Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Nyepi dan Malam Takbiran Bareng, Bali Petakan 3 Daerah Rawan Gesekan

Arsip - Seorang Pecalang berpatroli di Hari Raya Nyepi (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan aturan umat muslim yang merayakan malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi hanya boleh dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Kemarin waktu rapat dengan semua majelis umat beragama sudah ada imbauan agar takbirannya dilaksanakan di rumah masing-masing, imbauan dari majelisnya begitu, bukan imbauan dari gubernur," kata Koster, mengumumkan hasil rapat koordinasi dengan organisasi keagamaan di Bali, dikutip Selasa (17/3).

3 Daerah Rawan Gesekan

Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial, Koster menyebut daerah rawan gesekan seperti Denpasar, Buleleng, dan Jembrana telah dipetakan.

Baca juga:

Kemenag Terbitkan Aturan Malam Takbiran Bareng Nyepi, Khusus Berlaku di Bali

Untuk itu, Pemprov Bali bersama TNI/Polri dan desa adat memperkuat koordinasi lintas sektor, deteksi dini potensi konflik, serta mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif.

"Kita juga perlu mewaspadai berbagai dinamika sosial, seperti kemungkinan munculnya narasi provokatif di media sosial, kurangnya pemahaman terhadap ketentuan pelaksanaan Nyepi oleh pendatang maupun wisatawan asing, serta potensi gangguan keamanan," paparnya.

Jaminan dari Ormas Islam di Bali

Namun, Koster menambahkan sejumlah organisasi keagamaan seperti MUI dan Muhammadiyah di beberapa kabupaten sudah mengeluarkan arahan.

Bahkan, Gubernur menjamin di kawasan Denpasar dan Buleleng, kesepakatan telah dibuat agar takbiran tidak dilakukan di luar rumah.

Baca juga:

Hari Raya Nyepi, Momentum Perjalanan Spiritual Capai Kedamaian Batin dan Harmoni dengan Alam

“Suatu langkah bagus di Denpasar sudah ada kesepakatan tidak ada takbiran, kemudian juga di Buleleng, bahkan di daerah yang biasanya ada takbiran jadi nanti itu tidak ada, dia lebih awal mengadakan takbiran,” imbuhnya, dikutip Antara.

Dengan keputusan itu, Koster menegaskan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. “Tanggal 19 Maret tidak ada takbiran, sehingga aman, kondusif, dan saya sudah memfasilitasi untuk melakukan itu,” tandas Gubernur. (*)

#Hari Raya Nyepi #Malam Takbiran #Bali
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Penguraian antrean BBM tersebut juga didukung oleh penguatan pasokan melalui jalur laut yang tiba pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Indonesia
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Keterlambatan distribusi sehari mempengaruhi pasokan BBM yang ada di setiap SPBU.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Indonesia
Atasi Kelangkaan di Bali, Pertamina Kirim Kapal Tangker Isi 57,9 Juta Liter BBM
Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Atasi Kelangkaan di Bali, Pertamina Kirim Kapal Tangker Isi 57,9 Juta Liter BBM
Indonesia
Antrean BBM Makin Parah, Bali Tetapkan Kerja dan Belajar dari Rumah 3 Hari Mulai Besok
Pemprov Bali berlakukan WFH dan sekolah daring 15-17 Oktober 2026 imbas antrean BBM. Simak aturan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Antrean BBM Makin Parah, Bali Tetapkan Kerja dan Belajar dari Rumah 3 Hari Mulai Besok
Indonesia
Antrean Beli BBM di Bali Rugikan Warga dan Pariwisata Pulau Dewata
Kondisi tersebut, merugikan aktivitas ekonomi masyarakat dan tidak sejalan dengan posisi sebagai destinasi pariwisata internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Antrean Beli BBM di Bali Rugikan Warga dan Pariwisata Pulau Dewata
Indonesia
Warga Bali Antre Beli BBM, Koster Meminta Masyarakat Tidak Panik
Penambahan pasokan dan percepatan penyaluran diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan serta memulihkan pelayanan pengisian BBM bagi masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Warga Bali Antre Beli BBM, Koster Meminta Masyarakat Tidak Panik
Indonesia
BBM Langka di Bali, Gubernur Koster Sebut Warga Panik Takut Kehabisan
. Warga berbondong-bondong mengisi BBM secara bersamaan sehingga pasokan di sejumlah SPBU cepat habis.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
BBM Langka di Bali, Gubernur Koster Sebut Warga Panik Takut Kehabisan
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dunia
Sentuhan Ulos dan Adat Bali, Atlet Indonesia Hentak Pembukaan Asian Games 2026
Atlet Indonesia Dewa Ayu dan Daniel Hutapea tampil memesona membawa pakaian adat Bali dan Batak pada pembukaan Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Sentuhan Ulos dan Adat Bali, Atlet Indonesia Hentak Pembukaan Asian Games 2026
Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Bagikan