Ormas Minta Jatah THR, Anies: Yang Penting Tidak Boleh Ada Pemaksaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) diduga meminta Tunjangan Hari Raya (THR) terhadap perusahaan merupakan fenomena yang bisa terjadi jelang Idul Fitri. Lalu, bagaimana reaksi
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan terhadap fenomena Ormas yang meminta THR kepada pengusaha dan institusi di wilayah Jakarta itu?

Gubernur mengimbau kepada Ormas agar tidak meminta THR kepada pengusaha atau institusi lain. Meski demikian, Anies tidak secara tegas melarang, hanya meminta agar para pengusaha berperan aktif melaporkan kepada pihak berwajib jika merasa dipaksa.

"Yang penting tidak boleh ada pemaksaan. Kalau merasa dipaksa, laporkan saja," kata Anies, saat ditemui wartawan di Jakarta, Senin (28/5).

THR
Ilustrasi pembagian THR. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Darwis M Aji mengakui berdasarkan pengalaman yang ada, KesbangPol DKI memang mengetahui kalau ada ormas di Jakarta kerap meminta THR kepada perusahaan dan institusi yang dekat dengan mereka.

Namun, setahu dirinya itu bentuknya kepada sukarela bukan paksaan. Darwis menyarankan jika ormas terpaksa meminta jatah THR kepada perusahaan agar mereka tidak melakukan intimidasi.

Apalagi, lanjut dia, tak ada keharusan sebuah perusahaan untuk memberi sumbangan ke Ormas. "Tidak mengintimidasi meminta THR ke lembaga institusi atau swasta," tegas dia.

Darwis pun berharap kepada seluruh ormas untuk membuat sebuah unit usaha mandiri yang nantinya bisa menghasilkan pundi-pundi pemasukan. Dengan begitu, mereka tak akan meminta sumbangan kepada para pengusaha. "Kesbang mengimbau supaya tidak memaksa, tidak mengikat, jadi mengimbau tidak meminta paksa," tandas dia. (Asp)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH