Ogah Cengeng, Perajin Wayang Kulit Tetap Berkarya Perajjin wayang kulit tetap berkarya meski pertunjukan wayang makin sepi peminat. (foto: MP/don)

PERTUNJUKAN wayang kulit Jawa Timur kini semakin langka. Pergeseran kesenian ini disebabkan modernisasi yang kian meluas. Padahal, pertunjukan wayang selalu sarat akan pesan moral dan sosial yang kental.

Sepinya pertunjukan wayang berefek signifikan bagi perajin wayang kulit. Pertunjukan yang sepi membuat order wayang juga ikut turun. Meski begitu, Danar Duwi Putra, 30, perajin wayang kulit khusus Jawa Timur di kawasan Pelampitan, Peneleh, Surabaya, hingga kini masih konsisten berkarya. Ia ogah cengeng, tapi malah tetap berkarya.

BACA JUGA:

Asal-Usul Bakcang, Sajian Khas Perayaan Pe Cun

Danar mengatakan, kendati daya minat kerajinan wayang kulit makin menurun, ia tak berhenti membuat karya-karya barunya. Wayang kulit Jawa Timur banyak karakter. Butuh waktu untuk pengerjaannnya. Satu tokoh wayang kulit bisa ia kerjakan satu hingga tiga minggu. Tergantung detail tokoh wayang kulit yang dibuat. Setiap karakter tokoh wayang kulit memiliki tingkat kerumitan dan detail yang berbeda-beda. "Itu belum pewarnaan ornamen dan variasinya. Itu pun berdasarkan watak tokohnya," imbuh Danar.

Saat ditanya berapa harga wayang per tokohnya, Danar mengaku tak membrikan banderol pasti yang pantas jika ada yang berminat membeli wayang kulit khasil karyanya. "Bahannya ya satu lembar kulit kerbau untuk empat hingga enam tokoh wayang. Tergantung besar kecilnya tokoh. Itu jadi ukuran baku atau standar wayang kulit. Kalau ada pembeli yang mampir ke sini, dan jika saya ada stok, ya monggo langsung bisa transaksi di tempat," ungkapnya.

wayang kulit
Perajin wayang kulit tetap bertahan. (foto: MP/Don)

Ia mengatalan tak akan berhenti untuk mengembangkan karyanya secara mandiri. Danar bahkan akan menggelar pameran tunggal dalam waktu dekat. "Saya tak akan berhenti berkarya dan menciptakan wayang kulit khas Jawa Timur ini. Sebagai perajin, saya harus bisa membuktikan dan mampu mengembangkan kesenian ini meskipun enggak ada yang bantu saya sama sekali," pungkas Danar.(*)

Artikel ini merupakan laporan kontributor Merahputih untuk Jawa Timur.



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH