Oknum Aparat Penembak Jurnalis di Sumut Kesal Usaha Sang Bos Diberitakan Negatif Ilustrasi penembakan (Merahputih)

Merahputih.com - Pelaku penembakan terhadap wartawan media online, Mara Salem Harahap alias Marsal di Simalungun, Sumatera Utara akhirnya tertangkap. Tiga orang dibekuk polisi dan digelandang ke Mapolres Pematangsiantar.

Tiga tersangka itu berinisial YFP (31) warga Pematangsiantar, A oknum aparat selaku eksekutor penembakan dan pengusaha berinisial S (57) warga Pematangsiantar. Motif penembakan korban, karena tersangka S sakit hati lantaran korban memberitakan peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya.

Baca Juga:

Jurnalis Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal, Kapolda Sumut Pastikan Usut Tuntas

"Sehingga tersangka menyuruh orang untuk memberikan pelajaran kepada korban," ujar Kapolda Sumatera Utara, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (24/6).

Korban diduga memberitakan tempat usaha tersangka S karena permintaannya berupa uang dan barang lainnya tak terpenuhi. Namun ternyata tembakan di tubuh korban mengenai paha kiri bagian atas dan mengenai pembuluh arteri.

Luka itu menimbulkan pendarahan hebat dan menyebabkan korban kehabisan darah hingga meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Selain menangkap ketiga pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti satu pucuk pistol dengan 6 butir peluru aktif.

Pistol tersebut sempat ditanam salah seorang tersangka di areal pemakaman untuk menghilangkan barang bukti. Selain itu diamankan satu senjata air sofgun, mobil korban dan satu unit sepedamotor, dan parang.

Dari uji balistik peluru di paha kiri korban cocok dengan proyektil yang ditemukan polisi serta pistol yang digunakan menembak korban.

Demo wartawan.
Demo wartawan.( Foto: Antara)

S kemudian mentransfer uang sejumlah Rp 15 juta kepada A untuk dibelikan senjata. Lalu pada 19 Juni 2021, S kembali mentransfer Rp 10 Juta kepada A dan Rp 5 juta kepada Y plus Rp3 juta menyusul.

“Jadi Y menerima total Rp 8 juta,” ucap dia.

Senjata itu, kata Panca, diduga berasal dari perdagangan ilegal. "Itu senjata pabrikan. Nomor registernya jelas, buatan Amerika. Senjata pabrikan belum tentu masuk dengan benar dan milik kesatuan," jelas dia.

"Tolong dicatat baik-baik, bisa saja ini masuk dari penggelapan dan perdagangan ilegal. Ini tidak teregister di kesatuan. Nomor registernya ada, dan ini akan kami dalami terus," kata Panca.

Menurut Kapolda, pengungkapan kasus tersebut berkat kerjasama Polda Sumatera Utara dan Kodam Bukit Barisan serta setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 57 saksi mata dan petunjuk lainnya.

Baca Juga:

Dituduh Menabrak, Wartawan Online di Surabaya Dianiaya Orang Tak Dikenal

Atas perbuatannya, Sujito dan oknum TNI berinisial H ini dijerat Pasal 338 dan Pasal 340 KUHPidana. "Ancaman hukumannya itu mati dan seumur hidup. Ini pasal cukup berat," kata Panca.

Dia pun turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan kepada Polri untuk mengungkap kasus ini. "Kalau ada hal yang tidak berkenan, saya mohon maaf," katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Umumkan Kehidupan Normal
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Umumkan Kehidupan Normal

Dalam video tersebut tidak ada kaitanya dengan Prokes Covid 19 baik penggunaan masker ataupun kegiatan masyarakat yang dibebaskan.

Nongkrong Malam Minggu, Siap Siap Diciduk Pol PP
Indonesia
Nongkrong Malam Minggu, Siap Siap Diciduk Pol PP

"Malam Mingguan tetap di rumah saja dan tidak nongkrong-nongkrong serta berkerumun," imbau Arifin.

PSI: Wali Kota Tangsel Dianggap Gagal Jaga Netralitas ASN
Indonesia
PSI: Wali Kota Tangsel Dianggap Gagal Jaga Netralitas ASN

"PSI sudah ingatkan jauh-jauh hari mengenai netralitas ASN dalam pilkada. Tapi yang terjadi justru sebaliknya," kata Ferdi

Gus Yaqut Sambangi KPK, Bahas Pencegahan Korupsi di Kemenag
Indonesia
Gus Yaqut Sambangi KPK, Bahas Pencegahan Korupsi di Kemenag

KPK menyambut baik harapan dan maksud kedatangan Menag

Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19
Indonesia
Satgas Sebut Butuh Waktu Panjang untuk Kendalikan COVID-19

Penggunaan vaksin Sinovac masih menunggu emergency use authorization (UEA) yang akan dikeluarkan oleh Badan POM.

Penerimaan Pajak Masih Seret
Indonesia
Penerimaan Pajak Masih Seret

rdasarkan seluruh jenis pajak terdapat indikasi pemulihan meskipun belum semua sektor pulih sehingga menunjukkan penerimaan pajak ini telah mulai mengalami perubahan arah kepada perbaikan.

KPK Buru Truk Pembawa Barbuk Kasus Pajak dari Kantor PT Jhonlin Haji Isam
Indonesia
KPK Buru Truk Pembawa Barbuk Kasus Pajak dari Kantor PT Jhonlin Haji Isam

KPK bakal terus memburu truk yang membawa kabur barang bukti kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama di Bali Lampaui 100 Persen Target
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama di Bali Lampaui 100 Persen Target

Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama telah mencapai 100 persen dari target sasaran penduduk yang divaksin.

Ma'ruf Amin: Industri Asuransi Syariah Akan Hadapi Tantangan
Indonesia
Ma'ruf Amin: Industri Asuransi Syariah Akan Hadapi Tantangan

Persaingan usaha asuransi syariah di dalam negeri akan semakin kompetitif

Takut Diributin Jika Rapat di Restoran, DPRD DKI Pilih Rapat di Puncak
Indonesia
Takut Diributin Jika Rapat di Restoran, DPRD DKI Pilih Rapat di Puncak

Meski di tangah pandemi corona, pembelaan Gilbert, Legislatif tetap harus membahas dan merampungkan KUPA APBD untuk kepentingan warga DKI. Karena ini menyangkut uang rakyat Jakarta.