PA 212 Cabut Dukungan, Gerindra Samakan Kisah Prabowo dengan Sukarno Jokowi dan Prabowo di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. (Twitter/@pranomoanung)

MerahPutih.com - Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid tak ambil pusing atas sikap Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mencabut dukungan pasca pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

"Saya katakan tadi adalah hal yang wajar dalam dinamika perjalan sebuah kelompok. Karena bisa jadi pengikut itu belum bisa memahami visi seorang pemimpin," kata Sodik kepada wartawan, Senin (15/7) kemarin.

Baca Juga: Amien Rais: Jika Kelak Gerindra Dapat Kursi Menteri, Pemilu Kemarin Tiada Berguna

Menurut Sodik, apa yang dialami mantan calon presiden yang diusung Koalisi Indonesia Adil Makmur itu sedianya juga pernah terjadi pada Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno.

"Bung Karno juga dulu pernah diculik anak-anak muda. Tapi kemudian dengan itu selesai dan ada Indonesia. Jadi hal yang biasa dalam membantu untuk kemudian diredam," ujar Sodik.

Jokowi-Prabowo saat santap siang. (Antaranews)
Jokowi-Prabowo saat santap siang. (Antaranews)

Wakil Ketua Komisi XIII DPR ini mengungkapkan Prabowo sendiri memastikan akan segera menemui kelompok PA 212. "Saya kira akan segera disampaikan. seperti halnya sekarang tiba-tiba Pak Prabowo dan Jokowi bertemu. Apalagi hanya bertemu dengan PA 212. Saya kira itu tidak terlalu sulit," tandas Sodik.

Baca Juga: Jika Tak Ada Oposisi, Amien Rais Sebut Rezim Jokowi Berpotensi Otoriter

Diketahui, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengatakan sudah tak lagi bersama Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan akan terus meneruskan perjuangan mereka. Sikap itu diambil setelah Prabowo dan Presiden Joko Widodo bertemu serta sepakat mengakhiri istilah 'cebong' dan 'kampret'.

"Secara pribadi, istilah 'sepakat akhiri cebong dan kampret' itu istilah buat Prabowo sendiri, kami bukan bagian dari apa yang Prabowo atau Jokowi sebut, karena buat kami, perjalanan perjuangan ini harus berlanjut," kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/7). (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH