Oknum TNI AU yang Aniaya Warga Papua Layak Dipidana Ilustrasi kekerasan. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menilai, tindakan dua oknum aparat yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga Papua tidak dapat dibenarkan. Sebab, hal itu mengarah pada tindakan arogan.

"Seharusnya dua oknum tersebut tersebut mengedepankan langkah persuasif dan komunikatif," kata Suparji dalam keterangan pers kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/7).

Baca Juga

Kekerasan Anggota TNI ke Orang Papua Eksesif, Moeldoko: di Luar Standar

Suparji menilai bahwa menginjak kepala merupakan kategori penganiayaan. Maka, ia berpendapat dua oknum itu bisa dikenakan pasal pidana.

"Menginjak leher atau kepala bisa dikategorikan penganiayaan sebagaimana dkatur dalam pasal 351 KUHP. Kita berharap hal serupa tidak terjadi lagi," imbuh pengajar di Universitas Al Azhar ini.

Ia menganggap, tindakan itu berlebihan karena seharusnya tidak perlu menggunakan kekerasan, terlebih pada masalah-masalah ringan.

"Apalagi ini menyangkut Papua yang sangat rentan isunya dimanfaatkan oknum tertentu," sambungnya.

Ilustrasi kekerasan

Suparji juga mengapresiasi ketegasan Panglima TNI yang menegaskan dua oknum PM tersebut akan diberi hukuman. Menurutnya, sanksi tegas perlu diberikan agar menjadi pelajaran bagi anggota lain.

Bahwa TNI merupakan pelayan masyarakat. Jangan sampai justru mendapat stigma buruk karena tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

"Membawa kasus itu ke ranah hukum sangat tepat," ucapnya.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, diharapkan semua pihak dapat menahan diri dan menyerahkan penyelesaiannya sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Dan supaya ada penyelesaian yang tuntas dan komprehensif, perlu dilakukan penelusuran terhadap akar permasalahannya," pungkas Suparji.

Sebelumnya, beredar di media sosial video singkat yang menayangkan detik-detik dua pria berseragam aparat itu melakukan kekerasan terhadap warga di Papua.

Dalam video itu, dua orang aparat meringkus seorang warga Papua dengan cara tak bermoral. Belakangan diketahui pria yang dianiaya oleh oknum tersebut adalah penyandang disabilitas. (Knu)

Baca Juga

Dua Oknum Anggota Injak Kepala Warga di Papua, TNI AU Minta Maaf

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenag Buka Penerimaan CPNS 10.819 Formasi, Berikut Syarat dan Ketentuannya
Indonesia
Kemenag Buka Penerimaan CPNS 10.819 Formasi, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Kementerian Agama membuka rekrutmen CPNS dan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) untuk seleksi tahun 2021.

Ketua DPD Demokrat Se-Indonesia Minta AHY Pecat Kader Pengkhianat
Indonesia
Ketua DPD Demokrat Se-Indonesia Minta AHY Pecat Kader Pengkhianat

Ketua DPD Demokrat se-Indonesia kompak meminta AHY memecat segelintir kader yang berupaya mengambil alih kepemimpinan dan berkonspirasi bersama pihak eksternal.

Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum
Indonesia
Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum

Massa yang berkerumum pada saat Presiden Jokowi melintas di sepanjang jalan menuju ke Bendungan Napun Gete, adalah massa spontan

Dugaan Kredit Fiktif Rp 39,5 Miliar di BTN Medan, Ini Pernyataan Manajemen
Indonesia
Dugaan Kredit Fiktif Rp 39,5 Miliar di BTN Medan, Ini Pernyataan Manajemen

PT Bank Tabungan Negara (Persero) menghormati proses hukum yang saat saat ini sedang berjalan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan akan bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan hukum.

COVID-19 DKI: Penambahan Kasus Baru Per Jumat Capai 3.448 Jiwa
Indonesia
COVID-19 DKI: Penambahan Kasus Baru Per Jumat Capai 3.448 Jiwa

Dengan positivity rate 15,3 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 3.448 jiwa.

Wagub Riza Minta Konser BTS di Stadion JIS tak Dikaitkan ke Ranah Politik
Indonesia
Wagub Riza Minta Konser BTS di Stadion JIS tak Dikaitkan ke Ranah Politik

"Enggak ada hubungannya. Masak semuanya mau dihubungkan sama politik?," ucap Riza di Jakarta, Rabu (27/10)

Satgas BLBI Kembali Sita Aset Milik Debitur Capai Triliunan Rupiah
Indonesia
Satgas BLBI Kembali Sita Aset Milik Debitur Capai Triliunan Rupiah

Aset yang disita berupa 159 bidang tanah dengan luas total 1,9 juta meter persegi.

Belanda dan Jepang Suplai Bantuan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia
Indonesia
Belanda dan Jepang Suplai Bantuan Vaksin COVID-19 untuk Indonesia

Adapun dua tahapan kedatangan vaksin COVID-19 itu berasal dari donasi Pemerintah Belanda sebantak 228.800 dosis vaksin, sementara sisanya 1.175.800 dosis berasal dari Pemerintah Jepang.

Cuma PSI-PDIP di Interpelasi Formula E, Tujuh Fraksi Kenyang Ditraktir Makan Anies?
Indonesia
Cuma PSI-PDIP di Interpelasi Formula E, Tujuh Fraksi Kenyang Ditraktir Makan Anies?

Idris menilai sudah ada lobby politik yang sangat kuat untuk menggagalkan interpelasi

Jadi Pilihan Selain Sinovac, AstraZeneca Juga Diharap Bisa Percepat 'Herd Immunity
Indonesia
Jadi Pilihan Selain Sinovac, AstraZeneca Juga Diharap Bisa Percepat 'Herd Immunity

BPOM juga menyetujui Vaksin AstraZeneca karena efikasi dan keamanannya telah memenuhi syarat