Operasi Senyap Kopassus Tangkap Bos GAM Tanpa Buang-Buang Peluru Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso, Kepala Badan Intelijen Negara (Antara Foto)

Merahputih.com - Tahun 1978, Mayor Sutiyoso ditugaskan menangkap semua petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dalam buku biografi Sutiyoso 'The Field General: Totalitas Prajurit Komando' karya Robin Simanullang, Sutiyoso ditunjuk secara mendadak memimpin operasi penangkapan.

Sutiyoso yang dapat perintah langsung dari Pimpinan teras Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha, cikal bakal Kopassus) terbang ke Aceh. Sutiyoso, yang ahli dalam hal intelijen langsung memetakan medan tugasnya dan menghitung kekuatan GAM saat itu. Termasuk keberadaan sang pemimpin, Hasan Dik Tiro.

Di tengah sawah di kawasan Banda Aceh, Sutiyoso bersama tim yang hanya empat otang berhasil mencocok juru masak Hasan Di Tiro. Darinya, Sutiyoso mendapat banyak informasi. Namun dalam proses penangkapannya, pimpinan GAM itu lolos.

Sutiyoso dan pasukan kembali mengendus keberadaan salah seorang petinggi GAM. ia adalah Menteri Keuangan GAM, Tengku Muhammad Usman Lampoh Awe. Setelah melakukan pengusutan, ternyata Muhammad Usman disembunyikan seorang pengusaha asal Aceh. Sutiyoso lantas menyusun siasat untuk menangkapnya.

Sutiyoso (wikipedia)

Akhirnya, sang pengusaha berhasil dibekuk. Tapi tidak dengan Usma. Informasi tentang GAM makin banyak didapat Sutiyoso dan tim. Dengan lobi-lobi, Sutiyoso berhasil membujuk pengusaha itu untuk membantunya. Sutiyoso dan tiga anak buahnya bertolak ke Medan untuk menangkap Usman.

Awalnya, Sutiyoso melaporkan rencana penangkapan Usman kepada Kodam II/Bukit Barisan. Tapi Sutiyoso kecewa lantaran mereka berencana bergerak sendiri berdasarkan informasi yang diberikan Sutiyoso.

Sutiyoso tak kehabisan akal. Ia menyusun sendiri strategi penangkapan Usman. Bersama si Pengusaha, Sutiyoso berpura-pura jadi supir si pengusaha.

"Kita akan mengambil sendiri Usman tanpa dukungan pasukan. Tapi skenarionya harus kita buat sedemikian rupa, sehingga si pengusaha dan sekretarisnya percaya ada pasukan yang mengepung di situ, padahal tidak ada," kata Sutiyoso.

Sementara, anak buahnya mengikutinya dari belakang. Di lokasi, Sutiyoso mewanti-wanti agar menyebutnya sebagai sopir baru asal Makassar dan tidak berkhianat.

Menteri Keuangan GAM Tengku Muhammad Usman Lampoh Awe dalam interogasi (tokohindonesia.com)

Usai menunggu, pengusaha keluar bersama Usman. Sutiyoso sempat dicurigai, tapi berkat kegigihan pengusaha tersebut, Usman ikut masuk ke dalam mobil yang disopiri Sutiyoso.

Tak lama, anak buah Sutiyoso yang sudah menanti di belakang bergerak cepat dan menyergap. Rupanya, penyergapan ini dikira Usman sebagai perampokan. Usman baru sadar ditangkap oleh Pasukan Kopasandha saat dibawa ke mess Kodam Bukit Barisan.

Usai diintergoasi, Usman segera dibawa kembali ke Banda Aceh. Informasi yang didapat dari Kopasandha (sebelum menjadi Kopassus) pun mengalir dari sang menteri keuangan GAM. Tim Kopasandha lalu berhasil menangkap sejumlah petinggi GAM termasuk. Hebatnya hanya nyaris tak ada peluru yang meletus selama operasi itu. (ayp)

Kredit : anggayudha

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH