PA 212 Cs "Mendadak" Bela Pancasila, Ini Tanggapan Organisasi Sayap PDIP Aksi Persaudaraan Alumni (PA) 212 di pintu gerbang utama gedung DPR RI, di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Ada berkah baru di tengah perdebatan RUU Haluan Ideologi Pancasila. Kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai pro-negara teokrasi, kini berubah menjadi pendukung Pancasila.

Hal itu semakin menguatkan bukti Pancasila menjadi pemersatu bangsa. Demikian disampaikan Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Zuhairi Misrawi.

Baca Juga:

Pembakaran Bendera PDIP Picu Konflik Anak Buah Megawati dengan PA 212

"Kami merasa bangga dan bersyukur, bahwa pada akhirnya mereka yang selama ini selalu menggaungkan ideologi khilafah dan negara pro-teokrasi, yang secara terbuka menyatakan berseberangan dengan Pancasila, mereka justru semakin lantang menjadi 'juru bicara Pancasila' di ruang publik," kata kata ketua organisasi sayap PDIP tersebut dalam keterangannya, Senin (6/7).

Teokrasi adalah di mana negara menganggap bahwa konstitusi, ideologi serta peraturan lainnya ialah berdasarkan nilai-nilai keagamaan.

Salah satu contohnya adalah Arab Saudi yang merupakan negara monarki absolut dan ideologinya menggunakan nilai-nilai ajaran agama Islam.

Belakangan ini, sejumlah kelompok seperti Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan bekas ormas Front Pembela Islam (FPI) memang kerap turun ke jalan bersuara tentang Pancasila dalam polemik RUU HIP.

Gus Mis, sapaan akrab Zuhairi Misrawi melihat perubahan ide dari yang mendukung teokrasi, yang jelas bertentangan dengan Pancasila, dan kini malah mempromosikan Pancasila.

"Hal ini merupakan berkah Tuhan pada negeri ini, sehingga tugas kita selanjutnya adalah membumikan Pancasila agar dapat mewarnai seluruh kehidupan berbangasa dan bernegara," kata Gus Mis, lulusan Al Azhar Kairo itu.

Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Zuhairi Misrawi. (ANTARA/HO-Dok Pribadi)
Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Zuhairi Misrawi. (ANTARA/HO-Dok Pribadi)

Baginya, rakyat harus optimistis bahwa Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa yang akan membawa negeri ini pada kemajuan dan kesejahteraan.

"Selama kita berpijak pada Pancasila, kita akan mempunyai masa depan yang cerah dalam mewujudkan Trisakti Bung Karno, yaitu kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," ucapnya.

Sementara PDI Perjuangan sendiri, lanjut Gus Mis, merupakan Partai yang selama ini terdepan dalam mengukuhkan dan membumikan Pancasila, sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Setiap kader Partai mempunyai latar belakang dari berbagai agama, suku, dan bahasa, dan berada dalam satu rampak barisan untuk menjadikan Pancasila sebagai titik-temu dan kekuatan bersama dalam membangun negeri ini.

"Sebab itu, nasionalisme para kader yang menginspirasi perjalanan negeri ini sangat kokoh karena bersumber dari keyakinan dan pemahaman yang utuh terhadap Pancasila," kata Gus Mis.

Baca Juga:

Ini Kekhawatiran Polisi Soal PA 212 Cs Gelar Apel Siaga "Ganyang Komunis"

Gus Mis menyayangkan adanya pihak-pihak yang masih cenderung memainkan kartu politik, khususnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat (PD) dalam perdebatan mutakhir.

"Kita sejatinya mempunyai kearifan dan kebijaksanaan dalam berdemokrasi, bahwa di tengah pandemi ini kita membutuhkan gotong-royong dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga kita mampu bangkit dan fokus pada upaya memajukan negeri," pungkas Gus Mis.

"Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam tindakan politik kita di tengah pandemi," harap dia. (Knu)

Baca Juga:

Anak-Anak Ikut Demo RUU HIP, KPAI Kecam PA 212


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH