Olahan Daun Kelor Dikemas dalam Festival Kuliner Tradisional Daun kelor. (FOTO Dok. daunkelor.com)

Kelor atau merunggai adalah sejenis tumbuhan dari suku moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter. Di beberapa daerah, daun kelor yang berbentuk bulat telur berukuran kecil-kecil ini dijadikan sebagai obat dan sayuran.

Di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sayur daun kelor ini dijadikan sebagai ajang festival, untuk mengenalkan nilai historis masyarakat lokal, serta mengenalkan daun yang mengandung nilai gizi ini sebagai lauk dan memiliki banyak manfaat.

Dalam ajang Festival Kelor ini sebanyak 5.500 mangkok sayur kelor tersaji di atas meja.

"Jumlahnya pun cukup melimpah karena kelor tumbuh subur di lembah Palu," ujar Kepala Desa Lolu Himran Latjedi seperti dikutip Antara, Senin (6/3).

Himran mengatakan pihaknya sangat berkeinginan menjadikan sayur kelor sebagai ikon kuliner di desanya. Karena itu festival tersebut digelar bukan untuk sekali ini saja, melainkan juga diharap pada momen-momen penting mendatang dan di tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

Wakil Bupati Sigi Paulina mengaku sangat mengapresiasi adanya festival sayur kelor itu. Menurutnya, festival itu setidaknya mencoba mengangkat kekhasan budaya lokal, terutama kulner khas.

"Kalau ada lombanya ini festival, secara pribadi saya ingin turut berpartisipasi dengan member hadiah bagi pemenangnya. Ini penting, karena siapa tahu dengan kegiatan ini nama Kabupaten Sigi bisa lebih terangkat lagi," sebut Paulina.

Beberapa waktu lalu, Pemprov Sulteng juga menggelar kegiatan pemecahan rekor Muri dengan membuat sekitar 250 makanan yang bebahan dasar dari kelor. Pemrov Sulteng juga telah mengajukan proposal untuk mematenkan kelor sebagai makanan khas Sulteng.

Untuk mengikuti berita kuliner lainnya, baca juga: Resep Sup Kacang Merah Brenebon Manado Khas Manado



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH