Otak Pembunuhan Bos Kapal Pura-Pura Kesurupan Saat Diperiksa Polisi Barang bukti kasus pembunuhan bos perkapalan, Sugianto. Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Aksi kesurupan otak pembunuhan berencana terhadap bos pelayaran bernama Sugianto (51) yaitu, NL cuma pura-pura saja. Pasalnya, menurut polisi, NL sering pura-pura kesurupan arwah dari almarhum ayahnya saat ditangkap dan hendak diperiksa polisi.

"Saat pemeriksaan, keterangan dari yang bersangkutan selalu berubah-ubah kemudian ada indikasi bentuk kebohongan dari penyampaiannya. Kemudian juga dari gelagat yang pura-pura kesurupan," ucap Kasat Reskrom Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdanto Hadicaksono kepada wartawan, Rabu (26/8).

Baca Juga

Polisi Tangkap 12 Pelaku Penembakan Bos Perkapalan, Diotaki Karyawati

Saat pura-pura kesurupan itu, NL coba mengelabuhi polisi dengan berkata kalau korban (Sugianto) dibunuh karena persaingan bisnis. Sayangnya, polisi tidak sebodoh yang dipikir pelaku. Polisi tahu NL tengah bersandiwara. Pelaku pun dilakukan pemeriksaan lebih insentif lagi dan hasilnya menyimpulkan jika dia berbohong.

"Jadi dia kesurupan arwah korban dan menyampaikan bahwa ini pelakunya adalah masalah persaingan bisnis. Kami melakukan tes juga ternyata hasilnya bahwa ada semacam kebohongan dari hasil ahli," katanya.

Aksi kesurupan pelaku ini tidak dilakukan hanya didepan polisi. Pada reka ulang adegan alias rekonstruksi kasus ini kemarin, pelaku memeragakan adegan dia kesurupan saat merencanakan pembunuhan bersama tersangka lain yaitu suami sirinya, R alias MM, RS (45) dan AJ (56).

Polda Metro Jaya merilis kasus pembunuhan bos perkapalan, Sugianto yang terjadi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Foto: MP/Kanu

Ketiganya percaya NL kesurupan karena ketiganya merupakan murid dari almarhum ayah NL yang disebut merupakan guru spiritual. Saat mengklaim kesurupan itu, NL memerintahkan ketiganya untuk menyiapkan rencana membunuh korban.

Namun, setelah diketahui kalau NL pura-pura kesurupan dihadapan polisi nampaknya aksi kesurupan didepan tiga tersangka itu hanyalah cara agar ketiganya mau membantunya mencari cara membunuh korban. Atau dengan kata lain ketiganya juga dikelabuhi NL yang pura-pura kesurupan.

Sebelumnya, Sugianto (51), seorang pengusaha bisnis logistik pelayaran ditembak orang tidak dikenal di depan ruko Royal Gading Square, Kamis, 13 Agustus 2020. Korban ditembak dari arah belakang sebanyak lima kali oleh salah satu pelaku. Korban pun akhirnya tewas di lokasi kejadian.

Kejadian penembakan tersebut juga sempat menyita perhatian warga sekitar lantaran terdengarnya suara letusan senjata api. Namun warga tidak ada yang berani mendekat. Pelaku pun dengan leluasa kabur tanpa hambatan dari lokasi.

Baca Juga

Kronologis Pembunuhan Satu Keluarga di Sukoharjo

Pelaku penembakan tersebut diketahui berjumlah dua orang. Satu pelaku bertugas sebagai eksekutor yang menghabisi nyawa korban. Sementara, pelaku lainnya menunggu dengan sepeda motor yang tidak jauh di lokasi.

Usai membunuh korban, kedua pelaku langsung kabur dari lokasi. Tapi, kejadian penembakan tersebut juga terekam CCTV sekitar lokasi dan menjadi viral di media sosial. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas Nemangkawi Buru KKB yang Bakar Fasilitas Umum di Kiwirok dan Okhika
Indonesia
Satgas Nemangkawi Buru KKB yang Bakar Fasilitas Umum di Kiwirok dan Okhika

Seorang mantri kesehatan dilaporkan belum ditemukan sampai saat ini

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah tak Proses Hukum Din Syamsuddin
Indonesia
Mahfud MD Tegaskan Pemerintah tak Proses Hukum Din Syamsuddin

Untuk itu, pemerintah tidak akan pernah memproses hukum Din atas sikap kritisnya.

Mabes Polri Beberkan Alasan Kapolri Copot Kapolda Sumsel
Indonesia
Mabes Polri Beberkan Alasan Kapolri Copot Kapolda Sumsel

Mabes Polri menjelaskan alasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi jabatan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri tak lama setelah polemik sumbangan fiktif Akidi Tio 'sebesar' Rp 2 Triliun.

Wapres Ma'ruf Amin Lakukan Kunjungan Kerja ke Kaltim
Indonesia
Wapres Ma'ruf Amin Lakukan Kunjungan Kerja ke Kaltim

Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Samarinda, Kalimantan Timur, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ-2 pada Selasa (2/11).

 Rapat Paripurna DPR Setujui Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Indonesia
Rapat Paripurna DPR Setujui Andika Perkasa Jadi Panglima TNI

DPR menyetujui pemberhentian dengan hormat Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI

Anak Buah Anies Akui Banyak Warga Lawan Arus di Flyover Tapal Kuda
Indonesia
Anak Buah Anies Akui Banyak Warga Lawan Arus di Flyover Tapal Kuda

Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengakui masih banyak warga ibu kota yang belum sadar berlalu lintas di Flyover Tapal Kuda, Jakarta Selatan dengan melawan arus.

Pegawai KPK Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
Indonesia
Pegawai KPK Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

Kabar duka datang dari KPK. Pegawai KPK yang bertugas pada unit Setpim-Stranas Joko Susilo meninggal dunia.

OJK Cabut Izin Usaha OVO Finance Indonesia
Indonesia
OJK Cabut Izin Usaha OVO Finance Indonesia

Alasan pencabutan izin usaha dilakukan sebagai tindak lanjut dari pembubaran karena keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Tanggapan Pakar Hukum Pidana soal Pasal Penghinaan Presiden Masuk RUU KUHP
Indonesia
Tanggapan Pakar Hukum Pidana soal Pasal Penghinaan Presiden Masuk RUU KUHP

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad, menanggapi pasal penghinaan presiden yang dimasukkan dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Seluruh Penumpang dan ABK Kapal KM Karya Indah Selamat
Indonesia
Seluruh Penumpang dan ABK Kapal KM Karya Indah Selamat

"Saat ini proses evakuasi terhadap 14 Anak Buah Kapal (ABK) dan 181 penumpang kapal telah selesai dilakukan dan seluruhnya dalam kondisi selamat," ucap Kepala KSOP Kelas II Ternate, Affan Tabona