PA 212 Duga Teror Rumah Slamet Ma'arif untuk Takuti Peserta Aksi Geruduk Istana Slamet Ma'arif mendatangi Mapolresta Solo, Kamis (7/2). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menduga pelemparan batu di rumah ketua umum mereka Slamet Maarif, berkaitan dengan akan digelarnya Aksi 212 bertajuk 'Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI' yang bakal digelar di Istana Negara, pada Jumat (21/2/) mendatang.

"Dugaan kuat adalah berhubungan dengan agenda aksi 212 lawan koruptor," kata Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin, kepada wartawan, Rabu (19/2).

Baca Juga:

Teror Selasa Dini Hari, Rumah Ketum PA 212 Hancur Ditimpuki Batu!

Menurut Novel, teror tersebut bertujuan untuk menakuti masyarakat agar tidak ikut dalam aksi yang digawangi oleh Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) dan PA 212 itu.

"Tujuan teror tersebut adalah untuk memberikan rasa takut kepada masyarakat agar tidak turun aksi 212 pada Jumat 21-2-2020 di depan Istana melawan koruptor," ujar tokoh FPI itu.

Ketua PA 212 Slamet Ma'arif bersama kuasa hukumnya saat mendatangi Mapolresta Solo (MP/Ismail)

"Dan pastinya para koruptor dan para pendukung koruptor panik, padahal berbagai upaya dilakukan untuk menenggelamkan isu mega korupsi ini dengan isu yang jelas dibuat buat secara TSM (terstruktur, sistematis dan massif) selama ini namun kami justru lebih menggalakan lagi isu korupsi," jelas Novel.

Sebelumnya diberitakan, Rumah Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat dilempari batu oleh orang tak dikenal pada Selasa (18/2). Slamet mengungkapkan, pelemparan itu terjadi dua kali, yakni pada pukul 03.10 WIB dan pukul 05.00 WIB dini hari.

Baca Juga:

PA 212 Sebut Pembangunan Terowongan Katedral dengan Istiqlal Mubazir

Adapun, lemparan batu itu mengenai kaca jendela ruangan yang dijadikan sebagai musala. Saat kejadian itu, hanya ada istri dan 2 anaknya di dalam rumah. Slamet menyebut, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Slamet menduga, teror berupa pelemparan batu itu berkaitan dengan rencana Aksi 212 'Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH