'Orang Dalam' Terlibat dalam Pembobolan dan Pemalsuan Sertifikat Vaksin COVID-19 di PeduliLindungi Aplikasi Pedulilindungi untuk melacak kasus Covid-19. (Foto: Tangkapan layar aplikasi pedulilindungi)

Merahputih.com - Polda Metro Jaya mengungkap keterlibatan pegawai Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, berinisial HH (30) dan rekannya, FH (23) untuk memalsukan sertifikat vaksinasi COVID-19.

Sertifikat yang dijual kepada masyarakat secara online tanpa mengikuti vaksinasi COVID-19 itu dapat tercatat dalam aplikasi PeduliLindungi.

"HH membuat sertifikat vaksin pada sistem yang terkoneksi pada aplikasi PeduliLindungi tanpa melalui prosedur yang ditentukan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam keterangannya, Jumat (3/9).

Baca Juga

Pekerja Sektor Kritikal Wajib Scan QR Code PeduliLindungi

HH bekerja sama dengan FH yang merupakan karyawan swasta lulusan SLTA. FH berperan memasarkan penjualan sertifikat palsu itu melalui media sosial. FH sebagai petugas marketing, menjual kepada masyarakat melalui akun Facebook dengan nama Tri Putra Heru.

"Setelah mendapatkan pesanan, HH pelaku berikutnya membuatkan," kata Fadil.

FH menawarkan sertifikat vaksinasi COVID-19 yang tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi itu seharga Rp 370 ribu.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap empat pelaku ilegal akses dan pencurian data kependudukan di aplikasi PeduliLindungi (MP/Kanugraha)

Dalam kasus ini, kedua tersangka memanfaatkan situasi di mana masyarakat ingin mendapatkan sertifikat vaksin. Sebab, saat ini sertifikat vaksin menjadi syarat untuk melakukan perjalanan hingga untuk melakukan kunjungan di mal dan lainnya.

Atas dasar ini, tersangka HH lantas melakukan akses data kependudukan atau NIK dan akses cara Pcare. HH dengan leluasa bisa melakukan akses itu karena bekerja sebagai staf di kelurahan.

Baca Juga

Penumpang Pelni Harus Terdaftar di PeduliLindungi

Dalam kasus ini, polisi turut menangkap dua orang pemesan sertifikat palsu. Yakni AN dan DI. Keduanya membeli sertifikat vaksin palsu itu seharga Rp350 ribu dan Rp500 ribu.

"Alasannya (membeli) dia ingin bebas untuk ke mana-mana," ucap Fadil.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 30 dan atau Pasal 32 UU ITE dengan ancaman enam tahun penjara dan denda sebanyak Rp 600 juta. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soal Prabowo-Puan, Dasco: Gerindra Fokus Konsolidasi Internal
Indonesia
Soal Prabowo-Puan, Dasco: Gerindra Fokus Konsolidasi Internal

Partai Gerindah memilih untuk fokus konsolidasi internal terkait persiapan menghadapi Pemilu 2024 sehingga belum memutuskan arah koalisi pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

414.774 Kendaraan Curi Star Mudik dari Jakarta
Indonesia
414.774 Kendaraan Curi Star Mudik dari Jakarta

Sementara bagi kendaraan yang menuju arah Selatan via Tol Jagorawi ke GT Ciawi turun 0,4 persen

11 Kematian Dalam Satu Jam, Sekolah Harus Pahami Pedoman Penularan TBC
Indonesia
11 Kematian Dalam Satu Jam, Sekolah Harus Pahami Pedoman Penularan TBC

Angka kasus kematian akibat COVID-19 dalam satu tahun sejak Maret 2020 menurut data Kementerian Kesehatan sebanyak 46 ribu kasus dan angka itu baru sekitar separuh dari angka kasus kematian akibat TBC pada periode yang sama.

KPK Bidik Pihak Lain yang Terlibat dalam Korupsi Lahan DKI
Indonesia
KPK Bidik Pihak Lain yang Terlibat dalam Korupsi Lahan DKI

KPK masih membidik sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Anji Simpan Narkoba di Speaker dan Pelajari Buku Hikayat Pohon Ganja
Indonesia
Anji Simpan Narkoba di Speaker dan Pelajari Buku Hikayat Pohon Ganja

Polisi menggeledah dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja yang dilakukan musisi Anji.

Polisi Perpanjang Penahanan Tersangka Penyebaran Konten Rasis Ambroncius
Indonesia
Polisi Perpanjang Penahanan Tersangka Penyebaran Konten Rasis Ambroncius

Ambroncius dijerat pasal berlapis yakni Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Dapat Mobil Dinas Baru Rp 12 Miliar
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Dapat Mobil Dinas Baru Rp 12 Miliar

Faktanya, mobil dinas baru buatan Jerman dengan merek Mercedes-Benz S600 Guard telah dipesan sejak tahun 2019 dan tiba di Indonesia pada awal tahun yakni 08 Januari 2020 yang mana pandemi Covid-19 belum diumumkan WHO.

Jokowi Tegaskan COVID-19 Memacu Indonesia untuk Berubah
Indonesia
Jokowi Tegaskan COVID-19 Memacu Indonesia untuk Berubah

Pandemi COVID-19 juga telah memacu Indonesia untuk berubah

Kapolri Tegaskan Pemulihan COVID-19 Berpengaruh Pada Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Kapolri Tegaskan Pemulihan COVID-19 Berpengaruh Pada Pemulihan Ekonomi

"Pemulihan COVID-19 berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi dan masih ada polarisasi di masyarakat semenjak pilpres dan pilkada," kata Sigit.

Terima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi, Anies: Amanat yang Harus Dijaga
Indonesia
Terima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi, Anies: Amanat yang Harus Dijaga

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi.