Orangtua, Anak yang Membawa Bekal Ternyata Lebih Eksis dalam Menyerap Pelajaran Makan bekal dari rumah memberi anak energi untuk belajar. (foto: pixabay/startupstockphotos)

ORANGTUA yang sibuk kerap memilih memberikan uang jajan kepada anak ketimbang meluangkan waktu untuk menyiapkan bekal sehat. Padahal, jajanan di sekolah belum tentu sehat dan bersih. Beberapa bahkan mengandung bahan yang tidak seharusnya berada di dalam makanan. Selain itu, cara menyimpan makanan dan penyajiannya pun jauh dari standar kebersihan.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Badan POM mencanangkan Hari Membawa Bekal Nasional, pada 12 April, sejak 2013. Gerakan itu juga bertujuan mengurangi kebiasaan jajan sembarangan pada anak.

Enggak cuma itu, bekal makan siang yang sehat dapat memberikan pemenuhan zat gizi anak dan mendukung pembentukan pola hidup sehat pada anak. Berikut manfaat membawakan bekal kepada anak sekolah yang wajib diketahui orangtua.

1. Dapat menyediakan nutrisi yang dibutuhkan anak

lunch box
Makan siang amat penting buat pemenuhan energi dan gizi anak. (foto: pixabay/eunyiulle)

Penting bagi anak untuk memperoleh makan siang yang sehat karena makan siang dapat memenuhi 1/3 kebutuhan kalori anak. Anak yang sudah terbiasa menerima makan siang yang sehat memiliki asupan zat gizi yang lebih tinggi ketimbang anak yang tidak mengasup makan siang yang sehat.

Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan banyak zat gizi penting, seperti protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan kalsium. Dengan membawakan bekal ke sekolah, orangtua membantu anak untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut.

Kresikan saja bekal makan siang yang sehat dengan kandungan karbohidrat (nasi, mi, roti, roti gandum, dan pasta), sayuran, protein (daging, telur, ikan, ayam, dan kacang-kacangan), produk susu (keju atau yogurt), buah-buahan, dan selalu bawakan air atau susu untuk anak.

2. Membantu mengontrol asupan anak setiap hari

lunchbox
Bawakan bekal dengan isian yang beragam. (foto: lunchboxinc)

Karena orangtua yang mengkreasikan bekal anak, orangtua dapat mengatur makanan apa saja yang harus dibawa dan dimakan anak sebagai bekal. Dengan cara seperti itu, kamu bisa tahu makanan apa saja yang dimakan anak, termasuk mengontrol asupan lemaknya. Secara tidak langsung, kamu juga dapat mencegah anak dari obesitas.

American Heart Association merekomendasikan anak mengasup lemak sebesar 25%-35% dari total kalori per hari, terutama jenis lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal. Lemak jenis itu bisa kamu dapatkan dari berbagai kacang-kacangan, ikan, dan minyak nabati.

Sebaiknya, masukkan makanan itu dalam menu bekal anak. Makanan itu dapat mendukung pertumbuhan anak, membantu memenuhi kebutuhan gizinya, dan sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung anak.

Bawakan juga bekal dengan makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran. Makanan itu dapat membuat anak kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah kenaikan berat badan yang berlebih pada anak.

3. Meningkatkan energi sehingga anak eksis dalam pelajaran di kelas

children
Dengan makan siang bekal dari rumah, anak-anak lebih baik dalam belajar. (foto: corinthia)


Anak membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas di sekolah, terutama untuk belajar. Anak yang tidak makan siang ternyata lebih sulit berkonsentrasi di sekolah. Selain itu, mereka juga lebih mungkin untuk jajan makanan ringan yang tidak sehat dan tidak mengenyangkan.

Membawa bekal makanan untuk makan siang di sekolah dapat menyediakan energi cukup bagi anak untuk melakukan seluruh aktivitas di sekolah maupun setelah pulang sekolah.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of School Health pada 2008 menyebut anak sekolah yang makan sayuran, buah-buahan, protein, dan sedikit kalori dari lemak mempunyai performa yang baik dalam tes aksara ketimbang anak yang mempunyai asupan lemak dan garam yang tinggi. Itu berarti anak yang membawa dan makan bekal dari rumah lebih eksis dalam belajar.(*)


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH