Omicron Menyebar, DPR: Jangan Sepelekan, Perbaiki Manajemen Pemantauan Tes COVID-19. (Foto: MP/ Ismail)

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah pengendalian varian Omicron dengan jalan menutup pintu kedatangan dari 11 negara. Termasuk memperlama karantina dari luar negeri jadi 10 hari. Langkah langkah tersebut, diyakini bisa mengurangi penyebaran varian COVID-19 anyar ini di dalam negeri.

Anggota Komisi VII DPR , Mulyanto, meminta Pemerintah serius melakukan riset dengan mengkoordinasikan semua lembaga penelitian virologi untuk melakukan pemantauan jam per jam perkembangan Omicron.

Baca Juga:

Waspada Omicron, Ini Saran Jubir Satgas COVID-19 UNS Solo kepada Pemerintah

Pemerintah, lanjut Mulyanto, jangan mengulang kesalahan terdahulu yang menganggap remeh dampak penyebaran varian Delta COVID-19. Kali ini Pemerintah harus lebih serius menangani persebaran Omicron. Salah satunya harus bekerja berdasarkan riset dan data.

Saat in, WHO sudah mengkategorikan varian Omicron sebagai varian of concern (VoC) yang meningkat dari sebelumnya sebagai varian of interest (VoI). Karena itu Pemerintah harus memberi perhatian yang serius terhadap perkembangan virus ini.

"Sudah bukan lagi hari per hari," kata Mulyanto kepada wartawan yang dikutip di Jakarta, Jumat (3/12).

Pemerintah, imbuh Mulyanto, mesti memiliki data yang lengkap dan akurat terkait kecepatan penyebaran, teritorial penyebaran yang telah terjadi, dan karakteristik, perilaku maupun keganasannya. Termasuk efek dari varian omicron ini terhadap vaksin dan antibodi yang terbentuk dari infeksi alamiah.

Apalagi pandemi, lanjut ia, sudah berjalan hampir dua tahun dan semakin bepengalaman dalam mengelola kondisi pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Satgas COVID-19: Vaksinasi Bukan Satu-satunya Upaya Cegah Varian Omicron

"Tentunya semakin hari, manajemen pandemi kita harus semakin baik,” tegas Mulyanto.

Pemerintah, ujar Mulyanto, harus bisa menunjukan kesungguhan kerja kepada publik agar tidak berkembang prasangka yang negatif.

"Pemerintah harus memahami bahwa tingkat kepercayaan publik pada perkembangan kasus omicron ini sangat rendah," ujar politikus PKS ini.

Varian Omicron ini berasal dari Afrika dan telah menyebar ke beberapa negara Eropa, Asia dan Amerika Seriat termasuk Australia. Hasil sementara riset virology laboratorium utama dunia menunjukkan, bahwa varian Omicron ini memliki tingkat penyebaran yang cepat. WHO juga menerangkan, bahwa ada kurang dari 100 sekuens genom utuh yang tersedia. (Knu)

Baca Juga:

Guru Besar UI Tegaskan PCR Masih Berfungsi Deteksi COVID-19 Omicron

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dari 17 Letjen TNI AD Calon KSAD, Hanya Ada Satu Peraih Adhi Makayasa
Indonesia
Dari 17 Letjen TNI AD Calon KSAD, Hanya Ada Satu Peraih Adhi Makayasa

Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) akan membantu Panglima TNI

Arsjad Jadi Ketum Kadin, Anin Ketua Dewan Pertimbangan
Indonesia
Arsjad Jadi Ketum Kadin, Anin Ketua Dewan Pertimbangan

"Tentunya ini akan dibawa ke Munas untuk direalisasikan dengan AD/ART. Tapi itu kesepakatan yang baru saja tercapai," ujar Rosan.

Dibantu TNI-Polri, Menkes Pede Vaksinasi 1 Juta Per Hari Tercapai Juli
Indonesia
Dibantu TNI-Polri, Menkes Pede Vaksinasi 1 Juta Per Hari Tercapai Juli

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menuturkan target satu juta vaksinasi per hari akan diwujudkan pada Juli 2021 mendatang.

Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Ringan Siang Hingga Jelang Malam
Indonesia
Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Ringan Siang Hingga Jelang Malam

Pada malam hari, cuaca di Jakarta diprediksi akan didominasi hujan dengan intensitas ringan yakni di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

KPK Ajukan Banding Atas Vonis 2 Tahun Penjara Walkot Cimahi
Indonesia
KPK Ajukan Banding Atas Vonis 2 Tahun Penjara Walkot Cimahi

KPK mengajukan banding atas vonis 2 tahun pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung terhadap Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Mahasiswa dan Dosen di Unesa Diduga Alami Pelecehan Seksual
Indonesia
Mahasiswa dan Dosen di Unesa Diduga Alami Pelecehan Seksual

Seluruh mahasiswi Unesa yang pernah mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen, baik secara fisik atau verbal bisa segera melaporkan.

Ketua DPD Apresiasi Penanganan Anak Yatim Korban COVID-19 di Lamsel
Indonesia
Ketua DPD Apresiasi Penanganan Anak Yatim Korban COVID-19 di Lamsel

Pemkab Lamsel bergerak cepat melakukan pendataan agar sesegera mungkin mendapatkan orang tua asuh bagi para yatim piatu. Pendataan gencar itu melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kota di Lampung.

Mantan Pimpinan KPK Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tidak Ada Unsur Pidana
Indonesia
Mantan Pimpinan KPK Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tidak Ada Unsur Pidana

Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan. Masyarakat datang secara spontan, tanpa ada undangan. Karena itu, menurut Indriyanto, wajar polisi menolak laporan masyarakat atas peritiwa kerumunan di Maumere.

Dua Tewas, Terduga Teroris Poso Diperkirakan Sisa 8 Orang
Indonesia
Dua Tewas, Terduga Teroris Poso Diperkirakan Sisa 8 Orang

TKP lokasi penyergapan teroris Poso sangat jauh dari pemukiman masyarakat, perjalanan dari Desa Tanalanto menuju batas Dusun Tokasa hanya bisa menggunakan motor trail berjarak delapan kilometer, kemudian tim evakuasi harus berjalan kaki kurang lebih lima hingga delapan jam untuk mencapai TKP.

Listyo Sigit Tak Mau Lagi Dengar Istilah Kriminalisasi Ulama
Indonesia
Listyo Sigit Tak Mau Lagi Dengar Istilah Kriminalisasi Ulama

Dia pun mengungkapkan program 100 hari pertama saat menjabat sebagai Kapolri nanti