Omnibus Law Dianggap Bikin Gaduh Pekerja AKsi buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di DIY Yogyakarta. Dok ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.

MerahPutih.com - Sekjen DPP Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi Pertambangan dan Umum (FSPKEP) KSPI Bambang Suryono menilai, wacana pemerintah tentang omnibus law cipta lapangan kerja berpotensi membuat keresahan bagi kalangan buruh dan pekerja di Indonesia.

"Upah diubah jadi per jam bukan berdasarkan UMP, outsourcing dibuka bagi semua sektor pekerja, mempermudah pengusaha melakukan PHK, pemagangan dipekerjakan seperti pekerja biasa, TKA dipermudah kerja di Indonesia,” kata Bambang, Kamis (16/1).

Baca Juga:

Omnibus Law Dianggap Bentuk Ketidakpedulian Pemerintah Terhadap Pekerja

Sementara terkait dengan sektor perburuhan, ia meminta pemerintah agar pengusaha dan pemodal memikirkan bagaimana menjadikan iklim industrialisasi di dalam negeri berjalan harmonis tanpa adanya gontok-gontokan yang tidak berarti, baik itu antara pengusaha dengan pekerjanya serta pemerintah.

“Ciptakanlah ketenangan pekerja agar ada hubungan harmonis di industri kerja,” tuturnya.

Demo buruh. (MP/Rizki Fitrianto)
Demo buruh. (MP/Rizki Fitrianto)

Bahkan dari elemen pimpinan buruh juga sudah diajak bertemu dengan kementerian dan lembaga pemerintah terkait.

Namun, Bambang mengatakan dalam pertemuan tersebut pun pihaknya tidak mendapatkan hasil apa pun yang diinginkan yakni draf regulasinya.

Baca Juga:

Respons Sandiaga Soal Omnibus Law yang Bakal Diterapkan

“Hasil pertemuan serikat pekerja dan K/L tidak dapat berikan info jelas soal draf RUU Cipta Lapangan Kerja,” ujarnya.

Sejauh ini, Bambang menyatakan jika pihaknya dari federasinya KSPI menyatakan menolak dengan tegas rencana pemerintah terkait dengan omnibus law di cluster ketenagakerjaan itu.

“FSP KEP tolak omnibus law,” tegasnya. (Knu)

Baca Juga:

Buruh Tolak Omnibus Law Geruduk DPR, Polisi Jamin tak Ada Pengalihan Arus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Puluhan Ribu WNI Pulang dari Malaysia
Indonesia
Puluhan Ribu WNI Pulang dari Malaysia

Puncak kepulangan WNI yang menempuh perjalanan menuju Tanah Air melalui jalur laut terjadi pada 18 Maret 2020, yaitu tercatat total 3.330 orang.

Kemendikbud Utamakan Kesehatan Pelajar dan Pendidik Saat Buka Tahun Ajaran Baru
Indonesia
Kemendikbud Utamakan Kesehatan Pelajar dan Pendidik Saat Buka Tahun Ajaran Baru

Evy melanjutkan, pembukaan kembali sekolah khususnya di wilayah zona hijau, akan dibahas Kemendikbud bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Megawati Senang Pernyataannya 'Milenial Jangan Dimanja' Jadi Pro Kontra
Indonesia
Megawati Senang Pernyataannya 'Milenial Jangan Dimanja' Jadi Pro Kontra

Menurut Megawati, banyak kalangan milenial yang sukses karena berprofesi sebagai pengusaha

Pasien Sembuh COVID-19 di Secapa AD Nyaris 100 Persen
Indonesia
Pasien Sembuh COVID-19 di Secapa AD Nyaris 100 Persen

Pagi (14/8) ini, ada 20 perwira mantan Secapa lagi yang donor plasma

Bertambah 1.748 Kasus, Penderita COVID-19 di Indonesia Capai 102 Ribu
Indonesia
Bertambah 1.748 Kasus, Penderita COVID-19 di Indonesia Capai 102 Ribu

Sejumlah sektor yang semula ditutup mulai dibuka kembali

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Terus Meningkat Sepekan Terakhir
Indonesia
Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Terus Meningkat Sepekan Terakhir

BPPTKG menyebutkan aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan berdasarkan hasil pemantauan selama sepekan.

Lewat 30 Hari tidak Dipakai, Modal Pelatihan Kartu Prakerja Rp1 Juta Hangus
Indonesia
Lewat 30 Hari tidak Dipakai, Modal Pelatihan Kartu Prakerja Rp1 Juta Hangus

Bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1.000.000 yang dapat digunakan untuk membeli satu atau lebih pelatihan di mitra kanal digital.

Sakit Jadi Alasan Hadi Pranoto Tak Datangi Pemeriksaan
Indonesia
Sakit Jadi Alasan Hadi Pranoto Tak Datangi Pemeriksaan

Polda Metro Jaya sudah menanggil praktisi kesehatan Hadi Pranoto atas omongannya di akun Youtube Anji pada Rabu (24/8) kemarin.

Santai Merapi Erupsi, Warga Selo Cuma Diimbau Sering-Sering Lihat Atas
Indonesia
Santai Merapi Erupsi, Warga Selo Cuma Diimbau Sering-Sering Lihat Atas

Warga usai kejadian itu, tenang-tenang saja. Mereka tetap melakukan aktivitas seperti biasa pergi ke sekolah atau bekerja ke ladang

Jika Berulah Lagi, Napi Asimilasi Layak Ditembak di Tempat
Indonesia