Operasi Militer COVID-19 Penyelamatan Suku Yanomami Perempuan adat dari suku di aliran Sungai Amazon Brazil. (ANT/REUTERS/Ueslei Marcelino/wsj/cfo)

MerahPutih.com - Militer Brazil menggerak cepat menggelar operasi untuk melindungi suku Yanomami, masyarakat adat Amazon yang terisolasi dan tinggal di perbatasan dengan Venezuela, dari ancaman pandemi COVID-19.

"Tujuan utama dari operasi bersama oleh angkatan bersenjata adalah untuk melacak COVID-19 di desa-desa terdekat," kata Kapten Angkatan laut Medis Brazil Jarbas de Souza, dikutip dari media lokal, Rabu (1/7).

Baca Juga:

Dalam 24 Jam, Brazil Catat Rekor 42.725 Kasus Baru COVID-19

Dalam operasi ini, militer memasok alat pelindung dan obat-obatan sekaligus menggelar tes cept pengujian COVID-19 terhadap anggota suku. Operasi untuk membantu suku Yanomami yang hidup dengan cadangan terbesar di Brazil bertujuan untuk melawan kritik bahwa pemerintah sayap kanan Presiden Jair Bolsonaro tidak melakukan cukup upaya untuk melindungi masyarakat adat dari penularan virus corona.

Pada Selasa (30/6), angkatan darat Brazil mengangkut pasokan masker, gel alkohol, celemek, sarung tangan, alat tes dan obat-obatan termasuk 13.500 pil klorokuin dari ibu kota negara bagian Roraima, Boa Vista, menggunakan helikopter jenis Blackhawk ke pos perbatasan militer jauh di dalam hutan hujan.

Suku amazon
Suku di Amazon. (Antara/Reuters)

Orang Yanomami dan Yekuana yang gelisah, tanpa alas kaki dan memakai masker, mengantre untuk diuji atau diperiksa oleh dokter untuk mengidentifikasi masalah kesehatan lainnya di desa terdekat. Bayi-bayi menangis setelah jarinya ditusuk untuk dites cepat.

"Mereka takut," kata Elaine Maciel, dari kantor regional agensi urusan adat pemerintah Funai, dilansir Antara.

Baca Juga:

5 Fakta Meresahkan Terkait Kebakaran Hebat di Hutan Amazon Brasil

"Ini adalah virus yang tidak diketahui oleh mereka, seperti juga bagi kita. Banyak yang memilih untuk mengisolasi diri mereka sendiri dan tidak datang kepada tim medis sebagai cara menghindari penularan," imbuh Maciel.

Maciel mengatakan bahwa suku Yekuana, yang memiliki akses internet dan tahu lebih banyak tentang kedaruratan pandemi COVID-19, adalah yang paling takut berkontak. Sedangkan, suku Yanomami berinteraksi dengan mudah, bertukar hadiah dengan orang luar lewat kerajinan tangan mereka untuk sabun batangan dan baterai.

Media lokal juga melaporkan Menteri Pertahanan Brazil Fernando Azevedo, seorang pensiunan jenderal militer, ikut mengunjungi operasi di pos perbatasan Auaris hari ini. (*)

Baca Juga:

Hutan Amazon Sumber 30% Oksigen Dunia Capai Rekor Kebakaran Terparah


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH