Oknum Pegawai BATAN Diduga Simpan Zat Radioaktif Ilegal Demi Cuan Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan pemetaan area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (24/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

MerahPutih.com - Polisi menduga oknum pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), SM sudah lama menyimpan zat radioaktif di kediamannya di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan.

Dugaan ini muncul bukan tanpa alasan. Indikasi tersebut muncul karena saat ditemukan, tingkat radiasi zat tersebut telah menurun. Tapi, polisi belum bisa memastikan berapa lama zat tersebut sudah disimpan oleh SM di kediamannya. Hal ini masih pendalaman lebih lanjut.

Baca Juga

Kronologi Penemuan Radioaktif di Perum Batan Indah

"Sementara kami menduga praktek ini sudah dilakukan cukup lama. Indikasinya, kata Pak Dudit (Sekretaris Utama Bapeten Hendrianto Hadi Tjahyono), bahwa diketemukan zat radioaktif itu sudah mulai menurun radiasinya. kan sifat radioaktif itu luruh, maksudnya lama-lama dia berkurang radiasinya. itu menandakan bahwa barang itu sudah lama di rumah," ucap Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/3).

Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan pemetaan area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (24/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan pemetaan area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (24/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Dia menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara SM diduga menawarkan jasa Dekontaminasi. Sebab, polisi hal menemukan zat radioaktif Cesium 137 dan beberapa bahan lainnya.

Baca Juga

BAPETEN: Paparan Radioaktif Bisa Menyebabkan Kanker dan Katarak

Asep menyebut jasa dekontaminasi tersebut dijadikan mata pencaharian tambahan oleh SM. Padahal, SM sampai saat ini masih dinyatakan pegawai aktif di Batan.

"Hasil penyelidikan kami, saudara SM ini kan juga melakukan praktek dekontaminasi, jadi dengan diketemukan zat radioaktif Cs 137 dan ada beberapa zat radioaktif. Dia (SM) membuka jasa dekontaminasi juga. Jadi sepertinya ini orang sudah jadi semacam mata pencaharian," ujar Asep.

Lebih lanjut dia menambahkan, diduga SM tidak sendiri terkait praktik ini. Jasa dekontaminasi yang dilakukannya itu diyakini sudah berlangsung lama. Untuk itu, polisi kini tengah mendalami pihak-pihak yang dianggap menyalurkan atau mendistribusikan zat-zat berbahaya tersebut.

Baca Juga

Simpan Zat Radioaktif hingga Terjadi Pencemaran, Oknum Pegawai Batan Bisa Jadi Tersangka

"Sehingga dengan itu tentunya diduga juga dia tidak bekerja sendiri. Dugaannya juga begitu karena tidak mungkin ya dia sendiri, barang darimana, nanti menyalurkannya kemana," katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BI: Utang Luar Negeri Pemerintah 99,9 Persen Bertenor Jangka Panjang
Indonesia
BI: Utang Luar Negeri Pemerintah 99,9 Persen Bertenor Jangka Panjang

Posisi ULN pemerintah pada triwulan I-2022 sebesar USD 196,2 miliar yang juga turun dari posisi triwulan sebelumnya sebesar USD 200,2 dolar AS.

Harap-Harap Cemas PHRI DIY Jelang PPKM Level 3
Indonesia
Harap-Harap Cemas PHRI DIY Jelang PPKM Level 3

PHRI DIY juga siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat

[HOAKS atau FAKTA] Sumur Resapan Memakan Korban
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Sumur Resapan Memakan Korban

Beredar sebuah video melalui akun Facebook Lilis Joics Jendrawati yang mengatakan bahwa terdapat seseorang yang terperosok ke dalam sumur resapan.

IGD Membludak, Pasien RSUD Dr Soetomo Dirawat di Lantai
Indonesia
IGD Membludak, Pasien RSUD Dr Soetomo Dirawat di Lantai

Di seminggu terakhir, RSUD Dr. Soetomo mengalami lonjakan pasien COVID-19. Terutama ada di ruangan IGD yang sesak oleh pasien dengan kondisi berat.

Kecelakaan Bus Tewaskan Belasan Orang, Pengemudi Diduga Konsumsi Sabu
Indonesia
Kecelakaan Bus Tewaskan Belasan Orang, Pengemudi Diduga Konsumsi Sabu

Kasus kecelakaan maut yang melibatkan bus di Tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo) terus diusut polisi.

Irjen Napoleon Bantah Dirinya Koruptor lewat Surat Terbuka, Ini Tanggapan Mabes Polri
Indonesia
Irjen Napoleon Bantah Dirinya Koruptor lewat Surat Terbuka, Ini Tanggapan Mabes Polri

Terpidana kasus suap Napoleon Bonaparte kembali mengeluarkan surat terbuka dari dalam Rutan Bareskrim Polri.

Anak Ahok Polisikan Balik Ayu Thalia
Indonesia
Anak Ahok Polisikan Balik Ayu Thalia

Anak Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Nicholas Sean Purnama melaporkan balik seleb Ayu Thalia atas tudingan pencemaran nama baik.

Gus Yahya Ingin PBNU Fokus Tangani Kemiskinan
Indonesia
Gus Yahya Ingin PBNU Fokus Tangani Kemiskinan

NU sebagai elemen masyarakat madani nanti akan ikut berpartispasi dan kontribusi untuk menjalankan yang menjadi agenda negara.

Ali Ngabalin Lapor Polisi Kasus Pencatutan Namanya
Indonesia
Ali Ngabalin Lapor Polisi Kasus Pencatutan Namanya

Ia disebut meminta sumbangan Rp 800 juta kepada Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis.

Jumlah Pelanggar Tilang Elektronik Turun Drastis
Indonesia
Jumlah Pelanggar Tilang Elektronik Turun Drastis

Korlantas Polri menyatakan, tingkat pelanggaran lalu lintas turun hingga 90 persen di area Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).