OJK Buka Peluang Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Layanan Bank. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit di sektor perbankan mengingat kondisi pandemi yang masih belum kondusif. Hal ini juga terkait, adanya pembatasan mobilitas masyarakat.

"Keputusan resmi OJK akan dikeluarkan paling lambat akhir Agustus 2021," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (30/7).

Saat ini, aturan restrukturisasi kredit di sektor perbankan yang selama ini sudah diatur dalam POJK Nomor 48/POJK.03/2020 dan restrukturisasi pembiayaan di lembaga jasa keuangan non bank berdasarkan Peraturan OJK Nomor 58/POJK.05/2020.

Baca Juga:

Restrukturisasi Kredit Melandai

Ia mengatakkan, meskipun indikator ekonomi domestik sampai Juni msih menunjukkan berlanjutnya pemulihan, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena pemberlakuan PPKM yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan.

Kredit perbankan pada Juni 2021 sendiri meningkat sebesar Rp 67,39 triliun dan telah tumbuh sebesar 0,59 persen (yoy), meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 11,28 persen (yoy). Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.

Profil risiko perbankan masih relatif terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross tercatat sebesar 3,24 persen (NPL net: 1,06 persen).

Likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Juni 2021 terpantau di atas ambang batas.

Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Rasio kecukupan modal atau CAR industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen, jauh di atas ambang batas.

Ketua OJK Wimbo Santoso. (Foto: Antara)
Ketua OJK Wimboh Santoso. (Foto: Antara)

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri (Persero) Ahmad Siddik Badruddin menyatakan telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 439.629 debitur dengan total baki debet sebesar Rp 96,5 triliun per Juni 2021.

Restrukturisasi tersebut meliputi debitur UMKM sebanyak 270.806 debitur atau 62 persen dengan baki debet Rp 25,5 triliun dan debitur non-UMKM sebanyak 168.823 debitur atau 38 persen dari total debitur dengan baki debet Rp 71 triliun.

“Bank Mandiri telah melakukan restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak pandemi COVID-19 dan kita telah memberikan support ke lebih dari 439 ribu debitur,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Ahmad menyebutkan terdapat beberapa sektor produktif terbesar yang masuk dalam program restrukturisasi kredit ini yang meliputi sektor jasa konstruksi infrastruktur sebesar Rp 21,1 triliun serta hotel, restoran, dan akomodasi sebesar Rp 7 triliun. Kemudian jasa transportasi Rp 6,1 triliun, energi dan air Rp6 triliun, serta perdagangan eceran makanan, minuman dan rokok Rp 5,3 triliun. (*)

Baca Juga:

OJK Ingatkan Bank Untuk Berjaga Antisipasi Restrukturisasi Kredit

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Diminta Tak Bikin Kebijakan yang Hambat Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
Polisi Diminta Tak Bikin Kebijakan yang Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Selain itu, penyerapan anggaran pemerintah daerah juga harus ditingkatkan

Amien Rais Lempar Isu Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang, Istana: Mungkin Faktor Uzur
Indonesia
Amien Rais Lempar Isu Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang, Istana: Mungkin Faktor Uzur

Menurut Ngabalin, seharusnya Amien ingat bahwa ucapannya berpotensi mempengaruhi ruang publik

[HOAKS atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Mundur, Jokowi: Prabowo Gantikan Posisi!
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Mundur, Jokowi: Prabowo Gantikan Posisi!

“MENGEJUTKAN! MA’RUF AMIN MUNDUR JOKOWI : PRABOWO GANTIKAN POSISI !”

Polda Jabar Tangkap Sepasang Kekasih Pembuat Video Panas Bogor
Indonesia
Polda Jabar Tangkap Sepasang Kekasih Pembuat Video Panas Bogor

Mereka diketahui merekam adegan tak senonoh tersebut di salah satu hotel di Kabupaten Bogor.

Pembangunan Tol Serang Panimbang Kelar Dalam 2 Tahun
Indonesia
Pembangunan Tol Serang Panimbang Kelar Dalam 2 Tahun

Pengerjaan tol Serang-Panimbang dibagi dalam tiga seksi sepanjang 83,67 kilometer. Seksi 1 yaitu Serang hingga Rangkasbitung sekitar 26,5 kilometer, seksi 2 dari Rangkasbitung hingga Cileles sepanjang 24,1 kilometer dan seksi 3 dari Cileles hingga Panimbang sepanjang 33 kilometer.

Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran
Indonesia
Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran

"Setelah lebaran mulai tanggal 19 (Mei) sampai saat ini sedikit naik, walaupun tidak terjadi lonjakan. Mudah-mudahan lonjakan ini tidak terjadi," kata Plh Direktur Pelayanan Medik Perawatan dan Penunjang RSHS, dr Yana Akhmad Supriatna Sp.PD-KP, di RSHS, Bandung, Senin (31/5).

Dari 414 Kasus Omicron, Dua Pasien Harus Pakai Tabung Oksigen
Indonesia
Dari 414 Kasus Omicron, Dua Pasien Harus Pakai Tabung Oksigen

Sebanyak 114 pasien yang terpapar kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia sudah sembuh.

Mudik Sudah Dilarang, Menteri Jangan Beda Kebijakan
Indonesia
Mudik Sudah Dilarang, Menteri Jangan Beda Kebijakan

Jajaran pemerintahan, harus senada dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Polisi Jerat Pelaku Pemukulan Anggota saat Razia Masker dengan Pasal Berlapis
Indonesia
Polisi Jerat Pelaku Pemukulan Anggota saat Razia Masker dengan Pasal Berlapis

Polresta Surakarta, Jawa Tengah menahan pria berinisial H (42) dan menetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap anggota saat razia yustisi maker.

Anggota TNI-Polri Aktif Jangan Duduki Jabatan Sipil
Indonesia
Anggota TNI-Polri Aktif Jangan Duduki Jabatan Sipil

TNI sebaiknya lebih fokus pada tugas utama dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI daripada melaksanakan tugas tambahan, apalagi mengisi jabatan sipil.