Otak Pelaku Pembunuhan Bos Perkapalan Dipolisikan Diduga Penggelapan Pajak Para tersangka kasus pembunuhan bos perkapalan saat diperlihatkan ke publik di Polda Metro Jaya. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Keluarga Sugianto (51), pengusaha pelayaran yang menjadi korban pembunuhan dengan cara ditembak di Royal Gading Square, Jakarta Utara, melaporkan NL otak pembunuhan tersebut terkait kasus dugaan penggelapan pajak.

Salah satu kerabat korban, Hari Susanto melaporkan NL ke Polrestro Jakarta Utara pada Rabu (26/8).

Baca Juga

Dua Anak Buah Idham Azis Akui Terima Duit dari Djoko Tjandra, Nominalnya Rahasia

"Ada kasus lain tentang penggelapan keuangan perusahaan yang dilakukan NL," ungkap Hari kepada kepada wartawan di Ruang SPKT Polres Jakut, Rabu (26/8).

Menurut Hari, selama bekerja di PT Dwi Putra Tirtajaya milik Sugianto, NL diduga telah melakukan penggelapan uang perusahaan sejak tahun 2015.

"Setelah kejadian, ada cerita terutama istri almarhum mengenai masalah pajak yang ada di kantor itu. Memang ada sedikit cerita, tapi kita kurang tahu detail. Makanya kita masih dalam proses pencarian data data," ujar Hari.

Polisi menangkap 12 pelaku penembakan maut di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menewaskan pengusaha pelayaran Sugianto (51). Foto: MP/Kanu Polisi menangkap 12 pelaku penembakan maut di Kelapa Gading
Polisi menangkap 12 pelaku penembakan maut di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menewaskan pengusaha pelayaran Sugianto (51). Foto: MP/Kanu Polisi menangkap 12 pelaku penembakan maut di Kelapa Gading. Foto: MP/Kanu

Hari menuturkan, sambil membuat laporan dugaan penggelapan pajak, saat ini pihak keluarga masih mencari data-data baru yang berkaitan dengan penggelapan pajak.

"Ini juga kita masih cari data, karena terus terang memang data banyak yang dipegang NL. Hampir semua data dan banyak mungkin data yang sudah diambil NL," ucap Hari.

Penyidik gabungan Polres Metro Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya sejak awal sudah mencurigai NL adalah pelaku pembunuhan terhadap bos pelayaran Sugianto (51) lantaran sejak awal diperiksa selalu berubah-ubah keterangannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan NL sempat berpura-pura kesurupan arwah korban dan menyatakan kematian Sugianto karena persaingan bisnis.

"Kemudian, ada indikasi juga bahwa adanyan bentuk kebohongan dari penyampaiannya, juga dari gelagat yang pura-pura kesurupan itu menjadi salah satu pertimbangan penyelidikan kami yang kita dalami pada saat pemeriksaan sempat kesurupan dan mengarahkan ke salah satu motif," ujar dia.

Selain itu, jawaban NL saat diperiksa selalu berubah-ubah alias tidak konsisten dengan jawaban sebelumnya. Sehingga kecurigaan penyidik terhadap NL ini terus digali hingga akhirnya didapati pengakuan NL adalah dalang semua ini.

Padahal, NL saat kejadian sampai pengurusan makan korban masih bersama keluarga korban. Kemudian, saat pemakaman korban, NL kembali pura-pura kerasukan arwah korban lagi.

"Jadi dia kesurupan arwah korban, dan menyampaikan bahwa bahwa ini pelakunya adalah masalah persaingan bisnis. Dari situ kami melakukan tes poligraf juga ternyata hasilnya bahwa ada semacam kebohongan dari hasil ahli poligraf," tutup dia.

Baca Juga

Otak Pembunuhan Bos Kapal Pura-Pura Kesurupan Saat Diperiksa Polisi

Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Utara menangkap NL dan 11 orang lainnya karena terlibat dalam pembunuhan bos pelayaran Sugianto di Kelapa Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda pada (21/8) kemarin dengan sejumlah barang bukti seperti senjata api dan lainnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cegah Resiko Virus Corona, Bank DKI Imbau Warga Pakai Transaksi Non Tunai
Indonesia
Cegah Resiko Virus Corona, Bank DKI Imbau Warga Pakai Transaksi Non Tunai

uang tunai kuat menjadi sarang bakteri dan virus karena sering berpindah tangan

Lewat Surat, Amien Rais Minta Kapolri Bebaskan Rizieq
Indonesia
Lewat Surat, Amien Rais Minta Kapolri Bebaskan Rizieq

Politikus senior Amien Rais menyerahkan surat kepada Kapolri Jenderal Idham Azis.

 KPK Minta Hakim Tolak Gugatan MAKI Soal Sekjen PDIP Hasto Jadi Tersangka
Indonesia
KPK Minta Hakim Tolak Gugatan MAKI Soal Sekjen PDIP Hasto Jadi Tersangka

"Dari bukti yang ada, tidak terdapat bukti bahwa MAKI telah dapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM untuk berstatus ormas berbadan hukum.

[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Agama Belajar Ngaji sama Abu Janda
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Agama Belajar Ngaji sama Abu Janda

Akun Facebook Ara Sukara Li mem-posting gambar tangkapan foto dengan judul “Disindir Hanya Hafal Juz Amma, Akhirnya Menag Belajar Mengaji Dengan Abu Janda.”

 Tahap 1, Pemprov DKI Suntik Sinovac ke 131 Ribu Nakes Hari Ini
Indonesia
Tahap 1, Pemprov DKI Suntik Sinovac ke 131 Ribu Nakes Hari Ini

Vaksinasi dilakukan kepada tenaga kesehatan yang mendapatkan SMS blast dan sudah mendaftar ulang

Pasar Kebayoran Lama Dibuka Kembali Sehabis Sterilisasi
Indonesia
Pasar Kebayoran Lama Dibuka Kembali Sehabis Sterilisasi

Kepada pedagang dan pembeli yang terpapar corona harus dilakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Polrestabes Bandung Amankan 10 Orang Terkait Kerusuhan di DPRD Jabar
Indonesia
Polrestabes Bandung Amankan 10 Orang Terkait Kerusuhan di DPRD Jabar

Polrestabes Bandung mengamankan 10 orang terduga ikut melakukan kerusuhan di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (6/10)

Pemda Harus Bertanggung Jawab agar Tak Terjadi Lonjakan Corona saat Akhir Bulan
Indonesia
Pemda Harus Bertanggung Jawab agar Tak Terjadi Lonjakan Corona saat Akhir Bulan

Libur panjang yang bakal berlangsung mulai 28 Oktober mendatang dikhawatirkan memicu jumlah kasus COVID-19.

Kantor Anies Baswedan Digeruduk Ratusan Buruh, Polisi Lakukan Penutupan Jalan
Indonesia
Kantor Anies Baswedan Digeruduk Ratusan Buruh, Polisi Lakukan Penutupan Jalan

Aksi yang dijaga 500 personel Polisi ini akan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB

Penunjukan Luhut untuk Tangani COVID-19 di 9 Provinsi Dinilai tidak Tepat
Indonesia
Penunjukan Luhut untuk Tangani COVID-19 di 9 Provinsi Dinilai tidak Tepat

Menurut kata Jerry, seharusnya masuk ranah Satgas Penanganan COVD-19. Sebab, mereka memiliki data sebaran kasus dan rumah sakit agar penanganan lebih efektif.