Olahan Jamu Kaya Manfaat dari Desa Nyalian, Klungkung, Bali Bahan-bahan alami diolah menjadi jamu berkhasiat. (foto: Instagram @jamusirkuma)

RAMUAN bahan alami dalam bentuk jamu sudah lama dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. Resep pengobatan herbal ala nenek moyang pun mulai dilirik sebagai alternatif obat kimia. Tidak mengherankan jika jamu kini kembali digemari.

Seperti yang dihasilkan dari Desa Nyalian, Klungkung, Bali, jamu sirih, kunyit, dan madu (sirkuma) kini jadi olahan jamu yang diminati. Minuman ini berbahan hasil pertanian desa setempat yang diolah menggunakan alat tradisional. "Selama hampir enam tahun, baru kali ini diundang langsung oleh Gubernur Bali, untuk memperkenalkan produksi jamu ini, terutama ini kan berasal dari sari-sari tumbuhan dan masih tradisional sekali," kata sekaligus penjual Jamu Sirkuma, Ni Putu Resmiati, seperti dilansir Antara.

Ia juga mengatakan pernah mengikutkan Jamu Sirkuma dalam beberapa ajang pameran, baik di kabupaten maupun provinsi, hingga dipamerkan sebagai bahan lomba desa.

Terbuat dari bahan alami, Jamu Sirkuma memiliki manfaat bagi kesehatan, terutama yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, maag, batuk, hingga perokok. Semua manfaat itu berkat campuran bahan tradisional, seperti daun pegagan (daun piduh), kunyit, kencur, sirih merah, beras merah, dengan tambahan madu.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat jamu ini mudah diperoleh karena merupakan hasil pertanian di Desa Nyalian. Menurutnya, langkah itu bisa menjadi salah satu cara untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para petani dengan menjalin kerja sama. "Usaha ini awalnya dari pengalaman pribadi saya yang perah mengalami sebuah kecelakaan hingga membuat sulit saat makan dan minum obat. Jadi hanya bisa pakai infus. Dari situ keluarga saya mencoba membuat jamu dari campuran daun piduh dan juga kunyit. Hasilnya, setelah beberapa kali rutin minum jamu, saya sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi," Jelas Resmiati.

jamu sirkuma
Jamu Sirkuma punya beberapa varian. (foto: Instagram @jamursirkuma)

Dengan berbekal pengalaman pribadinya, sejak enam tahun lalu, Resmiati meneruskan membuat olahan jamu tradisional ini. Ia juga dibantu dua karyawan dan keluarganya.

Terdapat empat jenis olahan Jamu Sirkuma, yaitu olahan cem-cem, kunyit, kencur, dan sirih. Setiap bahan tersebut memliki manfaat yang berbeda. Jamu ini dipasarkan tidak hanya daerah Klungkung, tapi juga hingga ke berbagai pelosok, seperti daerah Ubud, Gianyar, Tabanan, Denpasar, dan Karangasem.

Untuk membuat Jamu Sirkuma, Resmiati menjelaskan proses diawali dengan merebus air selama 5 jam. Setelah itu, bahan-bahan yang sudah dipilih, seperti kencur dan kunyit, diblender sampai halus. "Ada juga yang dicampur seperti kunyit daun piduh, lalu disaring, ditambah gula batu atau madu," kata Resmiati.

Dibutuhkan waktu sekitar 7-8 jam untuk membuat jamu ini. Jamu yang sudah dikemas dapat bertahan tiga hari dalam lemari es. Harga yang ditawarkan dari Rp30.000 hingga Rp250.000, dilihat dari khasiat terhadap jenis penyakitnya.

Resmiati mengingatkan untuk berhati-hati memilih jamu. Untuk dapat membedakan olahan jamu yang melalui proses benar maupun tidak, ia menyarankan untuk membedakan dari rasa dan tekstur sebelum dikonsumsi. "Biasanya, jamu dengan warna kunyit kuning menyala dan mengental kalau didiamkan, itu harus hati-hati, apalagi setelah diminum langsung memberikan efek batuk dan sakit tenggorokan," katanya.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH