Oknum Dosen IPB Siapkan Bom Ikan Berisi Paku Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Fakta baru terkuak dari kasus yang membelit dosen Institut Pertanian Bogor, Abdul Basith. Ternyata bom yang disita di kediamannya di Bogor, Jawa Barat adalah bom ikan.

Bom itu diduga bakal ia gunakan saat pelantikan Presiden 20 Oktober nanti. Hal ini terungkap setelah hasil pemeriksaan terhadap barang bukti keluar atau rampung. Dimana diketahui ada puluhan bom yang disita polisi sebagai barang bukti. Barang bukti ada di Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Simpan 28 Bom Molotov, Dosen IPB Terancam Hukuman Mati

"Bukan bom molotov ya, itu bom ikan yang didalamnya ada paku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (3/10).

Abdul dan sembilan tersangka lain ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya. Pihaknya hingga kini masih mendalami keterangan masing-masing tersangka.

Dosen IPB Abdul Basith ditangkap polisi terkait Aksi Mujahid 212
Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith.

Nantinya keterangan para tersangka akan dimasukan ke berkas mereka untuk kemudian penyidik menyusun berkas kasus agar bisa segera diserahkan ke pihak Kejaksaan untuk segera masuk ke persidangan.

"Sudah kita lakukan penanganan dan akan segera kita sidik dan kita selesaikan dan kirim ke kejaksaan," kata dia lagi.

Polisi telah menetapkan Abdul Basith sebagai tersangka karena diduga merencanakan demo rusuh dengan menyiapkan bahan-bahan peledak. Abdul Basith ditangkap di Tangerang bersama sejumlah orang oleh tim Polda Metro Jaya dan Densus 88 sekitar Sabtu dini hari, 28 September 2019.

Baca Juga:

Orator Aksi Mujahid 212: Jokowi Mundur Sekarang Juga!

Mereka, oleh polisi, dijerat dengan sejumlah pasal, salah satunya Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

"Undang Undang Darurat, KUHP 169, ada beberapa pasal yang diterapkan di sini sesuai dengan perbuatan masing-masing di sini cukup banyak, baik pasal KUHP maupun pasal-pasal terkait menyangkut masalah Undang Undang Darurat kepemilikan terhadap bahan peledak," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Ketum PAN Dipanggil ke Istana
Indonesia
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Ketum PAN Dipanggil ke Istana

Presiden RI Joko Widodo memanggil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa petang, di tengah isu perombakan atau reshuffle kabinet.

Persilakan Rakyat Tangkap Harun Masiku, KPK Dicap Kibarkan Bendera Putih
Indonesia
Persilakan Rakyat Tangkap Harun Masiku, KPK Dicap Kibarkan Bendera Putih

KPK telah menetapkan eks politikus PDIP Harun Masiku sejak Januari 2020.

Pengunjung Sidang Keluar dan TV Berhenti Tayang saat Putri Candrawathi Bersaksi
Indonesia
Pengunjung Sidang Keluar dan TV Berhenti Tayang saat Putri Candrawathi Bersaksi

Terdakwa Putri Candrawathi menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Yosua Hutabarat.

Ibu dan Anak Tewas dalam Kecelakaan di Tol JORR
Indonesia
Ibu dan Anak Tewas dalam Kecelakaan di Tol JORR

"Iya betul (korban meninggal ibu dan anak)," ujar Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Kompol Hartono kepada wartawan, Senin (26/9).

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumenep
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumenep

Ada penangkapan tiga orang warga terduga terlibat jaringan terorisme Densus 88 di Sumenep, Jawa Timur, Jumat (28/10).

Wagub DKI Minta Warga Tak Berprasangka Buruk Soal Pemeriksaan Anies oleh KPK Besok
Indonesia
Wagub DKI Minta Warga Tak Berprasangka Buruk Soal Pemeriksaan Anies oleh KPK Besok

Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria meminta kepada warga untuk tidak berprasangka buruk pada agenda pemeriksaan Anies besok.

Ambisi Rian Ernest Bersama Golkar di Pemilu 2024
Indonesia
Ambisi Rian Ernest Bersama Golkar di Pemilu 2024

Rian menyampaikan ambisinya bersama partai berlambang pohon beringin tersebut. Ia ingin maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD DKI Jakarta 2024.

Jelang Verifikasi Parpol, Bawaslu Minta Jajarannya Bekerja Sesuai Regulasi
Indonesia
Jelang Verifikasi Parpol, Bawaslu Minta Jajarannya Bekerja Sesuai Regulasi

"Saat ini verifikasi administrasi masih di tingkat RI. Akun Sipol (Sistem Informasi Politik) yang diberikan hanya 'melihat', tetapi bukan berarti diam. Kami bisa melakukan deteksi dini," ungkap Totok

Upaya APJII Memperkuat Industri Big Data di Indonesia
Indonesia
Upaya APJII Memperkuat Industri Big Data di Indonesia

Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) terus berupaya menguatkan industri Big Data di Indonesia dengan menjalin kerja sama dengan Binokular Media Utama.

Ferdy Sambo dan 2 Anak Buahnya Jalani Sidang Pledoi Hari Ini
Indonesia
Ferdy Sambo dan 2 Anak Buahnya Jalani Sidang Pledoi Hari Ini

Sekedar informasi, Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup. Sambo dinilai bersalah dalam pembunuhan Brigadir Yosua.