Operasi Percarian Sriwijaya Air Berhenti, Manajemen Pastikan Penuhi Hak Ahli Waris Pesawat Sriwijaya Air. (Fotp: Antara).

MerahPutih.com - Perusahaan penerbangan Sriwijaya Air, memastikan akan memenuhi hak bagi ahli waris korban jatuhnya armada maskapai itu dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta - Pontianak. Proses penyerahan santunan telah dimulai secara simbolis kepada ahli waris korban, Rabu (20/01) yang dilakukan di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta.

Santunan yang diserahkan kepada pihak ahli waris senilai Rp1,25 miliar sesuai peraturan pemerintah dan tambahan senilai Rp250 juta sebagai santunan ganti rugi lain-lain. Dengan begitu maka total santunan yang Sriwijaya Air berikan adalah Rp1,5 miliar.

Baca Juga:

TNI AL Dukung Operasi Lanjutan Pencarian Korban Sriwijaya Air

"Kami akan berkomitmen untuk secepatnya memberikan hak-hak korban," kata Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena setelah tabur bunga dari atas KRI Semarang di Kepulauan Seribu, Jumat (22/1).

Pada pelaksanaan tabur bunga di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, diikuti sekitar 30 anggota keluarga korban SJ-182. Proses penaburan bunga itu dilakukan dari atas KRI Semarang, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada korban.

Selain itu juga turut dihadiri manajemen Sriwijaya Air, perwakilan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, TNI AL, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Jasa Raharja, serta sejumlah awak Sriwijaya Air dan Nam Air.

"Kami sedih dan turut kehilangan, tidak dapat dipungkiri kami juga merasakan kesedihan mendalam. Saya pribadi juga sangat terpukul dengan keadaan ini," ujarnya.

Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap korban maupun puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 resmi dihentikan setelah Basarnas sudah melakukan operasi selama tujuh hari dan sudah memperpanjang 2x3 hari.

Tabur bunga Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. (Foto: Antara)
Tabur bunga Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu. (Foto: Antara)

Tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban yang dikumpulkan dalam 324 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, tim DVI sudah mengidentifikasi 47 korban dari data manifes pesawat yang membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC itu hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, kemudian diketahui jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. (Asp)

Baca Juga:

Operasi SAR Sriwijaya Air Dihentikan, DVI Terima 714 DNA

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jawa Tengah Salip Jatim Posisi Pertambahan COVID Tertinggi
Indonesia
Jawa Tengah Salip Jatim Posisi Pertambahan COVID Tertinggi

Kasus positif virus corona (COVID-19) bertambah 1.693 sehingga menjadi 88.214 kasus, Senin (20/7).

Penanganan COVID-19 di Indonesia Diklaim Sudah 'On The Track'
Indonesia
Penanganan COVID-19 di Indonesia Diklaim Sudah 'On The Track'

Muhadjir menilai kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bisa terkendali

Polisi Pastikan Perayaan Idul Fitri di Jakarta Kondusif
Indonesia
ASN Diimbau Tak Liburan dan Ambil Cuti Saat Natal Hingga Tahun Baru
Indonesia
ASN Diimbau Tak Liburan dan Ambil Cuti Saat Natal Hingga Tahun Baru

Namun, apabila perlu bepergian ke luar daerah, terdapat empat hal yang harus diperhatikan

Perkembangan Vaksin Pfizer Bawa Sentimen Positif Pada Ekonomi Dunia
Indonesia
Perkembangan Vaksin Pfizer Bawa Sentimen Positif Pada Ekonomi Dunia

Sektor terdampak COVID-19 sudah mulai menunjukkan pemulihan meski masih di zona negatif seperti dari industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan akomodasi.

Ini Isi Bantuan 'Nasi Anjing' yang Resahkan Warga Warakas
Indonesia
Ini Isi Bantuan 'Nasi Anjing' yang Resahkan Warga Warakas

Dugaan sementara terjadi salah persepsi antara pembuat, pemberi nasi dan penerima nasi.

Fraksi Golkar Nilai Rem Darurat Anis Bukan Langkah Tepat
Indonesia
Fraksi Golkar Nilai Rem Darurat Anis Bukan Langkah Tepat

Keputusan Gubernur Anies Baswedan menarik rem darurat dan kembali ke masa PSBB total bukan langkah tepat menekan laju kasus corona di ibu kota.

Bus Alternatif Penumpang KRL Beroperasi Reguler Jika Muncul Permintaan Konsisten
Indonesia
Bus Alternatif Penumpang KRL Beroperasi Reguler Jika Muncul Permintaan Konsisten

Kapasitas penumpang KRL selama masa pandemi dibatasi maksimal 35-45 persen

PSI Ungkap Tiga Kejanggalan Anggaran Formula E
Indonesia
PSI Ungkap Tiga Kejanggalan Anggaran Formula E

Wakil Ketua Komisi E ini berpandangan kalau Jakpro menerima begitu saja nilai commitment fee yang ditentukan secara sepihak oleh FEO

Risma Ajak Warga Datang ke TPS
Indonesia
Risma Ajak Warga Datang ke TPS

"Karena akan menentukan bagaimana Surabaya lima tahun ke depan. Kalau sampai tidak memilih (golput) maka warga juga akan rugi. Jadi ayo datang ke TPS," ucapnya