Orangtua Siswa Kritik PPDB Sistem Zonasi, Ini Reaksi Kadisdik DKI Calon pendaftar PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) zonasi mengantre di depan ruang panitia PPDB SMAN 15 Kota Tangerang. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono mengatakan bahwa penerapan kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) periode 2019-2020 dengan sistem zonasi di Ibu Kota Jakarta dirasa sudah cukup adil.

Karena, menurut dia, sistem zonasi ini tidak hanya berpatokan pada satu idikoator saja. Melainkan pada tempat domisili dan nilai rata-rata hasil ujian akhir siswa yang juga menjadi faktor penentu untuk masuk sekolah negeri di Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono

Oleh karena itu, Ratiyono menampik tudingan bila orangtua siswa merasa kecewa dengan kebijakan pelaksanaan PPDB berdasarkan sistem zonasi.

BACA JUGA: Ombudsman: Sistem Zonasi PPDB Sangat Baik

"Kalau menurut saya zonasi itu sudah sangat adil, tapi tetap ada parameter lain yang menyertai. Jadi tidak bisa hanya satu syaratnya. Kalau hanya satu syarat saja atau hanya cepat-cepatan datang ke sekolah, atau hanya jarak saja justru itu tidak adil," ujar Ratiyono saat dikonfirmasi Rabu (26/6).

Sebelumnya Selasa (25/6) kemarin salah satu orangtua siswa bernama Jelita merasa kecewa dengan kebijakan PPBD sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah. Menurut dia aturan ini hanya mempersulit buah hatinya untuk melanjutkan pendidikan.

Secara zonasi Jelita direkokemendasikan 8 sekolah negeri untuk mendaftar anaknya di Jakarta Pusat namun anaknya tetap mental pada sekolah-sekolah yang direkomendasikan itu karena nilai rata-rata hasil ujian anaknya dibawah nilai 8.

Mantan Kadispora DKI Jakarta ini pun mengimbau kepada orangtua yang belum bisa mendaftarakan anak ke sekolah negeri, dengan kerendahan hati mendaftar anaknya di sekolah swasta karena sekolah negri juga memilki daya tampung yang terbatas.

Lanjut dia, saat anak mengemban ilmu di sekolah swasta, orangtua memacu anaknya untuk belajar secara sungguh-sungguh agar nantinya ke jengjang berikutnya bisa masuk ke sekolah negeri.

"Nah tetap ada kesempatan dia menimba ilmu di sekolah swasta. Karena jumlah sekolah negeri dan daya tampungnya juga kan terbatas. Nanti ketika dia diterima di swasta, coba deh belajar sungguh-sungguh biar bisa keterima di negeri pada jenjang berikutnya," jelas Ratiyono.

Orang tua calon peserta didik baru melakukan proses verifikasi berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi di SMA Negeri 39 Jakarta Timur, Senin (24/6/2019) (ANTARA News/Fathur Roch
Orang tua calon peserta didik baru melakukan proses verifikasi berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi di SMA Negeri 39 Jakarta Timur, Senin (24/6/2019) (ANTARA News/Fathur Roch

Ia pun mengaku tak punya solusi bagi calon siswa baru yang tergilas di sekolah negeri. Menurut dia, satu-satunya jalan yang ditempuh yaitu dengan masuk ke sekolah swasta.

BACA JUGA: Kisah Orangtua Datang Subuh-Subuh ke SMAN 39 Demi Daftar PPDB Zonasi

"Yang perlu disadari oleh anak yang tidak memiliki nilai tinggi dan tidak bisa masuk ke sekolah negeri, jumlah kursi di DKI ini cukup. Artinya alternatifnya anak itu bisa melanjutkan di sekolah swasta. Nah swasta ada sama dengan Negeri dan dibawah rata-rata," tutupnya (Asp).

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Penerapan PSBB di Jakarta, Wartawan Balkoters Beri Bantuan Alat Kesehatan
Indonesia
Jelang Penerapan PSBB di Jakarta, Wartawan Balkoters Beri Bantuan Alat Kesehatan

Wartawan Balai Kota mengimbau agar warga yang tidak menjalankan WFH tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Pendaftaran PPDB SMA/SMK di Jateng Tembus 80 Persen dari Kuota
Indonesia
Pendaftaran PPDB SMA/SMK di Jateng Tembus 80 Persen dari Kuota

Melihat data tersebut masih ada kuota kursi 20 persen yang tersisa

Banser Husada Siap Diturunkan Jadi Relawan Covid-19
Indonesia
Banser Husada Siap Diturunkan Jadi Relawan Covid-19

Basada adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan

Ini 12 Poin Protokol Kesehatan New Normal di Surabaya
Indonesia
Ini 12 Poin Protokol Kesehatan New Normal di Surabaya

Perwali tersebut diterbitkan usai usulan Risma menolak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan disetujui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Hari Ini Mulai Diberlakukan, DPRD Minta Warga Patuhi Aturan PSBB di Jakarta
Indonesia
Hari Ini Mulai Diberlakukan, DPRD Minta Warga Patuhi Aturan PSBB di Jakarta

Wakil Ketua DPRD DKI Misan Samsuri meminta agar warga Jakarta mematuhi seluruh ketentuan yang tertuang pada kebijakan PSBB tersebut.

Pakai Masker di Bawah Dagu Berbahaya, Ini Alasannya
Indonesia
Pakai Masker di Bawah Dagu Berbahaya, Ini Alasannya

jika terpaksa harus melepas masker, maka lebih baik melepaskannya secara menyeluruh. Bukan dengan cara menurunkannya ke bawah dagu

Bank Internasional Patungan Beri Pinjaman ke PLN
Indonesia
Bank Internasional Patungan Beri Pinjaman ke PLN

Transaksi ini, merupakan pinjaman green loan pertama yang diperoleh BUMN di Indonesia dan yang pertama kali dieksekusi oleh PLN.

Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis
Dunia
Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis

Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme

Banyak Balita Terinfeksi Corona Karena Orang Dewasa
Indonesia
Banyak Balita Terinfeksi Corona Karena Orang Dewasa

OTG yang tidak sedikit harus dibarengi dengan edukasi yang benar seputar virus corona

Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY
Indonesia
Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY

Hasil pemberian persetujuan tersebut akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI dalam waktu dekat untuk diambil keputusan di Tingkat II.