Optimalisasi Distribusi Ternak Sapi, Pemerintah Gunakan Kapal Khusus KM Camara Nusantara I Surabaya tiba di Dermaga 107 pelabuhan tanjung priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12). (Foto: MP/Yohanes Abimanyu)

Merahputih Ekonomi - Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah melakukan terobosan sebagai upaya optimalisasi untuk menata distribusi ternak sapi nasional dan perbaikan tata niaga dengan memanfaatkan kapal angkut khusus ternak. 

Dengan adanya kapal khusus ini, sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak lagi diangkut dengan kapal barang atau truk dengan jarak yang sangat panjang. Pemanfaatan kapal khusus ternak yang menghubungkan antar pulau atau yang disebut tol laut ini, diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan sapi di daerah konsumsi oleh daerah sentra produksi.

Pengangkutan ternak sapi dengan pelayaran perdana kapal ternak KM Camara Nusantara 1 sudah dilakukan sejak Minggu (6/12) pukul 01.00 WITA, dari Pelabuhan Tenau Kupang NTT ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kapal itu tiba di Tanjung Priok pada Jumat pagi (11/12).

Kapal ini mengangkut sebanyak 353 ekor sapi jantan jenis Bali, yang memiliki rata-rata bobot hidup 250 – 350 kg dan diperkirakan rata-rata produksi daging sapi per ekor adalah 125 kg.

Pengawalan ternak selama perjalanan dari Kupang menuju Jakarta dilakukan oleh petugas kesehatan hewan sebanyak tujuh orang, yang berasal dari BBVet Denpasar sebanyak lima orang, dan dari Karantina Pertanian Kelas I Kupang sebanyak dua orang.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Merahputih.com, kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 1 yang memiliki 500 ruang untuk sapi dan memiliki standar Internasional, akan terus dimanfaatkan untuk pengiriman ternak dari wilayah produsen ternak seperti NTT, NTB dan Jawa Timur ke daerah konsumsi yakni Jabodetabek.

Pengiriman sapi dari daerah produsen dengan memanfaatkan kapal angkut ternak atau pemanfaatan tol laut ke daerah konsumsi ini diharapkan dapat maksimal karena diyakini mampu menekan harga distribusi sapi.

Harga bobot hidup sapi di NTT yang dikirim ke Jakarta adalah Rp. 30.000 per kg berat hidup. Pembelian ternak dari NTT ke DKI Jakarta dilakukan oleh Bulog yang dalam hal ini diwakili oleh Dolog.

Ternak selanjutnya akan dikirim ke Kandang ternak lokal di Jalan Andini Sakti desa Gandasari kecamatan Cikarang Barat, Bekasi Jawa Barat milik Perum Bulog. Pemulihan ternak akan dilakukan selama dua hari di kandang penampungan Dolog. Selanjutnya sapi dapat dimanfaatkan oleh pembeli sebagai sapi bakalan dan siap potong. (Abi)

 

BACA JUGA:

  1. Bertemu, Menteri BUMN dan Menteri Keuangan Bahas PP PNM
  2. Terus Bersaing, Menteri BUMN: PGN dan Pertagas Bisa Saja Dimerger
  3. Harga Buyback Emas Melejit Rp3.000 per Gram
  4. Etobee Beri Layanan Jemput dan Kirim Barang Gratis di "Christmas Charity"
  5. Relawan Cantik Jokowi Ini Diangkat Jadi Komisaris Danareksa


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH