Ombudsman RI Minta Pelayanan Publik Cantumkan Informasi Jelas Soal Tarif Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih meninjau pelayanan di Kantor Dispendukcapil Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/6). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Seorang pegawai kontrak di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) pada awal Juni. Kejadian tersebut terekam kamera dan viral di media sosial (medsos).

Dalam video tersebut pegawai kontrak yang berinisial BP melakukan pengecekan berkas-berkas kendaraan, lalu menerima amplop pungli dari seseorang di kawasan Terminal Tirtonadi.

Baca Juga:

Kedapatan Pungli, Pegawai Terminal Tirtonadi Solo Langsung Dipecat

Hal itu menjadi sorotan Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih. Atas kejadian itu, ia mendorong kepada seluruh penyelenggara pelayanan publik untuk mencantumkan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk menghindari maladministrasi dan pungli.

"Kejadian itu jangan sampai terulang. Setiap pusat pelayanan kami harapkan memberikan informasi syarat-syarat yang diumumkan di papan terdekat," kata Najih, usai meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Solo, Kamis (30/6).

Ia mengatakan masyarakat perlu mengetahui informasi soal pelayanan serta tarifnya apakah gratis atau tidak. Dia mengatakan, informasi yang jelas termasuk layanan gratis atau berbayar harus mudah diakses masyarakat.

Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih (MP/Ismail)

"Masyarakat yang datang ke pelayanan bisa mengatur jadwal serta menyiapkan persyaratan. Kalau istilah pungutan kalau ada standarnya itu bukan pungutan liar," katanya.

Dikatakannya, Ombudsman mengawasi potensi-potensi maladministrasi, meminta imbalan, dan pungutan liar dari pusat sampai daerah. Ia juga mengingatkan pada daerah untuk meningkatkan pelayanan.

"Pelayanan harus lebih baik karena ditengah digitalisasi harus dipadukan untuk kemudahan pelayanan yang cepat serta berkualitas," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Cara Anies Tutup Celah Pungli di Ibu Kota

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Madam Peng Liyuan Jamu Ibu Negara Iriana dengan Hidangan Teh
Indonesia
Madam Peng Liyuan Jamu Ibu Negara Iriana dengan Hidangan Teh

Ibu Negara Iriana tiba dan langsung disambut oleh Madam Peng Liyuan di ruang utama dan keduanya tampak berbincang-bincang.

[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Pecat 6 Menteri
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Pecat 6 Menteri

Artikel sedikit membahas mengenai adanya isu akan adanya reshuffle kabinet lagi, namun Jokowi enggan membicarakannya lebih jauh.

Hercules Ancam Wartawan saat Tiba di KPK: Mau Dihajar?
Indonesia
Hercules Ancam Wartawan saat Tiba di KPK: Mau Dihajar?

Hercules memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (19/1).

Gelombang Baru COVID-19 Ancam Eropa
Indonesia
Gelombang Baru COVID-19 Ancam Eropa

Otoritas kesehatan di Eropa mengatakan, pihaknya melihat indikator yang menunjukkan ada gelombang baru infeksi COVID-19 di benua tersebut.

Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi dari Danareksa Sekuritas
Indonesia
Kasus Asabri, Kejagung Periksa Dua Saksi dari Danareksa Sekuritas

"Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk nama tersangka RARL," Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/4).

Ketua Umum Muhammadiyah Syaratkan Capres-Cawapres Paham Sejarah Bangsa
Indonesia
Ketua Umum Muhammadiyah Syaratkan Capres-Cawapres Paham Sejarah Bangsa

Capres dan cawapres yang akan maju pada Pemilu 2024 harus memahami konstitusi dan sejarah bangsa.

KAI Siagakan Ribuan Petugas selama Masa Libur Natal dan Tahun Baru
Indonesia
KAI Siagakan Ribuan Petugas selama Masa Libur Natal dan Tahun Baru

KAI juga menyiapkan 3.943 petugas pengamanan dari unsur internal dan eksternal perusahaan saat Nataru.

RUU KUHP Diklaim Membawa Semangat Pembaharuan
Indonesia
RUU KUHP Diklaim Membawa Semangat Pembaharuan

Draf RUU KUHP versi tanggal 4 Juli 2022 bisa diakses oleh masyarakat di situs Pemerintah peraturan.go.id maupun situs DPR RI.

Tim Labfor Olah TKP Kapal Terbakar di Kedalaman 20 Meter
Indonesia
Tim Labfor Olah TKP Kapal Terbakar di Kedalaman 20 Meter

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali melakukan penyelaman sedalam 20 meter untuk melakukan olah TKP terbakarnya kapal cepat Cantika Express 77.

BNPT Sebut Ada Potensi Munculnya Kelompok Radikal di Pemilu 2024
Indonesia
BNPT Sebut Ada Potensi Munculnya Kelompok Radikal di Pemilu 2024

Suhu perpolitikan tanah air mulai memanas jelang Pemilu 2024. Badan Nasional Penanggulangan terorisme (BNPT) mengingatkan seluruh elemen bangsa soal potensi peningkatan gerakan radikal menjelang Pemilu Serentak 2024.