Pilkada Serentak
Nyaris 100 Perkara Pilkada Diteruskan ke Polisi Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) menerima 657 pelanggaran Pilkada 2020. Dari jumlah tersebut 99 perkara diteruskan ke Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, Polri sudah menaikkan 99 perkara tersebut ke tahap penyidikan sebanyak 31 perkara.

Kemudian tahap I 12 perkara, P21 atau telah selesai 1 perkara, tahap 2 sebanyak 41 perkara dan SP3 atau dihentikan 14 perkara.

Baca Juga:

Pilkada Klaten, 40 Anggota KPPS Terpapar COVID-19

Adapun jenis pelanggaran, pemalsuan sebanyak 4 perkara, tidak melaksanakan verifikasi & rekap dukungan 4 perkara, mutasi pejabat 6 bulan sebelum paslon 2 perkara. Kemudian menghilangkan hak seseorang menjadi calon 2 perkara.

Kemudian mahar politik 1 perkara, money politik 15 perkara, tindakan menguntung/merugikan salah satu paslon 46 perkara, menghalangi penyelenggara pemilihan melaksanakan tugas 4 perkara, kampanye dengan menghina.

Lalu ada pelanggaran karena menghasut, SARA 9 perkara, kampanye dengan kekerasan/ancaman/menganjurkan kekerasan 2 perkara.

Ada juga kampanye libatkan pihak yang dilarang 3 perkara, kampanye menggunakan fasilitas pemerintah 1 perkara dan kampanye di tempat ibadah/pendidikan 1 perkara.

Pilkada Serentak
Ilustrasi Pilkada Serentak. (Foto: Antara).

“Adapun kasus pelanggaran protokol kesehatan keseluruhan sebanyak 31 kasus,” Kata Awi dalam keterangannya, Jumat (27/11).

Menurut dia, selama Pilkada, sentra Gakkumdu telah melakukan berbagai kegiatan yang bersifat preemtif, preventif, dan refresif.

“Untuk tanggal 25 November 2020, kegiatan refresif nihil, preemtif sebanyak 61 dan preventif 295 kali,” ungkap Awi. (Knu)

Baca Juga:

DPR Apresiasi Kominfo Tangani Hoaks Pilkada

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masih Legalkan Hukuman Mati, Harlah Pancasila Dianggap Hanya Pepesan Kosong
Indonesia
Masih Legalkan Hukuman Mati, Harlah Pancasila Dianggap Hanya Pepesan Kosong

"Selama hukuman mati masih menjadi satu bentuk sanksi dalam hukum pidana kita, maka Indonesia masih jauh dari cita-cita luhur pendiri bangsa yang terkandung dalam Pancasila," ungkap ICJR

Kebijakan New Normal Tambah Beban Tim Medis
Indonesia
Kebijakan New Normal Tambah Beban Tim Medis

bila PSBB dituntaskan DKI akan mulai masuk masa transisi atau new normal (tatanan hidup baru).

Relaksasi Penyampaian Dokumen Kelengkapan SPT 2019 di Tengah COVID-19
Indonesia
Relaksasi Penyampaian Dokumen Kelengkapan SPT 2019 di Tengah COVID-19

Penyampaian SPT tahunan orang pribadi mundur dari 31 Maret 2020. Batas waktu penyampaian menjadi tanggal 30 April 2020.

Pemprov DKI Setor Rp370 Juta ke Kas Daerah dari Denda PSSB
Indonesia
Pemprov DKI Setor Rp370 Juta ke Kas Daerah dari Denda PSSB

Data itu terhitung hingga 28 Juni 2020 kemarin

Kejaksaan Buru Penyebar Dokumen Soal Pemeriksaan Anggota Harus Izin Jaksa Agung
Indonesia
Kejaksaan Buru Penyebar Dokumen Soal Pemeriksaan Anggota Harus Izin Jaksa Agung

Pedoman Nomor 7 Tahun 2020 belum secara resmi dikeluarkan atau diedarkan oleh Biro Hukum Kejaksaan Agung.

KPK Limpahkan Barang Bukti dan Lima Tersangka Korupsi Proyek Waskita Karya
Indonesia
KPK Limpahkan Barang Bukti dan Lima Tersangka Korupsi Proyek Waskita Karya

Dalam waktu 14 hari kerja, JPU akan menyusun surat dakwaan

KPK Minta Maqdir Ismail Laporkan Keberadaan Eks Sekretaris MA Nurhadi
Indonesia
KPK Minta Maqdir Ismail Laporkan Keberadaan Eks Sekretaris MA Nurhadi

Maqdir sempat menyatakan bahwa kliennya tersebut berada di Jakarta

Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI
Indonesia
Perkantoran dan Permukiman Penyumbang Kasus Terbanyak Corona di DKI

Untuk tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 62.063

[HOAKS atau FAKTA] RSUD di Jakarta dan Depok Ditutup Karena Puluhan Karyawan Positif Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] RSUD di Jakarta dan Depok Ditutup Karena Puluhan Karyawan Positif Corona

Dalam pesan berantai itu juga menyebutkan 3 RSUD yang ditutup sementara karena pegawai terkonfirmasi COVID-19

Kaum Muda Tidak Sadar Terinfeksi COVID-19
Indonesia
Kaum Muda Tidak Sadar Terinfeksi COVID-19

Virus corona penyebab COVID-19 pada dasarnya sama dengan virus corona lain penyebab penyakit lain