Angin Segar Vaksin Virus Corona dari Oxford Oxford berhasil lakukan uji coba vaksin virus corona dengan hasil yang cukup memuaskan (Foto: pixabay/tumisu)

PENCARIAN penawar atau vaksin untuk virus corona masih jauh dari usai. Berbagai negara berlomba dengan waktu untuk menemukan penangkal virus corona yang mudah menyebar ini.

Penemuan vaksin untuk virus corona sangatlah dibutuhkan. Bisa dibilang, vaksin ini dibutuhkan dalam waktu cepat. Bila vaksin cepat ditemukan, kehidupan mungkin akan kembali seperti sedia kala.

Universitas Oxford mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan dalam pengembangan vaksin corona (Foto: pixabay/geralt)

Baca Juga:

Pandemi COVID-19 Berdampak Besar Bagi Perkembangan Industri Game, Ini Datanya

Kabar baik teranyar di bidang pengembangan vaksin datang dari Inggris. Seperti dilansir dari laman Ubergizmo, para peneliti di Universitas Oxford membawa angin segar dalam pengembangan vaksin potensial virus corona.

Berdasarkan uji coba yang melibatkan 1.077 peserta, peneliti Oxford menemukan bahwa peserta menghasilkan antibodi dan sel-T setelah mendapat vaksin. Hal itu menunjukkan vaksin tersebut berpotensi melawan virus.

Namun, perlu dicatat, vaksin tersebut tak benar-benar mengandung virus Corona itu sendiri. Vaksin ini dibuat dari virus hasil modifikasi yang ditemukan pada flu biasa yang memengaruhi simpanse.

Baca juga:

Peretas Rusia Diduga Curi Data Vaksin Virus Corona

Vaksin Virus Corona bukan diciptakan dari virus itu sendiri. (Foto: pixabay/ckstockphoto)

Virus tersebut dimodifikasi untuk tidak menyebabkan infeksi pada manusia. Di saat yang sama, virus memperkenalkan instruksi genetik hingga bisa terlihat seperti virus Corona.

Meskipun sudah sukses uji, bukan berarti vaksin tersebut bisa langsung diproduksi massal. Masih ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa vaksin bisa bekerja melawan virus corona. Selain itu, perlu perhitungan berbapa banyak vaksin yang diperlukan untuk memastikan seseorang terlindungi.

Dalam pengembangan vaksin virus Corona, bukan hanya Oxford yang dikabarkan cukup sukses. Sebelumnya, Moderna juga dilaporkan memiliki beberapa keberhasilan dalam uji coba vaksin virus Corona. (Ryn)

Baca Juga:

Twitter Berantas Penyebar Teori Konspirasi 5G Virus Corona

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pintek Luncurkan Kampanye untuk UKM Pendidikan Indonesia
Fun
Pintek Luncurkan Kampanye untuk UKM Pendidikan Indonesia

Bentuk dukungan Pintek terhadap kontribusi UKM pendidikan.

Masker, Dari Aneh Hingga Jadi Sebuah Item Fesyen
Fashion
Masker, Dari Aneh Hingga Jadi Sebuah Item Fesyen

Di masa pandemi sekarang ini pakai masker sangat lumrah, bakal jadi tren fesyen.

Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Berkualitas
Fun
Tips Memilih Klinik Kecantikan yang Berkualitas

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam memilih klinik kecantikan.

Warner Bros akan rilis Film Live-Action 'Tom and Jerry'
ShowBiz
Warner Bros akan rilis Film Live-Action 'Tom and Jerry'

Film ini dijadwalkan untuk tayang perdana pada 2021 mendatang.

Benda Buatan Manusia Kalahkan Total Berat Mahluk Hidup
Fun
Benda Buatan Manusia Kalahkan Total Berat Mahluk Hidup

Para ilmuwan dari Israel mengungkapkan bahwa pada akhir tahun ini benda buatan manusia melebihi total berat mahluk hidup di Bumi.

Facebook Uji Coba Fitur Hotline, Cek Fungsinya
Fun
Facebook Uji Coba Fitur Hotline, Cek Fungsinya

Aplikasi Hotline hadir di tengah maraknya platform media sosial yang mengusung fitur baru audio langsung, seperti Clubhouse

Keadaan Finansial Harus Fit
Fun
Keadaan Finansial Harus Fit

Selain tubuh, kondisi finansial juga harus fit.

eFishery Hadir sebagai Inovasi dalam Sektor Akuakultur
Fun
eFishery Hadir sebagai Inovasi dalam Sektor Akuakultur

Membantu para petani di bidang perikanan.

Sederet Film Horor Siap Bawa Kengerian di 2021
ShowBiz
Sederet Film Horor Siap Bawa Kengerian di 2021

Film horor yang akan membuat bulu kudukmu berdiri di tiap adegan klimaksnya.

Trump Serang Facebook, Twitter, dan Google, Ini Alasannya
Fun
Trump Serang Facebook, Twitter, dan Google, Ini Alasannya

Facebook Inc., Twitter Inc., dan Google dituduh membungkam suara golongan konservatif