tujuh orang meninggal dunia diduga keracunan limbah gas trey. Awalnya, korban bernama Iwan (35) akan menguras bak pembuangan limbah kardus yang dalamnya sekitar empat meter.

Tetapi sekitar 2 menit korban terlihat pingsan di dalam bak pengolahan.

Kemudian seorang warga setempat bernama Ahmad Holil (19) meminta pertolongan kepada warga sekitar dan dilakukan pertolongan kepada korban, akan tetapi warga yang akan memberikan pertolongan ikut pingsan dan terjatuh kedalam bak sehingga terjadi kepanikan kemudian korban meninggal didalam bak penampungan.

Tujuh jenazah korban keracunan tersebut dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta untuk diotopsi.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik lainnya dari Jawa Barat dalam artikel: Polisi Bongkar Produksi “Nata De Coco" Dicampur Zat Pupuk Urea



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH