NU Sarankan Kemendikbud Matangkan Lagi Konsep POP Logo NU (nu.or.id)

Merahputih.com - Lembaga Pendidikan Maarif NU menyarankan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunda, mempelajari dan mencermati revisi konsep Program Organisasi Penggerak (POP).

“Saya sampaikan sejumlah masukan untuk mematangkan konsepnya, kriteria organisasi, dan lembaga apa yang dapat mengajukan program ini," ujar Ketua LP Maarif PBNU KH Arifin Djunaidi dikutip dari laman resmi NU, Rabu (5/8).

Baca Juga

Gibran Harus Jawab Kritik Dinasti Politik dengan Kompetensi

Dalam pandangan LP Maarif NU sendiri POP ini sebenarnya bagus. LP Maarif NU sendiri telah menjalankan program ini selama puluhan tahun.

Program penggerak ini berisi peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru, dan melakukan inovasi pendidikan. Semua hal ini, sudah dilakukan LP Maarif NU sejak lama dan dilakukan secara mandiri.

“Program ini bagus, hanya saja konsepnya di kemdikbud ini belum matang. Harapan kami, kemdikbud mematangkan konsepnya dahulu, baru dilaksanakan,” jelas dia.

Ketua LP Maarif PBNU KH Arifin Djunaidi (nu.or.id)

Apabila Kemendikbud memaksakan pelaksanaan POP pada tahun ini, LP Ma'arif NU menyatakan tidak bergabung dalam program tersebut. LP Maarif NU sebagaimana biasa menjalankan program ini secara mandiri.

Bahkan, tahun ini LP Maarif NU tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru serta inovasi pendidikan secara mandiri.

Baca Juga

Aurel Hermansyah Tertarik Investasi dengan Uang Rp20 Ribu

"Karena dilaksanakan secara mandiri, LP Maarif NU meminta kepada Kemendikbud untuk tidak mencatumkan LP Maarif NU dalam daftar penerima dana POP tahun ini,” tutup Kiai Arifin Djunaidi. (Ayu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TMII Dipadati Ribuan Wisatawan
Indonesia
TMII Dipadati Ribuan Wisatawan

Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, dipadati 7.577 wisatawan dari sejumlah daerah pada hari libur Natal 2020, Sabtu (26/12)

Alasan Pemerintah Kejar KKB Secara Hati-Hati
Indonesia
Alasan Pemerintah Kejar KKB Secara Hati-Hati

Pemisahan kelompok teroris dan warga sipil dilakukan agar teroris tidak menjadikan masyarakat sebagai tameng

KPK Periksa Pejabat KKP Terkait Kasus Suap Ekspor Benur
Indonesia
KPK Periksa Pejabat KKP Terkait Kasus Suap Ekspor Benur

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tujuh tersangka

Kepala Daerah Diminta Awasi Perusahaan di Wilayahnya Soal Pembayaran THR
Indonesia
Kepala Daerah Diminta Awasi Perusahaan di Wilayahnya Soal Pembayaran THR

Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 sudah ada di 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk membantu penuhi hak pekerja/buruh.

Rumah Sakit Terancam Penuh akibat Peningkatan Tajam Pasien Corona
Indonesia
Rumah Sakit Terancam Penuh akibat Peningkatan Tajam Pasien Corona

Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, jumlah pasien COVID-19 terlihat mengalami peningkatan.

Eks Pimpinan PBNU Nilai Ada 'Abu Janda' Lain yang Berpura-pura Membela NU
Indonesia
Eks Pimpinan PBNU Nilai Ada 'Abu Janda' Lain yang Berpura-pura Membela NU

Kiai As'ad juga menanggapi ulah Abu Janda yang kerap mengenakan atribut NU

[Hoaks atau Fakta]: Nadiem Larang Pemakaian Jilbab di Sekolah
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Nadiem Larang Pemakaian Jilbab di Sekolah

Peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan beragama Islam di Provinsi Aceh dikecualikan dari ketentuan SKB sesuai kekhususan Aceh

[HOAKS atau FAKTA] Pabrik ESEMKA Tutup Gegara Seluruh Karyawan Positif COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pabrik ESEMKA Tutup Gegara Seluruh Karyawan Positif COVID-19

“Kami denger ktanya smua karyawan pabrik ESEMKA kena CORONA mkanya pabrik di liburkan,"

Baintelkam Cium Adanya Penyelewengan Dana Otonomi Khusus Papua
Indonesia
Baintelkam Cium Adanya Penyelewengan Dana Otonomi Khusus Papua

Dugaan penyelewengan ini sudah tercium oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan penggunaan tidak untuk peruntukannya.

Anak Buah Prabowo Nilai Sosok Ini tak Miliki Kapasitas Jadi Menteri Investasi
Indonesia
Anak Buah Prabowo Nilai Sosok Ini tak Miliki Kapasitas Jadi Menteri Investasi

"Baru bisa investasi di Indonesia meningkat, kalau cuma punya track record yang di bawah standar, cuma pengusaha lokal dan (pernah) mimpin HIPMI kayak yang sekarang, mah, ya, wasalam saja, dah," tutup Arief