Operasi Tinombala Dihentikan Ketika Masih Ada Anggota Santoso yang Hidup Suasana Pemakaman pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MTI) Santoso alias Abu Wardah (Foto Facebook)

Merahputih.com - Komandan Korps Brimob (Dankor) Polri Irjen Rudy Sufahriadi menyatakan Operasi Tinombala dihentikan dan sepenuhnya diserahkan kepada Polda Sulawesi Tengah untuk menyelesaikan kelompok teroris pimpinan Santoso.

"Wakapolri sudah menimbang dengan menghentikan Operasi Tinombala, cukup dilakukan Polda Sulteng untuk menyelesaikan persoalan di sana," ujarnya usai kunjungan kerja di Markas Brimob Polda Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/4) dilansir Antara.

Saat ini anggota kelompok teroris pimpinan Santoso masih tersisa tujuh orang yang terindetifikasi, sehingga langkah penyelesaiannya diserahkan ke Polda setempat.

Rudy mengatakan pihaknya saat ini berkonstrasi pada pengamanan demi menjaga keamanan pelaksanaan pesta demokrasi secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Warda (Foto Facebook Humas Mabes Polri)

"Berdasarkan instruksi Wakapolri saat ini konsentrasi untuk pengamanan pilkada serentak dengan harapan semua berjalan aman dan damai," ujar mantan Kapolda Sulteng itu.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin menyatakan kalau diperlukan operasi Tinombala akan dihentikan mengingat situasi dan kondisi di Poso, Sulawesi Tengah, sudah terlihat kondusif.

Selain itu, diindentifkasi kelompok Santoso dianggap tidak menjadi ancaman serius karena tersisa beberapa orang, sehingga diserahkan kepada Polda di wilayah itu untuk menangani dan menyelesaikannya.

Ia mengemukakan keamanan di Indonesia bukan hanya pada satu titik, melihat saat ini sedang berjalan tahapan pilkada serentak, dan pasukan disiapkan mengawal pesta demokrasi tersebut.

Dari sejumlah pertimbangan, dinilai ada kerawanan pada pelaksanaan pilkada mulai demografi, adanya jejak ketegangan di daerah serta konfik horizontal yang bisa saja terjadi. Bagian demografi berada di pulau Jawa dan rekam jejak berada di Indonesia timur.

"Potensi gangguan keamanan harus diantisipasi serta diwaspadai, makanya diawal dilakukan pencegahan terjadinya konflik, jangan sampai pilkada yang berlangsung ini bisa saja panas," ujarnya.


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH