Operasi Patuh Jaya Dikritik, Dinilai Hanya Bikin Masyarakat Takut Polisi menindak pelanggar dalam Operasi Patuh Jaya di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2020). (ANTARA/HO/Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat)

MerahPutih.com - Indonesia Traffic Watch (ITW) mengkritik penyelenggaraan Operasi Patuh Jaya 2020. Pasalnya, program rutin ini dinilai tak memberikan efek gentar ke masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan menjelaskan, operasi tersebut dinilai tidak memberikan dampak apa pun terhadap upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Baca Juga

1.601 Kendaraan Ditilang di Hari Kedua Operasi Patuh Jaya 2020

"Ini malah membuat masyarakat takut dan bergetar saat mengetahui Polri akan menggelar operasi," kata Edison kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (25/7).

Edison melanjutkan, data empiris menunjukkan bahwa operasi-operasi yang digelar Korlantas Polri tidak dapat meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat.

Menurut dia, operasi tersebut belum bisa diharapkan untuk meningkatkan ketaatan masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

Padahal mewujudkan Kamseltibcarlantas tidak harus dengan menggelar operasi. Kesadaran tertib berlalu lintas dan ketaatan masyarakat terhadap aturan akan terbangun dan meningkat bila penegakan hukum dilakukan secara konsisten, tentu oleh aparat yang profesional. Disertai dengan sosialisasi secara massif ke komunitas-komunitas hingga seluruh lapisan masyarakat.

"Sosialisasi dilakukan secara terus-menerus hingga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan yang wajib dilakukan," kata Edison.

Polisi menjaring pria diduga anggota TNI palsu dalam Operasi Patuh Jaya di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2020). (ANTARA/HO/Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat)

Wartawan senior ini menyarankan, Polri khususnya Korps Lantas memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan yang wajib dilakukan.

Serta memastikan seluruh aparat Polantas di lapangan secara konsisten melakukan penegakan hukum sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Tidak lupa juga membangun koordinasi yang bersinergi dengan instansi lainnya.

"Agar setiap kebijakan tidak menimbulkan perbedaan sikap dan tindakan di lapangan," sebut Edison.

Operasi Patuh Jaya 2020 sudah berjalan dua hari. Selama dua hari penindakan ini, jenis pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara adalah melawan arus.

Operasi Patuh Jaya dimulai sejak Kamis (23/7) hingga 5 Agustus 2020 mendatang. Ada lima jenis pelanggaran yang jadi prioritas sasaran operasi, yakni melawan arus, pengemudi dan penumpang motor tak menggunakan helm SNI, melanggar marka stop line, melintas di bahu jalan tol, serta menggunakan rotator atau sirene tidak sesuai ketentuan.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana menyampaikan, selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta di tengah pandemi ini, polisi tidak melakukan penilangan.

Baca Juga

Operasi Patuh Jaya Incar Pengendara Bandel Protokol Kesehatan

Namun, angka pelanggaran lalu lintas justru mengalami peningkatan. Selama Januari-Juni 2020, Polda Metro Jaya mencatat ada ratusan ribu pelanggaran.

"Di Indonesia kecelakaan lalu lintas pada 2019 meningkat. Di wilayah Polda, jumlah kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas pada awal tahun 2020 sampai Juni sudah tercatat 4.708 kecelakaan laka lantas dan 484.302 pelanggaran yang terjadi," jelasnya saat memimpin apel pasukan Operasi Patuh Jaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolsek Kembangan Gelar Pesta di Hotel Bintang 5, IPW: Kompol Bisa Sekaya Itu?
Indonesia
Kapolsek Kembangan Gelar Pesta di Hotel Bintang 5, IPW: Kompol Bisa Sekaya Itu?

Jangan gegara mereka pamen dan pati tidak kena hukuman

Ini Isu yang Dibawa Indonesia di KTT Asean Virtual
Dunia
Ini Isu yang Dibawa Indonesia di KTT Asean Virtual

Rangkaian KTT secara utama akan membahas langkah bersama untuk mencegah dampak yang lebih luas dari pandemi COVID-19 di kawasan

Hujan Minggu Malam, Pemprov DKI Angkut 511 Meter Kubik Sampah
Indonesia
Hujan Minggu Malam, Pemprov DKI Angkut 511 Meter Kubik Sampah

Intensitas guyuran hujan sedang hingga lebat di Jakarta pada Minggu (4/10) kemarin malam menyisakan sampah sebanyak 511 meter kubik (m3).

Polisi Tetapkan 69 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Indonesia
Indonesia
Polisi Tetapkan 69 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Indonesia

Mabes Polri menetapkan 69 tersangka terkait kasus kebakaran hutan atau Karhutla periode 1 Januari-21 Juni 2020.

 Menteri BUMN Erick Thohir Punya Harta Rp2,3 Triliun
Indonesia
Menteri BUMN Erick Thohir Punya Harta Rp2,3 Triliun

Dalam LHKPN tersebut, Erick tercatat memiliki harta kekayaan Rp 2.316.600.097.385. Adapun harta yang dimiliki Pria yang pernah menjadi pemilik klub raksasa Italia, Inter Milan itu terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

UEA Punya Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Indonesia
UEA Punya Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEC) meresmikan sebuan jalan di Abu Dhabi dengan nama Presiden Joko Widodo.

Hari Ini, Pemprov DKI Bagikan Bansos Warga Miskin Imbas PSBB
Indonesia
Hari Ini, Pemprov DKI Bagikan Bansos Warga Miskin Imbas PSBB

Bantuan yang diberikan berupa paket komoditas bahan pangan pokok, masker kain, dan sabun.

Cuma Sepekan, Waktu Peserta CPNS Pilih Tempat Tes SKB
Indonesia
Cuma Sepekan, Waktu Peserta CPNS Pilih Tempat Tes SKB

Peserta tes sudah bisa mencetak ulang Kartu Tanda Peserta SKB pada tanggal 8 Agustus.

 Polisi Kejar Tersangka Baru Kasus Penyebaran Video Hoaks Perkelahian di Thamrin
Indonesia
Polisi Kejar Tersangka Baru Kasus Penyebaran Video Hoaks Perkelahian di Thamrin

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan, pemilik akun tersebut bakal diperiksa karena diduga ikut menyebarkan video hoaks itu.

Begini Kata Polisi Soal Penangkapan di Sekretariat PII
Indonesia
Begini Kata Polisi Soal Penangkapan di Sekretariat PII

olda Metro Jaya mengamankan empat orang ketika membubarkan massa yang masuk ke dalam sekretariat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII).