Orientasi Seksual, Ketertarikan Bukan Hanya pada Lawan Jenis Orientasi seksual dapat berubah ketika dewasa. (Foto: skeptic)

SECARA singkat, orientasi seksual merupakan ketertarikan seseorang secara emosional dan seksual terhadap jenis kelamin atau hal tertentu. Di era modern ini, kamu pastinya menyadari bahwa orientasi seksual seseorang bukan lagi hal yang tabu untuk dibahas secara publik.

Saat pertama kali diteliti oleh Alfred Kinsey pada tahun 1948, orientasi seksual publik didominasi oleh ketertarikan pada lawan jenis. Namun, seiring dengan berkembangnya jaman, semakin banyak pihak yang memproklamirkan dirinya memiliki orientasi seksual yang berbeda. Mengapa bisa demikian?

Ternyata, hal ini dikarenakan orientasi seksual seseorang sejatinya bukanlah sekadar bawaan lahir. Terdapat faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi ketertarikan seksual. Seperti faktor lingkungan, keluarga, pola asuh, dan trauma. Laman Go Dok menambah pengetahuan kamu mengenai jenis-jenis orientasi seksual yang ada di tengah-tengah masyarakat!

Berikut penjelasan ragam orientasi sosial lengkapnya:

orientasi seksual
Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi orientasi seksual. (Foto: modernsextherapyinstitutes)


1. Heteroseksual

Heteroseksual sering juga dikenal sebagai orientasi lurus (straight) atau ‘normal’. Mengapa? Karena mereka yang tergolong memiliki orientasi heteroseksual hanya akan tertarik pada lawan jenis.


2. Homoseksual

Homoseksual dipercaya sebagai bentuk penyimpangan seksual yang pertama kali ada. Mereka yang menyatakan diri sebagai homoseksual digambarkan sebagai individu yang menyukai sesama jenis.

3. Biseksual


Seorang biseksual memiliki ketertarikan seksual terhadap kedua kubu jenis kelamin, yaitu sesama jenis dan lawan jenisnya. Karenanya, dia akan mempunyai tingkat ketertarikan yang sama baik kepada pria maupun wanita.

orientasi seksual
Berbagai jenis orientasi seksual dalam kehidupan bermasyarakat. (Foto: wrongfulterminationsettlements)


4. Panseksual

Panseksual merupakan kondisi di mana satu individu tertarik dengan individu lain tanpa mempermasalahkan orientasi seksual maupun jenis kelamin pasangannya.


5. Aseksual

Seorang aseksual tidak memiliki ketertarikan seksual kepada individu lain, baik pria ataupun wanita. Mereka mungkin dapat menyayangi bahkan mencintai seseorang. Namueka n mertidak akan memiliki gairah untuk melakukan hubungan seksual.


6. Poliseksual

Sedikit mirip dengan panseksual, mereka yang memiliki orientasi poliseksual dapat tertarik dengan semua jenis gender. Namun, perlu diingat bahwa berbeda dengan panseksual, mereka yang tergolong pada kelompok poliseksual tidak memiliki hasrat untuk bersama dengan pasangannya.

orientasi seksual
Berbagai jenis orientasi seksual yang diukur dari kenyamanan individu. (Foto: sexualorientationandgenderidentity)


7. Demiseksual

Seseorang dengan jenis orientasi demiseksual dapat tertarik dengan semua jenis gender. Namun, mereka tidak akan memiliki ketertarikan seksual dengan siapapun kecuali sudah memiliki sebuah ikatan yang kuat.


8. Skolioseksual

Individu dengan jenis orientasi skolioseksual tidak akan tertarik dengan orang yang memiliki gender “biasa”. Mereka cenderung menyukai orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai non-biner. Yaitu individu yang menyatakan identitas seksualnya bukan sebagai pria maupun wanita, semisal androgini dan intergender.

Jadi, jenis orientasi seksual manakah yang mendeksripsikan diri kamu? (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo