Nyerah, Malaysia Siapkan Satu Triliun Rupiah untuk Penemu Bangkai MH370 Polisi militer dan polisi Perancis memeriksa potongan besar bangkai pesawat yang ditemukan di pantai Saint-Andre di kepulauan Samudra Hindia Perancis, La Reunion, Rabu (29/7). (Foto Reuters)

MerahPutih.Com - Otoritas Malaysia akhirnya menyerah dalam pencarian bangkai pesawat MH370. Pada Rabu (10/1) Malaysia menyatakan akan membayar perusahaan Amerika Serikat sebesar Rp 1 Triliun jika perusahaan tersebut berhasil menemukan bangkai pesawat MH370 dalam waktu 90 hari di Samudera Hindia bagian selatan.

Pesawat dengan 239 penumpang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 2014 itu hilang dan menjadi salah satu kegaiban terbesar penerbangan di dunia.

Australia, China dan Malaysia sudah menghabiskan 200 juta dolar AS pada Januari tahun lalu untuk menyisir daerah seluas 120.000 km persegi demi mencari bangkai pesawat itu, namun tanpa hasil.

Sebagaimana dilansir Antara pada Rabu, Menteri Angkutan Malaysia Liow Tiong Lai mengatakan bahwa perusahaan asal Houston, Ocean Infinity, akan mencari MH370 di wilayah prioritas seluas 25.000 km persegi.

Dalam kesepakatan itu, Ocean Infinity akan pulang dengan tangan hampa jika tidak menemukan apapun.

"Pada saat ini, kapal Seabed Constructor dalam perjalanan ke wilayah pencarian itu, mengingat cuaca di samudra Hindia selatan tengah bersahabat," kata Liow kepada wartawan.

Pencarian akan dimulai pada 17 Januari, kata direktur pelaksana Ocean Infinity, Oliver Plunkett.

Ocean Infinity akan menerima bayaran 20 juta dolar AS jika pesawat ditemukan di area 5.000 km persegi, 30 juta dolar AS dalam jarak pencarian 10.000 km persegi, dan 50 juta dolar AS dalam 25.000 km persegi.

“Di luar wilayah tersebut, Ocean Infinity akan dibayar 70 juta dolar AS (hampir satu triuliu rupiah), “kata Liow.

Prioritas Ocen Infinity adalah menemukan lokasi bangkai atau rekaman kokpit, untuk kemudian melaporkan bukti-bukti lengkapnya dalam waktu 90 hari.

"Mereka tidak bisa terus-menerus mencari atau memperpanjang waktu sampai enam bulan," kata Liow sebagaimana dilansir Antara.

Kapal Seabed Constructor membawa delapan kendaraan selam otomatis yang akan menjelajahi dasar lautan dengan peralatan pemindaian. Mereka juga membawa 65 kru, termasuk dua orang wakil pemerintah Malaysia.

Menurut Plunkett, kapalnya sanggup menyelesaikan pencarian selama tiga atau empat pekan, dan memindai area seluas 60.000 km persegi dalam 90 hari. Usaha utama Ocean Infinity adalah industri minyak dan gas, dan juga layanan eksplorasi untuk pemetaan dasar laut.

“Pemegang saham perusahaan akan menanggung biaya pencarian, “kata Plunkett.

Hingga kini, hanya ada tiga bagian pesawat ditemukan di Samudra Hindia dan sepanjang garis pantai timur Afrika.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH