Operasi TNI Mapenduma (3): Kontak Pertama OPM Meminta 4 Pemimpin Gereja Papua Jadi Mediator Salah seorang sandera Martha Klein saat dievakuasi menggunakan helikopter. (soedoetpandang)

RADIO pemancar Keuskupan Jayapura beroleh kontak maha-penting, Jumat, 12 Januari 1996. Di ujung lain kontak, Daniel Yudas Kogoya, pentolan kelompok bersenjata Mapenduma, sayap Organisasi Papua Merdeka pimpinan Kelly Kwalik meminta sambungan komunikasi khusus kepada Uskup Mgr. Herman Ferdinand Marie Munninghoff.

“Mereka meminta agar empat pemimpin gereja datang ke Mapenduma untuk berunding,” kata Munninghoff, 74 tahun, dikutip Gatra, 27 Januari 1996.

Komunikasi melalui radio pemancar tersebut merupakan kontak pertama dengan kelompok penculik di Mapenduma,

Empat hari sebelum kontak pertama berlangsung, tepat tanggal 8 Januari 1996, kelompok bersenjata pimpinan Daniel Yudas Kogoya menculik 26 orang, gabungan para peneliti dalam dan luar negeri Tim Ekspedisi Lorentz 1995, WWF, dan Unesco, serta para penduduk di Desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya, Papua (Irian Jaya).

Korban penculikan terdiri dari, Tim Ekspedisi Lorentz `95, meliputi 4 peneliti Biological Science Club (BScC) Universitas Nasional, Jakarta, Navy W Panekenan, Yosias Matheis Lasamahu, Jualita Maureen Tanasale, Adinda Arimbi Saraswati, 1 Antropolog Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua, Markus Waribm, dan 4 sarjana muda Jurusan Biologi Universitas Cambridge, Inggris, Daniel P Start, William Oates, Annette van der Kolk, dan Anna McIvor.

Terdapat pula 2 orang peneliti WWF, Frank Momberg asal Jerman dan Marco van der Wal asal Belanda, dan 1 peneliti Unesco, Martha Klein asal Belanda, lalu para penduduk termasuk guru, jajaran perangkat desa, ibu-ibu, serta bayi berumur enam bulan.

Kelompok bersenjata pimpinan Daniel Yudas Kogoya menginginkan empat pemimpin gereja; Mgr. Ferdinand Marie Munninghoff (Uskup Jayapura), Pendeta Adrianus van der Bijl (Penginjil lama menetap di Mapenduma), Pendeta Yohanes Gobay (Ketua Wilayah Gereja Kemah Injil), dan Pendeta Paul Burchart (Ketua Misionaris Kristen Papua) bertandang ke Mapenduma menjadi mediator.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Kodam VIII Trikora, mendapat persetujuan dan dukungan militer, keempat pemimpin gereja tersebut lantas terbang menggunakan helikopter membawa makanan, rokok, dan obat-obatan untuk para penculik dan korban sandera, Minggu, 14 Januari 1996.

Mereka lantas bertemu dengan Daniel Yudas Kogoya. “Kami sampai di sana (Mapenduma) sekitar pukul 08.00 WIT, dan berdialog dengan dua tokoh GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) Irja (Irian Jaya, Papua kini) sampai jam 12,00 WIT. Satu hal harus diingat, di sana itu tidak ada Kelly Kwalik,” tegas Munninghoff sebagaimana dikutip Kompas, 18 Januari 1996.

Pesan kelompok bersenjata tersebut, lanjut Munninghoff hanya satu, “Beri kami kemerdekaan!”. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH