Operasional KRL Bakal Dibatasi Selama Idul Fitri Petugas walka KCI melakukan simulasi penanganan penumpang yang tak sadarkan diri di gerbong kereta yang berjalan di tengsh pandemi COVID-19, Kamis (23/4/2020). (ANTARA/HO/Dokumentasi KCI)

Merahputih.com - Operasional KRL Commuter Line di Hari Raya Idul Fitri pada Minggu-Senin 24-25 Maret akan dilakukan secara terbatas.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pembatasan waktu operasional tersebut bertujuan untuk melayani masyarakat yang khusus berkegiatan menggunakan KRL di sektor-sektor yang dikecualikan selama penerapan PSBB.

Baca Juga:

COVID-19 Belum Mereda, PBNU Minta Umat Islam Jalani Bulan Ramadan di Rumah

Selama pembatasan waktu operasional tersebut, PT KCI melayani perjalanan KRL dengan jam operasional pukul 05.00-08.00 WIB pada pagi hari kemudian dilanjutkan pukul 16.00-18.00 WIB pada sore hari di seluruh lintas perjalanan.

"Pada waktu-waktu diluar jam operasional tersebut, stasiun akan ditutup," kata Anne dalam keteranganya, Jumat (22/5).

Petugas pengamanan stasiun melakukan simulasi membawa penumpang yang tak sadarkan diri di gerbong kereta menuju ruang isolasi di tengah pandemi COVID-19, Kamis (23/4/2020). (ANTARA/HO/Dokumentasi KCI)

Dalam melayani selama hari lebaran, PT KCI tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker saat berada di stasiun maupun di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh saat akan naik KRL dan penerapan physical distancing.

"Serta membatasi hingga 60 orang per kereta," jelas Anne.

Kemudian pada 26 Mei 2020 KRL Commuter Line akan kembali beroperasi sesuai jadwal selama masa PSBB dengan waktu operasional pukul 05.00-18.00 WIB.

Baca Juga:

Belasan Orang Ditangkap di Jakarta Pusat karena Hiraukan Larangan Berkerumun di Tengan Pandemi COVID-19

PT KCI mengajak seluruh masyarakat khususnya pengguna KRL Commuter Line untuk mendukung program pemerintah dengan tidak mudik, tidak piknik, dan melakukan silaturahim secara daring demi kesehatan bersama.

"Upaya bersama ini merupakan bentuk melindungi keluarga, serta mencegah penularan COVID-19 dengan tetap di rumah saja," imbuh Anne. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gejayan Memanggil Kembali Digelar: Tolak Omnibus Law
Indonesia
Gejayan Memanggil Kembali Digelar: Tolak Omnibus Law

Apakah dalih-dalih pertumbuhan ekonomi harus turut serta mengorbankan hak-hak dasar warga negara, ruang fisik dan ruang non-fisik yang menjadi “tempat” masyarakat itu sendiri hidup.

Penutupan McD Sarinah Picu Kerumunan Massa, Bos Satpol PP Tegur Keras Manajemen
Indonesia
Penutupan McD Sarinah Picu Kerumunan Massa, Bos Satpol PP Tegur Keras Manajemen

"Karena kegiatan penutupan McD itu di jalan sehingga orang ikut berkerumun. Nah karena banyak orang, muncul lah di beberapa viral di beberapa medsos," kata Arifin

PSI Minta Pemprov DKI Segel Proyek Pusat Kuliner Muara Karang
Indonesia
PSI Minta Pemprov DKI Segel Proyek Pusat Kuliner Muara Karang

Viani menjelaskan pembangunan area kuliner bernama Pluit Culinary Park oleh PT Prada Dhika Niaga ini terbukti melanggar aturan karena dibangun di atas area hijau di ruang terbuka hijau atau RTH Muara Karang

Muncul 'Klaster Perkantoran', Anies Minta Karyawan Pelanggar Protokol Kesehatan Ditegur
Indonesia
Muncul 'Klaster Perkantoran', Anies Minta Karyawan Pelanggar Protokol Kesehatan Ditegur

Setidaknya ada tiga perusahaan yang telah melaporkan ada pegawainya terpapar corona

Eks Dirut BTN Resmi Jadi Tersangka Gratifikasi
Indonesia
Eks Dirut BTN Resmi Jadi Tersangka Gratifikasi

Kejagung menemukan pegawai PT Pelangi Putera Mandiri pernah melakukan pengiriman dana kepada menantu Maryono

Jadi Bencana Nasional, Kebijakan Daerah dalam Tanggulangi Corona Mesti Ikuti Pemerintah Pusat
Indonesia
Jadi Bencana Nasional, Kebijakan Daerah dalam Tanggulangi Corona Mesti Ikuti Pemerintah Pusat

Presiden Joko Widodo meneken Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 yang menetapkan virus corona sebagai bencana nasional.

BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem di Indonesia
Indonesia
BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem di Indonesia

Rita memaparkan, ada beberapa fenomena alam yang terjadi bersamaan dan memicu terjadinya cuaca ekstrem ini.

Ratusan Travel Gelap Ditangkap Setelah Ketahuan Bawa Ribuan Pemudik
Indonesia
Ratusan Travel Gelap Ditangkap Setelah Ketahuan Bawa Ribuan Pemudik

Kalau ada yang mengatakan mudik diizinkan, itu sama sekali tidak betul

[HOAKS atau FAKTA]:  Residivis yang Baru Keluar Merampok GTO Slipi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Residivis yang Baru Keluar Merampok GTO Slipi

Sebilah celurit ditemukan petugas tol di Gerbang Tol Slipi 1

Tim Tanggap COVID-19 Bentukan Anies Diminta Proaktif Cegah Corona
Indonesia
Tim Tanggap COVID-19 Bentukan Anies Diminta Proaktif Cegah Corona

Ingub Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19) tidak komprehensif