Dinyatakan P21, Kasus Senjata Ilegal Kivlan Zen Memasuki Babak Baru Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (MP/Gomes Roberto)

MerahPutih.com - Babak baru kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen segera dimulai. Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyatakan berkas perkara tahap pertama telah rampung alias P21. Pihak kepolisian mengaku telah menerima jawaban dari pihak Kejati DKI jakarta akan hal ini.

"Kasus kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka Kivlan Zen dinyatakan sudah lengkap," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (20/8).

Baca Juga: Usai Diperiksa Selama 5 Jam, Begini Perkembangan Kasus Kivlan Zen

Pihak Kejati DKI jakarta, lanjutnya, menyatakan lengkapnya berkas ini pada 16 Agustus 2019 lalu. Dua bulan setengah lamanya sampai berkas dinyatakan rampung. Berkas awalnya dilimpahkan pada 5 Juni 2019. Dengan dinyatakan lengkapnya berkas maka tersangka dalam hal ini Kivlan akan segera diserahkan ke Kejati DKI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (MP/Noer Ardiansjah)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (MP/Noer Ardiansjah)

Selain Kivlan, barang bukti pun akan dikirimkan. Dengan demikian, Kivlan akan segera jadi tahanan Kejaksaan. Kemudian, akan di tunggu kapan kasus segera disidangkan. Namun, kapan penyerahan tersangka akan dilakukan, Argo mengaku masih menunggu jadwal dari penyidik. "Kapan diserahkannya biar penyidik yang atur," katanya.

Untuk diketahui, nama Kilvan disebut-sebut memberikan perintah langsung kepada para tersangka kasus penyeludupan senjata. Senjata api ini diduga, untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Baca Juga: Motif Kivlan Zen Incar Nyawa Yunarto Wijaya Versi Ahli Intelijen

Terkait kasus ini, enam tersangka yang ditahan juga sudah memberikan pernyataan terkait dugaan keterlibatan Kivlan dalam merancang pembunuhan terhadap empat tokoh tersebut. Adapun keempat tokoh tersebut, yaitu Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkopolhukam, Wiranto.

Selain itu, ada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan, Gories Mere. Kuasa hukum Kivlan Zen, Muhammad Yuntri mengatakan, kliennya mengakui menerima uang senilai US$4.000 dari tersangka Habil Marati. (Knu)

Baca Juga: Wiranto: Saya Maafkan Kivlan Zen, Tapi.....


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH