Oknum Notaris Terlibat Mafia Tanah Rugikan Keluarga Nirina Zubir Serahkan Diri Nirina Zubir memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus mafia tanah yang menimpa keluarganya, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/11). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Pihak kepolisian sempat akan memasukan salah satu tersangka terlibat kasus mafia tanah yang merugikan keluarga artis Nirina Zubir dalam daftar pencarian orang (DPO). Dia sudah beberapa kali mangkir dari panggilan polisi.

Namun sebelum jadi DPO, tersangka ER yang merupakan oknum Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) akhirnya datang ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri.

"Karena setelah kami melakukan imbauan kemudian dia melalui Ketua Ikatan PPAT Hapendi Harahap telepon kami untuk serahkan diri," ujar Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Petrus Silalahi saat dihubungi wartawan, Selasa (23/11).

Baca Juga:

Polisi Bongkar Motif Eks ART Rampas Sertifikat Milik Ibu Nirina Zubir

Dengan menyerahkan diri ke polisi, kata Petrus, pihaknya tidak jadi untuk memasukkan ER ke DPO.

Saat digiring ke gedung Direskrimum Polda Metro Jaya, ER tampak menunduk bersembunyi di balik sejumlah rekannya yang mendampingi.

Wajahnya lesu, terus tertunduk dan tatapannya kosong.

Ia didampingi Ketua Ikatan PPAT Hapendi Harahap.

Saat dicecar wartawan, ia hanya bisa tertunduk lesu.

Baca Juga:

Polisi Blokir Rekening Tersangka Kasus Mafia Tanah yang Timpa Ibu Nirina Zubir

Rencananya yang bersangkutan langsung menjalani pemeriksaan dan penahanan.

"Iya kami akan lakukan pemeriksaan awal dengan kapasitas sebagai tersangka, kemudian kami lanjutkan dengan penahanan," tutur Petrus.

Terkait kasus ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus mafia tanah yang merugikan keluarga artis Nirina Zubir.

Diketahui sebanyak enam aset tanah dibalik nama menjadi milik mantan ART keluarga Nirina, Riri Khasmita.

Dari enam aset tersebut, dua di antaranya telah terjual ke pihak lain. Dalam kasus ini, keluarga Nirina Zubir mengalami kerugian hingga Rp 17 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Nirina Zubir Rugi Rp 17 Miliar, Polisi Tangkap 5 Pelaku Mafia Tanah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Peningkatan Kasus COVID-19 Sejumlah Negara Harus Bikin Pemerintah Waspada
Indonesia
Peningkatan Kasus COVID-19 Sejumlah Negara Harus Bikin Pemerintah Waspada

Penambahan kasus COVID-19 di sejumlah negara mesti jadi peringatan bagi pemerintah untuk waspada.

Coki Pardede Direhabilitasi
Indonesia
Coki Pardede Direhabilitasi

Komika Coki Pardede menjalani rehabilitasi terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

KPK Usung Program Penyuluh Antikorupsi dalam Pertemuan G20 ACWG
Indonesia
KPK Usung Program Penyuluh Antikorupsi dalam Pertemuan G20 ACWG

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Novianthi menyatakan, partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi tidak kalah penting dengan upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Tinggal 25 Ribu Ekor di Hutan Kalimantan, Bekantan Terancam Punah
Indonesia
Tinggal 25 Ribu Ekor di Hutan Kalimantan, Bekantan Terancam Punah

Berbagai aktivitas manusia, di antaranya pembukaan kawasan pertambangan dan perkebunan di hutan-hutan Pulau Kalimantan berdampak pada satwa endemik daerah tersebut.

Perusahaan yang Tidak Menyusun Skala Upah Pekerja di Atas Satu Tahun Bakal Kena Sanksi
Indonesia
Perusahaan yang Tidak Menyusun Skala Upah Pekerja di Atas Satu Tahun Bakal Kena Sanksi

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Pasal 79 Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 Tahun 2021

Politikus PDIP Ingatkan Mendagri Hati-Hati Angkat Pejabat Kepala Daerah
Indonesia
Politikus PDIP Ingatkan Mendagri Hati-Hati Angkat Pejabat Kepala Daerah

Komisi II DPR akan menggunakan hak konstitusional pengawasan untuk memastikan semua mekanisme terkait pj kepala daerah berjalan baik.

 Seluruh Karyawan di 23 Pusat Perbelanjaan Kota Bandung Sudah Divaksin
Indonesia
Seluruh Karyawan di 23 Pusat Perbelanjaan Kota Bandung Sudah Divaksin

Pemerintah Kota Bandung mewanti-wanti masyarakat yang telah divaksin agar tidak euforia.

Sebagian Orangtua di Jakarta Tolak Anaknya Divaksin
Indonesia
Sebagian Orangtua di Jakarta Tolak Anaknya Divaksin

Sebagian orangtua siswa di Jakarta yang tidak memperbolehkan buah hatinya disuntik vaksin COVID-19.

Uni Eropa Percepat Keanggotaan Ukraina, Invasi Rusia Bakal Makin Ganas
Dunia
Uni Eropa Percepat Keanggotaan Ukraina, Invasi Rusia Bakal Makin Ganas

Rusia sebelumnya telah mengultimatum negara-negara barat lainnya untuk tidak ikut campur dalam krisis yang terjadi di Ukraina.

Anies Klaim Telah Perbaiki Kualitas Udara Jakarta Sebelum Putusan PN Jakpus
Indonesia
Anies Klaim Telah Perbaiki Kualitas Udara Jakarta Sebelum Putusan PN Jakpus

Pemprov DKI Jakarta mengaku telah memperbaiki udara di ibu kota sebelum adanya vonis bersalah melakukan perbuatan melawan hukum ihwal polusi.