Nurhadi Gunakan Duit Gratifikasi Rp37 M untuk Beli Mobil Mewah Hingga Renovasi Rumah Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. (KPK)

MerahPutih.com - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima gratifikasi oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Baca Juga

Harta Istri Nurhadi Diduga Mengalir ke Pria Lain

Dalam dakwaan disebutkan, Nurhadi dan Rezky diduga menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi, antara lain membeli lahan sawit di Padang Lawas seharga Rp 2 miliar, membeli beberapa tas merek Hermes Rp3.2 miliar. Transfer ke rekening Tin Zuraida total Rp 75 juta.

"Pembelian mobil mewah jenis Land Cruiser, Lexus, Alphard beserta aksesoris sejumlah Rp4.6 miliar, jam tangan sejumlah Rp1.4 miliar, pembayaran hutang sebesar Rp 10,6 miliar, berlibur ke luar negeri sejumlah Rp598 juta, " kata Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/10).

Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)
Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

Kemudian, uang miliaran rupiah yang diduga merupakan hasil dari gratifikasi itu digunakan Nurhadi untuk merenovasi rumah yang berlokasi di Patal Senayan, Jakarta Selatan sejumlah Rp2.6 miliar serta kepentingan lainnya sekitar Rp 7,9 miliar.

KPK belum menjerat Nurhadi dan menantunya dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap Rp45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto dan didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak.

Baca Juga

KPK Telisik Aset Nurhadi dan Menantunya di SCBD

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengaku lembaganya masih menelaah bukti-bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi suap yang menjerat tersangka Nurhadi. Lembaga antirasuah itu tengah berupaya mendakwa mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) itu atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Terkait penerapan pasal TPPU, beberapa bukti petunjuk sudah kami kumpulkan, namun lebih dulu akan ditelaah lebih lanjut terutama terkait dengan unsur tindak pidana asal atau predicate crime dalam kasus tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu (21/10). (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tol Manado-Bitung Beroperasi Januari 2020
Indonesia
Tol Manado-Bitung Beroperasi Januari 2020

Tol Manado-Bitung di Sulawesi Utara (Sulut) akan dioperasikan pada Januari 2020.

Film Chucky dan Slender Man Melatarbelakangi Remaja di Sawah Besar Bunuh Bocah Kecil dengan Kejam
Indonesia
Film Chucky dan Slender Man Melatarbelakangi Remaja di Sawah Besar Bunuh Bocah Kecil dengan Kejam

Pembunuhan sadis anak ternyata terinspirasi dari film untuk menyumpal dan menyekap korban hingga tewas di dalam lemari.

Ketum BPP HIPMI: Perempuan Harus Berani Hadapi Tantangan Berbisnis
Indonesia
Ketum BPP HIPMI: Perempuan Harus Berani Hadapi Tantangan Berbisnis

"Akibatnya, perempuan menjadi lebih takut gagal untuk memulai bisnis. Solusinya adalah sebaiknya jangan dengarkan semua omongan orang lain," ujar Maming

Harga Minyak Anjlok, Pertamina Dituntut Turunkan Harga BBM
Indonesia
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Dituntut Turunkan Harga BBM

Pertamina harus segera menurunkan semua harga BBM, baik yang non-subsidi maupun subsidi.

KPK Ikut Gelar Perkara Kasus Penghapusan Red Notice Kalau Diundang Bareskrim
Indonesia
KPK Ikut Gelar Perkara Kasus Penghapusan Red Notice Kalau Diundang Bareskrim

Gelar perkara kasus tersebut dijadwalkan akan dilakukan pekan depan

Anies: Harga Pangan di DKI Tidak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru
Indonesia
Anies: Harga Pangan di DKI Tidak Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

Anies mengatakan, Pemprov DKI melakukan dua pendekatan untuk memastikan ketersediaan pangan di hari-hari besar sehingga tidak kekurangan stok.

Gerindra Usulkan Perkuliahan Jakarta Dibuka Tatap Muka Desember
Indonesia
Gerindra Usulkan Perkuliahan Jakarta Dibuka Tatap Muka Desember

Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar perkuliahan dibuka kembali untuk belajar tatap muka pada Desember 2020 mendatang di tengah pandemi COVID-19.

Antisipasi Penyakit Menular, Hewan Kurban yang Dijual Wajib Kantongi Surat Sehat
Indonesia
Antisipasi Penyakit Menular, Hewan Kurban yang Dijual Wajib Kantongi Surat Sehat

Dengan SKKH setidaknya pembeli hewan kurban bisa tenang.

 Dua Wilayah ini Jadi Penyumbang Pasien Corona Sembuh Terbanyak
Indonesia
Dua Wilayah ini Jadi Penyumbang Pasien Corona Sembuh Terbanyak

Sebaran pasien sembuh yang paling banyak adalah di DKI Jakarta 632 orang, kemudian di Sulawesi Selatan 199 orang.

Homoseksual Tumbuh Subur di Bekasi, IRT Was-Was Suaminya Jadi Gay
Indonesia
Homoseksual Tumbuh Subur di Bekasi, IRT Was-Was Suaminya Jadi Gay

Pemerintah diminta segera mengambil tindakan