Omnibus Law Dikebut, Novel Baswedan Duga Ada Indikasi Korupsi Novel Baswedan. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, buka suara terkait rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Novel menduga, ada indikasi korupsi terkait dikebutnya pembahasan Omnibus Law.

"Besar kemungkinan praktik memaksakan begini ada korupsi di dalamnya," kata Novel dalam keterangannya, Senin, (4/10).

Menurut Novel, hal ini tidak jauh berbeda seperti pembahasan revisi Undang-Undang KPK. Imbasnya, kata dia, lembaga antirasuah kini sulit untuk bergerak di tengah masifnya praktik korupsi.

Baca Juga:

LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi

"Seperti KPK yang diamputasi, di tengah korupsi yang makin jadi. Pemberantasan korupsi dianggap musuh yang tidak disukai," ujarr Novel.

Sebelumnya, rapat kerja Badan Legaslasi (Baleg) DPR dengan pemerintah menyepakati RUU Cipta kerja untuk dijadikan Undang-Undang (UU) dalam rapat paripurna pada Kamis (8/10) mendatang.

Demo Buruh.
Demo Buruh. (Foto: Kanugrahana).

Sebanyak tujuh fraksi di Baleg DPR menyepakati untuk mengesahkan Omnibus Law itu menjadi UU.

Namun, langkah itu mendapat penolakan dari berbagai kalangan dan fraksi PKS dan Demokrat di DPR.

Masyarakat sipil dan organisasi buruh, menilai RUU ini cacat prosudural dan hanya melindungi para investor, tidak transfaran dalam pembahasannya, serta bakal meminggirkan masyarakat adat, kerusakan lingkungan serta melanggengkan gaji rendah pekerja atau buruh. (Pon)

Baca Juga:

Dikepung Ribuan Buruh, Jalanan Sekitar DPR Bakal Ditutup

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Imbas Banjir, PLN Padamkan 326 Gardu Listrik
Indonesia
Imbas Banjir, PLN Padamkan 326 Gardu Listrik

Ikhsan menerangkan, gardu listrik yang tidak dioperasikan melayani pelanggan yang berada di daerah sebagai berikut Pondok Kopi, Cempaka Putih, Pondok Gede, Menteng

Ini Perkembangan Terbaru Kasus COVID-19 di Jabar
Indonesia
Ini Perkembangan Terbaru Kasus COVID-19 di Jabar

Orang dalam pemantauan (ODP) kini berjumlah 44.839 orang.

 Pakar Hukum Pesimistis KPK Pimpinan Firli Cs Bisa Lebih Baik dari Periode Sekarang
Indonesia
Pakar Hukum Pesimistis KPK Pimpinan Firli Cs Bisa Lebih Baik dari Periode Sekarang

Margarito mengaku tidak terlalu berharap banyak kepada pimpinan KPK yang baru, Komjen Firli Bahuri cs dalam penegakkan hukum kasus korupsi, terutama kasus-kasus besar seperti kasus BLBI, dan Bank Century, dan kasus e-KTP.

Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Diproses, Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Terganggu
Indonesia
Penusuk Syekh Ali Jaber Tak Diproses, Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Terganggu

Tindakan ini mencerminkan permusuhan terang-terangan terhadap ulama

KKB Tembak Koramil Jila, Satu Anggota TNI Terluka
Indonesia
KKB Tembak Koramil Jila, Satu Anggota TNI Terluka

Koramil Jila masuk dalam wilayah Kodim Mimika di Papua.

Realisasi Penerimaan Pajak DKI Jakarta Capai 29,7 Persen
Indonesia
Realisasi Penerimaan Pajak DKI Jakarta Capai 29,7 Persen

Realisasi pajak itu terdiri dari Rp 14,8 triliun sektor pajak dan Rp 334 miliar dari sektor retribusi.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dinobatkan sebagai Gubernur Terbaik Sedunia dalam Tangani COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Dinobatkan sebagai Gubernur Terbaik Sedunia dalam Tangani COVID-19

Informasi itu diunggah akun Facebook ayu.prasetyaningrum diserai sebuah video dengan narasi.

Transjakarta Puas Uji Coba Bus Listrik Selama Tiga Bulan
Indonesia
Transjakarta Puas Uji Coba Bus Listrik Selama Tiga Bulan

Dua bus listrik itu merupakan bus besutan BYD Auto tipe C6 dan K9 dengan kode rute EV1 Blok M-Balaikota telah beroperasi sejak Juli 2020

 Polisi Bantah Granat yang Nyaris Tewaskan Anggota TNI Milik Mereka
Indonesia
Polisi Bantah Granat yang Nyaris Tewaskan Anggota TNI Milik Mereka

Yusri Yunus mengatakan kalau pemeriksaan dua korban ledakan di kawasan Monunem Nasional, Gambir, Jakarta Pusat akan didampingi pihak TNI.

WFH Bikin Sampah Ibu Kota Turun Ratusan Ton Per Hari
Indonesia
WFH Bikin Sampah Ibu Kota Turun Ratusan Ton Per Hari

Masyarakat diminta membawa kantong belanja ramah lingkungan