Organisasi Maritim Internasional Minta Perundingan Buka Selat Selat Hormuz, Tolak Misi Militer

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 29 Maret 2026
Organisasi Maritim Internasional Minta Perundingan Buka Selat Selat Hormuz, Tolak Misi Militer

Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dan LNG dunia. (Foto: YouTube/Dawn News English)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran lokasi dan pejabat di Iran. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Perang di Iran ini, telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade juga telah berdampak terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.

Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, mengatakan, mengorganisasi misi militer untuk mengamankan navigasi perlintasan di Selat Hormuz tidak akan memberikan solusi jangka panjang terhadap blokade tersebut.

Baca juga:

Perang di Iran, Bikin Harga BBM di Inggris Naik 15 Persen Jadi Rp 33.800 Per Liter

Pada 14 Maret, Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris Raya, dan negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan navigasi.

"Pembentukan gugus tugas militer untuk menjaga keamanan kapal komersial tidak dapat menjadi solusi jangka panjang. Terlebih lagi, hal itu tidak akan menghilangkan semua risiko, karena kapal masih dapat diserang oleh drone atau rudal," kata Dominguez kepada surat kabar Repubblica.

Masalah pelayaran tersebut memerlukan upaya "de-eskalasi, diikuti dengan upaya mengakhiri konflik ini," kata kepala IMO itu.

"Ini adalah satu-satunya cara untuk memulihkan jalur pelayaran bebas dan mengakhiri kerusakan lain lagi," imbuhnya.

Dominguez mengatakan bahwa dirinya akan segera memulai perundingan dengan Iran dan negara-negara Teluk lainnya untuk membangun koridor evakuasi kapal sipil melalui Selat Hormuz.

"Sekitar 20.000 pelaut masih terdampar di kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia," katanya. (*)

#Iran #Minyak #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Houthi dan Arab Saudi Memanas, Bahlil Bakal Cari Pasokan Minyak ke Afrika
"Menteri ESDM nggak bisa tidur terlalu panjang, karena lobi minyak di mana-mana. Lobi minyak di Afrika, untung saja kan orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya,” tutur Bahlil berkelakar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Houthi dan Arab Saudi Memanas, Bahlil Bakal Cari Pasokan Minyak ke Afrika
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Indonesia
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Langkah tersebut akan memungkinkan harga bahan bakar di stasiun pengisian turun sebesar 12-18 sen euro per liter.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Harga BBM Capai Rekor Tertinggi, Prancis Gelontorlan Cadangan Minyak Nasional 10 Juta Barel ke Pasar
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Bagikan