Ogah Ditanya soal Kivlan Zen, Menkopolhukam: Nanti Simpang Siur Menko Polhukam Wiranto (Dok. Sekretariat Kabinet)

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam) Wiranto tak mau berkomentar saat ditanya soal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

Wiranto mengaku tak mau mengomentari karena nanti bisa simpang siur soal penyampaiannya. Sebab, menurut Wiranto sudah banyak yang menjawab soal alasan penangguhan penahanan Kivlan tak dikabulkan juga, salah satunya Polri.

Baca Juga: Wiranto: Saya Maafkan Kivlan Zen, Tapi

Menko Polhukam, Wiranto. (Antaranews)
Menko Polhukam, Wiranto. (Antaranews)

"Pak Kivlan dari polisi sudah menjelaskan. Jangan simpang siur nanti malah," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/7).

Dalam kesempatan tersebut, Wiranto sempat juga ditanyakan soal alasan akhirnya Kemenkopolhukam mengabulkan permintaan bantuan hukum Kivlan namun tidak penangguhan penahanannya. Namun, Wiranto tak menjawab pertanyaan tersebut.

Baca Juga: Dinilai Persulit Aksi Massa GERAK, Kivlan Zen Kritik Wiranto dan Presiden Jokowi

Untuk diketahui, sejak kasus ini terungkap, nama Kilvan disebut-sebut memberikan perintah langsung kepada para tersangka kasus penyeludupan senjata untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Enam tersangka yang telah ditahan juga sudah memberikan pernyataan terkait dugaan adanya keterlibatan Kivlan merancang pembunuhan terhadap empat tokoh nasional yang di antaranya Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menkopolhukam Wiranto.

Kivlan Zen ditahan di Rutan Guntur
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyuruh sejumlah eksekutor untuk membunuh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, hal ini terungkap lewat pengakuan tersangka kepada penyidik (antaranews)

Baca Juga: Pernah Ditargetkan Dibunuh, Wiranto Tolak Beri Penangguhan Penahanan Kivlan Zen

Selain itu, ada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Kuasa hukum Kivlan Zen, Muhammad Yuntri mengatakan kliennya mengakui menerima uang senilai US$4.000 dari tersangka Habil Marati. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH