berita-singlepost-banner-1
 OTT Jaksa TP4D Yogya, KPK Geledah Kantor Widoro Kandang Solo dan Bawa Empat Koper Kantor PT Widoro Kandang digeledah KPK (MP/Ismail)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Widoro Kandang Solo (WKS) di Jalan Ir. Sutami, Jebres, Solo, Jawa Tengah dalam kasus dugaan suap, Kamis (22/8).

Penggeledahan ini terkait kasus suap proyek Infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta 2019 dengan pagu anggaran Rp10,89 miliar.

Baca Juga: Buronan KPK, Jaksa Satriawan Sulaksono Senin Malam Masih Terlihat di Rumahnya

PT WKS adalah perusahaan yang dipinjam tersangka penyuap jaksa, Gabriella Yuan Ana Kusuma, saat mengikuti lelang proyek itu. Ana merupakan Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri.

KPK geledah sejumlah lokasi di Solo terkait kasus OTT Jaksa TP4D Yogyakarta
Kantor PT Widoro Kandang Solo (WKS) di Jalan Ir. Sutami, Jebres, Solo, Jawa Tengah yang sebelumnya digeledah KPK dalam kasus dugaan suap, Jumat (23/8). (MP/Ismail)

"Ya benar Kamis kemarin ada dua mobil berpelat AB (Yogyakarta) dengan rompi bertuliskan KPK melakukan penggeledahan di dalam kantor," ujar seorang warga setempat, Ari Irmanto (36) kepada MerahPutih.Com, Jumat (23/8).

Sebelum dilakukan penggeledahan, lanjut dia, pada Selasa (19/8) malam KPK datang menyegel kantor PT WKS. Kemudian dilakukan penggedahan Kamis kemarin.

"Penggeledahan dilakukan dua kali. Pertama pukul 10.00 WIB dan kedua pukul 14.00 WIB. Selain KPK terlihat sejumlah anggota Polsek Jebres bersenjata laras panjang mengamankan lokasi," papar dia.

Ia menjelaskan dalam penggeledahan KPK membawa empat koper. Meskipun kantor disegel sejumlah karyawan masih terlihat keluar masuk.

"Yang disegel hanya ruang kerja pimpinan dan ruang dokumen. Jadi karyawan masih bisa bekerja seperti biasanya," tutupnya.

Baca Juga: KPK Sesalkan Peran Pengawasan Jaksa TP4D Jadi Lahan Perkaya Diri

Diketahui KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap Infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta 2019 dengan pagu anggaran Rp10,89 miliar.

Ketiga orang tersangka, yakni Eka Safitra (Jaksa Yogyakarta), Satriawan Sulaksono (Jaksa Surakarta), dan Gabriella Yuan Ana (Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri).

KPK menduga Eka Safitri dan jaksa Satriawan membantu Dirut PT Manira Arta Rama Mandiri, Gariella Yuan Ana untuk mengikuti lelang proyek di Dinas PUPKP. Dari bantuan ini, jaksa Eka dan Satriawan mendapat fee sebesar Rp 100,870 juta pada 15 Juni 2019 dan Rp 110,870 juta pada 19 Agustus.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga: OTT Jaksa di Yogyakarta, KPK Sita Duit Rp100 Juta


berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6