Nugie: Air Jernih Belum Tentu Bersih Nugie musisi sekaligus duta lingkungan hidup (MP/Ikhsan Digdo)

AIR menjadi sumber kehidupan manusia. Mandi, sikat gigi, hingga kebutuhan memasak tentunya membutuhkan air. Tanpa ada air kehidupan pastinya akan terasa janggal. Bayangkan saja bagaimana jadinya jika Anda tidak pernah mandi dan juga bersih-bersih menggunakan air. Apalagi manusia sendiri wajib mengonsumsi 2-3 liter air setiap harinya.

Untuk itu penting sekali Anda memiliki air bersih. Langsung tersirat pastinya dalam pikiran, air bersih tentunya harus berwarna jernih. Rasanya pasti malas deh kalau harus mandi dengan air keruh. Apalagi jika diminum.

Dalam hal ini, menurut musisi sekaligus duta lingkungan hidup, Nugie, tidak memungkiri pentingnya air dalam kehidupan. Air bersih baginya ialah yang bisa digunakan dengan baik kepada tubuh dan berbagai hal lainnya yang membutuhkan air.

"Sebenernya air bersih itu air yang masih bisa ditolelir badan kita untuk dikonsumsi atau dipakai kaya mandi, sikat gigi," katanya saat ditemui merahputih.com di kawasan BSD beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, Nugie menegaskan bahwa air bersih tidak melulu harus bening, terlebih jika ingin dikonsumsi. Pasalnya, pria 46 tahun itu belajar dari pengalamannya.

Nugie menilik dari kunjunggannya ke beberapa daerah yang ada di tanah air. Terutama wilayah pedalaman. Benar-benar keruh air yang digunakan masyarakat pedalaman kata Nugie. Akan tetapi, walaupun keruh, air tersebut aman untuk dikonsumsi.

"Di lain sisi manusia juga mempunyai resisten yang terhadap warna air itu belum tentu harus bening tapi bisa dipakai. Karena gua blusukan-blusukan ke daerah gua menemukan bahwa orang di suku manapun pake air enggak bening kaya kita," cerita Nugie.

Berdasarkan kenyataan yang ia saksikan secara langsung, Nugie pun merubah pola pikir tentang kebersihan air. Ya, semenjak hari itu dirinya tidak menganggap kejernihan air menjadi tolak ukur kebersihan air itu sendiri.

Nugie musisi sekaligus duta lingkungan hidup (MP/Ikhsan Digdo)
Nugie musisi sekaligus duta lingkungan hidup (MP/Ikhsan Digdo)

Dengan demikian menurut Nugie kebersihan air tetap bergantung dari sumber air. Air sejatinya bersih karena berasal dari mata air gunung. Tapi karena adanya proses mencuat keluar, air akan berubah warna karena adanya endapan kapur dan pasir.

"Air jernih pasti dari mata air. Karena melalui proses panjang," imbuhnya.

Namun perlu diingat. Secara kasat mata memang air bening akan terlihat bersih. Tapi yang tak pernah terpikir setiap orang kata Nugie adalah kandungan dari air itu sendiri. Ada beberapa kandungan yang tidak baik untuk tubuh.

Belum lagi air yang disaring menggunakan bahan yang mengandung kimia. Jernih sih iya tapi memiliki zat kimia yang berbahaya pada akhirnya.

"Air jernih bersih sih iya secara kasat mata. Tapi belum tentu baik karena ada kandungan mineral berlebihan, kadar potasium besar," imbuh Nugie lagi.

Nugie sendiri pernah mengalami hal itu. Ia pernah melakukan percobaan bersama temannya. Percobaan itu ingin membuktikan apakah air kotor dari sungai bisa lebih bersih dibandingkan air kemasan botol.

Tanpa menggunakan alat, Nugie menceritakan temannya memiliki sebuah enzim. Dengan enzim itu, air keruh pun akan tersaring menjadi air bersih meskipun tidak berubah menjadi bening. Singkatnya enzim tersebut memisahkan bakteri natural ke yang tidak natural.

Sebaliknya, rupanya air kemasan yang jernih memiliki endapan lebih tebal, melebihi endapan pada air sungai. Dengan demikian, terbukti air jernih pada kemasan botol sendiri tidak terjamin kebersihannya. Artinya selama ini sebagian orang hanya melihat kebersihan air secara kasat mata.

"Dia bikin enzim gaya rumahan dia campurin ke air yang kotor dari sungai Cisadane. Kita tunggu semenitan ada endapan yang terjadi tapi warnanya di atas tetep enggak bening. Terus diambil botol mineral masih disegel dia buka, masukin enzim itu. Terjadi endapan lebih tebal," cerita Nugie.

Nah Sahabat Merah Putih, jadi Anda harus lebih waspada dengan air yang Anda konsumsi. Tapi tenang saja, Anda bisa kembali lagi ke keyakinan Anda.

Jika sudah merasa air itu bersih yakini dan minum saja. Saat Anda tidak yakin setidaknya Anda bisa memasaknya terlebih dulu. Seperti yang diceritakan Nugie, Masyarakat pedalaman selama ini meminum air keruh, tapi ternyata air keruh itu melebihi kebersihan air jernih.

"Jadi air bersih itu gimana caranya mensiasatinya bahwa kita yakin yang terjadi di konten air ini adalah air yang sifatnya organik, bukan anorganik. Itu susah dikategorikan secara kasat mata tapi lebih ke belief juga. Suku-suku pedalaman bisa minum air apa aja dan enggak ada masalah," tutupnya. (Ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH