Nyanyian Demonstran Berpotensi Tularkan COVID-19 Buruh melakukan unras menolak Undang-undang Cipta Kerja yang telah disahkan DPR dengan memadati ruas jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten, Rabu, (7/10). Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Merahputih.com - Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berpendapat aksi demonstrasi yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang terjadi belakangan ini berpotensi memunculkan klaster baru, sehingga memicu lonjakan COVID-19 di Tanah Air. Peristiwa demonstrasi mempertemukan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik namun juga tidak mengenakan masker.

Baca Juga:

Makin Meluas, Bentrokan Massa Demo Omnibus Law Terjadi di Semanggi dan Taman Sari

"Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama Covid," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr M Adib Khumaidi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (9/10). Ditambah lagi banyaknya kemungkinan peserta demonstrasi yang datang dari kota atau wilayah yang berbeda. "Jika terinfeksi, mereka dapat menyebarkan virus saat kembali ke komunitasnya," ujarnya. Bukan merupakan tugasnya sebagai tenaga kesehatan untuk menilai mengapa orang-orang tersebut terlibat dalam demonstrasi. "Dalam hal ini, kami menjelaskan kekhawatiran kami dari sisi medis dan berdasarkan sains, hal yang membuat sebuah peristiwa terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktivitas yang lain. Bahkan, diperkirakan akan terjadi lonjakan masif yang akan terlihat dalam waktu 1-2 minggu mendatang," jelas Adib. Dalam kondisi saat ini, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid yang terus bertambah. Adib menambahkan, selama pekan pertama Oktober 2020 sudah ada 5 dokter meninggal akibat COVID-19. "Sehingga total ada 132 dokter wafat akibat Covid. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 68 dokter umum (4 guru besar), dan 62 dokter spesialis (5 guru besar), serta 2 residen," ujarnya.

Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran saat unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/hp.
Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran saat unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/hp.

Keseluruhan dokter tersebut berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang ( Kota/Kabupaten). Berdasarkan data provinsi, Jawa Timur sebanyak 31 dokter, Sumatera Utara 22 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter, Sumatera Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, DI Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 4 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Banten 1 dokter, dan Papua Barat 1 dokter. Hal ini dikarenakan Lonjakan pasien Covid terutama orang tanpa gejala (OTG) yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di berbagai daerah juga meningkat.

Baca Juga:

Usai Demo Berujung Rusuh, Wali Kota Risma Marah-marah

Bahkan, sebagaimana dikutip Antara, klaster-klaster baru penularan Covid terus bermunculan dalam beberapa minggu terakhir karena sejumlah wilayah di Indonesia mulai melepas PSBB dan membuka wilayahnya kembali untuk pendatang yang berarti lebih banyak orang yang menjalani aktivitas di luar rumah. "Termasuk, peristiwa demonstrasi yang terjadi beberapa hari belakangan ini," ucapnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Minta Dikritik, Prima: Kita Dibayang-bayangi Kekhawatiran Diciduk Aparat
Indonesia
Jokowi Minta Dikritik, Prima: Kita Dibayang-bayangi Kekhawatiran Diciduk Aparat

Aktivis di era Jokowi sudah merasakan betul bagaimana pasal karet UU ITE

Tiga Wilayah Jakarta Diprakirakan Hujan Petir
Indonesia
Tiga Wilayah Jakarta Diprakirakan Hujan Petir

BMKG mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan petir dan angin kencang itu pada siang dan sore hari.

Soal Penanganan COVID-19, Kapolri Beri Peringatan Tegas untuk Sumatera Barat
Indonesia
Soal Penanganan COVID-19, Kapolri Beri Peringatan Tegas untuk Sumatera Barat

Dalam arahannya, Listyo meminta Forkopimda Sumbar untuk melakukan penguatan strategi mitigasi COVID-19, di beberapa tempat seperti pasar dan warung makan.

[Hoaks atau Fakta]: Orang Sudah Divaksin Tidak Perlu Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Orang Sudah Divaksin Tidak Perlu Patuhi Protokol Kesehatan

Kekebalan kelompok atau herd immunity ini baru bisa terjadi kalau 70 persen rakyat Indonesia divaksin,

15 Syarat Hotel, Wisma dan Penginapan Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19
Indonesia
15 Syarat Hotel, Wisma dan Penginapan Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

Syarat itu sendiri tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 980 tahun 2020

Premanisme dan Pungli di Tanjung Priok Terorganisir
Indonesia
Premanisme dan Pungli di Tanjung Priok Terorganisir

Sebanyak 24 tersangka dari empat kelompok itu ditangkap dan dijadikan tersangka. Modus mereka meminta uang kepada perusahaan truk apabila mau aman melintas di Tanjung Priok.

Megawati Berduka, PDIP Gelar Tabur Bunga di Pantai Bali Utara
Indonesia
Megawati Berduka, PDIP Gelar Tabur Bunga di Pantai Bali Utara

Prajurit TNI dan ABK KRI Nanggala telah menunjukkan pengabdian paripurna sebagai Patriot Bangsa.

Hasil Pelacakan Kontak Wagub Uu, 2 Orang Positif COVID-19
Indonesia
Hasil Pelacakan Kontak Wagub Uu, 2 Orang Positif COVID-19

Satgas COVID-19 Jabar menelusuri sejumlah tempat yang pernah dikunjungi Wagub Uu, baik di dalam maupun di luar Kota Bandung. Pada 1 Juni, Uu melaksanakan agenda kerja di Garut, kemudian 2 Juni menjalankan agenda di Indramayu.

Puluhan Murid Terinfeksi Wabah Baru, Sekolah di Fujian Ditutup
Dunia
Puluhan Murid Terinfeksi Wabah Baru, Sekolah di Fujian Ditutup

Aktivitas belajar dan mengajar di salah satu sekolah menengah di Provinsi Fujian diliburkan setelah 30 muridnya terkena norovirus.

Kejaksaan Sita Rolls Royce Phantom Coupe Diduga Hasil Korupsi Duit Asabri
Indonesia
Kejaksaan Sita Rolls Royce Phantom Coupe Diduga Hasil Korupsi Duit Asabri

sejauh ini Jampidsus Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asabri