Ongkos Transportasi Bikin Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar Perajin Tempe. (Foto: MP/Rizky).

MerahPutih.com - Hilangnya tahu dan tempe di pasaran dalam satu pekan ini, Menurut Kementerian Pertanian dipengaruhi naiknya biaya angkut dan transportasi. Kondisi ini, membuat harga kedelai di pasar dunia meroket.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi menyebutkan, waktu transportasi impor kedelai dari negara asal yang semula ditempuh selama 3 minggu menjadi lebih lama yaitu 6 hingga 9 minggu.

Baca Juga:

Kedelai Mahal, Tahu dan Tempe Menghilang di Pasar

Ia menegaskan, harga kedelai yang saat ini terjadi kenaikan cukup signifikan sekitar 35 persen merupakan dampak pandemi COVID-19, terutama produksi di negara-negara produsen seperti Amerika Serikat, Brasil, Argentina, Rusia, dan Ukraina.

"Harga kedelai impor yang selama ini digunakan oleh perajin tahu tempe di negara asal sudah tinggi, sehingga berdampak kepada harga di Indonesia menjadi lebih tinggi lagi," kata Suwandi dikutip Antara.

Pengrajin tempe. (Foto: MP/Rizky).
Caption

Berdasarkan data Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), harga kedelai di Jakarta, saat ini melonjak hingga Rp9.300 per kilogram dari harga tiga bulan lalu yang masih di kisaran Rp6.000-Rp7.000 per kilogram.

Ia mengatakan, tingginya impor kedelai bukan semata-semata karena faktor produksi. Namun, terjadi karena disebabkan kondisi kedelai merupakan komoditas nonlartas (dilarang dan dibatasi) atau bebas impor berapapun volumenya tanpa melalui rekomendasi Kementan. (*)

Baca Juga:

Menperin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen di 2021

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Darah Eks Panglima TNI Diambil untuk Uji Klinis Vaksin Nusantara
Indonesia
Darah Eks Panglima TNI Diambil untuk Uji Klinis Vaksin Nusantara

Kamis depan itu disuntik ke masing-masing orang sesuai dengan pengambilan darah

Saksi Ungkap Sekjen Kemensos Punya Peran Tentukan Vendor Bansos COVID-19
Indonesia
Saksi Ungkap Sekjen Kemensos Punya Peran Tentukan Vendor Bansos COVID-19

Hal itu diungkapkan Pepen saat bersaksi untuk terdakwa bekas Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dalam sidang kasus dugaan suap bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Anies Wajibkan Hotel dan Wisma Disediakan Wifi bagi Pasien OTG
Indonesia
Anies Wajibkan Hotel dan Wisma Disediakan Wifi bagi Pasien OTG

Anies Baswedan menerbitkan Kepgub Nomor 980 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Isolasi Terkendali dalam Rangka Penanganan COVID-19.

Denda Tolak Vaksin Rp5 Juta Dikritik Warga, Begini Jawaban Pemprov DKI
Indonesia
Denda Tolak Vaksin Rp5 Juta Dikritik Warga, Begini Jawaban Pemprov DKI

DPRD dan Pemprov DKI sudah meneliti dampak dari produk Perda COVID-19 ini.

KPK Harus Tetap Memegang Peran Sentral Pemberantasan Korupsi
Indonesia
KPK Harus Tetap Memegang Peran Sentral Pemberantasan Korupsi

Karena itu, kata Firli, KPK harus didukung dengan kewenangan dan kekuatan yang memadai.

Bertemu Kepala BNPT, Ustaz Gunawan Serahkan Rompi Panglima Kelompok Radikal JAS
Indonesia
Bertemu Kepala BNPT, Ustaz Gunawan Serahkan Rompi Panglima Kelompok Radikal JAS

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menemui eks panglima Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) Gunawan, Jumat (25/9) pagi.

Wagub DKI Positif Corona, Setiap Tamu Anies Wajib Rapid Test
Indonesia
Wagub DKI Positif Corona, Setiap Tamu Anies Wajib Rapid Test

Pemprov DKI Jakarta mengambil kebijakan baru bagi tamu yang ingin bertemu dengan Gubernur Anies Baswedan.

Sekwan Positif COVID-19, Karyawan DPRD DKI Diminta Tes Corona
Indonesia
Sekwan Positif COVID-19, Karyawan DPRD DKI Diminta Tes Corona

Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan Hadameon Aritonang dinyatakan terpapar virus COVID-19.

Kontak Erat dengan Lurah Petamburan, Puluhan Orang Positif COVID-19
Indonesia
Kontak Erat dengan Lurah Petamburan, Puluhan Orang Positif COVID-19

Puskesmas Tanah Abang menemukan puluhan orang positif COVID-19 dari hasil pelacakan kontak atau contact tracing kasus positif Lurah Petamburan Setiyanto.

Jokowi Jadi Orang Pertama Divaksin, MPR: Luar Biasa
Indonesia
Jokowi Jadi Orang Pertama Divaksin, MPR: Luar Biasa

MPR meminta agar proses uji klinis dan izin edar terhadap vaksin COVID-19 itu dipercepat sehingga masyarakat memiliki kepastian.