Orasi Terakhir Jokowi Sukses Jangkau Ceruk Pemilih yang Tak Tersentuh Prabowo Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf di Gelora Bung Karno (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Orasi Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) dalam kampanye terakhir di Gelora Bung Karno (GBK) menuai pujian mampu mengangkat dua tema penting keberagaman dan optimisme. Wacana ini melengkapi tema yang diangkat pesaing nomor urut 02 Capres Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan pemilih.

"Petahana cukup baik menyampaikan orasi politik yang tidak tumpang tindih dengan 02. Sehingga ceruk suara yang diharapkan tepat sasaran, terutama terkait optimisme pembangunan," kata Peneliti politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah, di Jakarta, Sabtu (13/4).

Joko Widodo melambaikan tangan kepada para pendukungnya di GBK
Jokowi melambaikan tangannya kepada para pendukung dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno (foto: antaranews)

Dedi menilai petahana berhasil melihat potensi suara dari kalangan kelompok yang terbuka dengan keberagaman. Menurut dia, kedua poin itu terlihat dalam orasi dan simbol-simbol yang dibawa peserta kampanye.

"Sisi baik dari penutupan kampanye 01, adalah kuatnya nuansa keberagaman, hanya ada simbol parpol sebagai peserta Pemilu, bahkan ditegaskan dari orasi petahana yang memang ditujukan untuk kelompok tanpa afiliasi selain Parpol," papar dia.

Dedi mengakui bagus secara stategi komunikasi politik karena berlawanan secara langsung dari kubu 02 yang mengemas kampanye di tempat yang sama dengan afiliasi Islam. "Agenda 01 ini menjawab ekslusifitas penantang yang membawa simbol agama," tutur dia.

Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di SUGBK, Minggu (7/4). Foto: Twitter/@lily_dharmawan
Kampanye Akbar Prabowo-Sandiaga di SUGBK, Minggu (7/4). (Foto: Twitter/@lily_dharmawan)

Lebih jauh, Dedi melihat visi kedua kubu saling menekan dan melengkapi wacana di publik. Baik dari kubu 02, lanjut dia, berhasil dalam manuver mempublikasikan dukungan para tokoh berpengaruh menjelang hari tenang.

"Keduanya memiliki kelebihan, petahana menutup dengan gerakan massa yang besar, sementara penantang dengan memunculkan tokoh berpengaruh di menit terakhir," tutup dia. (Knu)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH