Ombudsman Minta PTM Diawasi Secara Ketat PTM.(Foto: Antara)

MerahPutih.com - Protokol kesehatan (Prokes) pembelajaran tatap muka sekolah harus selalu diawasi untuk pencegahan penularan COVID-19. Meskipun , pembelajaran tatap muka telah menjalankan prokes dengan baik.

"Ombudsman Sulbar telah memantau sejumlah sekolah di Sulbar pada pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai dan ttelah menerapkan prokee dengan baik, namun tetap harus diawasi lagi agar tidak kendor," ujar Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulbar, Lukman Umar.

Baca Juga:

Hindari Loss of Learning pada Siswa, Nadiem Dorong Pemda Segera Adakan PTM

Ia berharap, agar Dinas Pendidikan di sejumlah kabupaten di Sulbar juga untuk menyiapkan tenaga atau orang yang bertugas dan bertanggung jawab untuk mengawasi Prokes disekolah.

"Bukan hanya tanggung jawab sekolah tetapi sebaiknya pemerintah juga turun mengawasi Prokes agar tetap dijalankan dan apa yang diharapkan yakni mencegah penularan COVID-19 dapat diwujudkan," katanya dikutip Antara.

Ia meminta agar pembelajaran, tatap muka bukan hanya sekedar mengejar kuantitas belajar datang ke sekolah saja, tetapi memperhatikan peningkatan kualitas belajar.

"Pembelajaran tatap muka penuh keterbatasan namun harus lebih berkualitas dibandingkan sewaktu masih belajar secara daring sebelumnya, agar pendidikan daerah ini bisa terus maju," ujarnya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan gerak cepat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk mengantisipasi dampak negatif permanen yang bisa menyerang anak-anak.

"Dampaknya kalau tidak bergerak cepat (PTM) maka (pelajar) akan kehilangan/ 'loss of learning' yang bisa permanen, kedua adalah kesehatan mental dan psikis yang juga bisa permanen di anak-anak kita," katanya.

PTM. (Foto: Antara)
PTM. (Foto: Antara)

Ia mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terlalu lama juga bisa berdampak pada kurangnya interaksi anak-anak terhadap lingkungan sekitar.

"Merasa kesepian, mengalami berbagai macam konflik di dalam rumah, dia menjadi asosial, berbagai macam permasalahan yang dampaknya bisa permanen, apalagi bagi anak yang sedang berkembang," katanya.

Ia mengatakan risiko tersebut harus ditanggapi oleh seluruh pihak, sama pentingnya dengan risiko kesehatan.

"Tidak banyak orang melihat risiko generasi berikutnya seperti apa. Itu yang harus kami perjuangkan di Kemendikbudristek, hak-hak anak kita untuk melanjutkan sekolahnya yang sudah jelas tidak optimal melalui PJJ," katanya. (*)

Baca Juga:

Ini Peringatan Keras Wagub DKI untuk Sekolah yang Langgar Prokes saat PTM

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Takut Ditembak, Pelaku Pembegalan terhadap Marinir Bersepeda Serahkan Diri
Indonesia
Takut Ditembak, Pelaku Pembegalan terhadap Marinir Bersepeda Serahkan Diri

Satu pelaku begal sepeda terhadap Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menyerahkan diri pada Ahad (8/11).

KRL Kembali Angkut dan Turunkan Penumpang di Stasiun Tanah Abang
Indonesia
KRL Kembali Angkut dan Turunkan Penumpang di Stasiun Tanah Abang

Selama 15 hari pembatasan, Stasiun Tanah Abang hanya melayani rata-rata 17.457 pengguna per hari

Megawati Pensiun Pimpin PDIP, FX Rudy Usulkan Prananda sebagai Penerusnya
Indonesia
Megawati Pensiun Pimpin PDIP, FX Rudy Usulkan Prananda sebagai Penerusnya

FX Hadi Rudyatmo mengusulkan Muhammad Prananda Prabowo sebagai sosok yang tepat menggantikan estafet kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

Kepala BNPT Sebut Densus 88 Tetap Dibutuhkan dalam Penegakan Hukum Terorisme
Indonesia
Kepala BNPT Sebut Densus 88 Tetap Dibutuhkan dalam Penegakan Hukum Terorisme

Keberadaan Densus 88 Antiteror Polri masih dibutuhkan dalam penegakan hukum terorisme di wilayah Indonesia. Apalagi, ancaman dan kualitas serangan makin meningkat.

Serempetan Bus dengan KA Batara Kresna di Solo, Gibran Pecat Sopir BST
Indonesia
Serempetan Bus dengan KA Batara Kresna di Solo, Gibran Pecat Sopir BST

"Kami proses kejadian tersebut, sopir sudah kami berhentikan, karena itu termasuk pelanggaran kategori berat," ujarnya

Dua Oknum Polisi Penjual Senjata ke KKB karena Faktor Pertemanan
Indonesia
Dua Oknum Polisi Penjual Senjata ke KKB karena Faktor Pertemanan

Dua oknum anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau Lease ditangkap karena diduga menjual senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

OTT Berkurang, Wakil Ketua KPK: Tunggu Kecerobohan Calon Koruptor
Indonesia
OTT Berkurang, Wakil Ketua KPK: Tunggu Kecerobohan Calon Koruptor

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyatakan banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) alami kecerobohan

Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun, KPK: Memenuhi Analisis Yuridis JPU
Indonesia
Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun, KPK: Memenuhi Analisis Yuridis JPU

Secara umum telah memenuhi seluruh isi analisis yuridis dalam tuntutan tim JPU

PT KAI Angkut 81 Penumpang Nonmudik di Masa Larangan Mudik
Indonesia
PT KAI Angkut 81 Penumpang Nonmudik di Masa Larangan Mudik

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengangkut 81 ribu penumpang nonmudik di masa larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Rata-rata KAI melayani 6 ribuan pelanggan per hari.

DKI Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di Awal Tahun 2021
Indonesia
DKI Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di Awal Tahun 2021

Pihaknya tidak mau seperti negara-negara lain yang lebih dulu membuka sekolah tatap muka dan menjadi klaster baru kasus COVID-19.