NTT Rentan Gempa dan Tsunami, BMKG Siapkan Alat Peringatan Dini Ilustrasi alat deteksi gempa bumi. (foto: Istockphoto)

MerahPutih.com - Kepala Pusat Meteorologi Maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nelly Florida Riama menyatakan bahwa seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam rentan gempa dan tsunami.

"NTT masuk dalam kawasan yang rentan akan gempa dan tsunami, apalagi Pulau Flores pernah mengalami tsunami," kata Nelly di Kupang, Kamis (17/1).

Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan rombongan Komisi V DPR RI dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di ruang rapat kantor gubernur NTT di Jalan El Tari Kupang.

Saat pihak, BMKG sedang menyiapkan peralatan peringatan dini tsunami untuk ditempatkan di daerah sejumlah daerah di NTT.

Adapun kata dia saat ini alat peringatan dini tsunami yang tersebar di seluruh Indonesia sudah diganti dengan peralatan yang baru, dengan tujuan memberikan peringatan dini jika terjadi bencana alam.

Petugas tengah mengamati monitor prakiraan cuaca di gedung pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Jakarta (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)
Petugas tengah mengamati monitor prakiraan cuaca di gedung pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Jakarta. (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

"Saat ini seluruh wilayah rawan gempa dan tsunami di Indonesia sudah dipetakan, termasuk juga di wilayah NTT," katanya.

Pada sisi kemaritiman BMKG, kata Nelly, telah membangun pos maritim di pelabuhan Tenau Kupang untuk memberikan peringatan dini terhadap cauca maritim sekalgus untuk memberikan peringatan dini tentang kondisi cuaca di perairan NTT.

"Pos maritim ini juga sekaligus sebagai dukungan BMKG terhadap rencana peningkatan status Pelabuhan Tenau Kupang jadi pelabuhan internasional," ujarnya.

Ketua Komisi V DPR Fary Francis yang memimpin rombongan kunjungan kerja Komisi V DPR di NTT, menyebutkan kunjungan tersebut untuk memantau pembangunan dan infrastruktur transportasi dan aktivitas mitra kerja Komisi V lainnya yakni Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Desa.

Setelah tiba di Kupang, Komisi V menggelar rapat bersama wakil gubernur NTT Josef Nae Soi dan mitra untuk mendengar pemaparan mengenai perkembangan pembangunan infrastruktur tersebut.

Di antaranya pembangunan tujuh bendungan di NTT, enam bendungan di antaranya berjalan baik, kecuali Bendungan Kolhua di Kota Kupang yang akan dipindahkan ke daerah lain karena persoalan lahan tempat pembangunan bendungan belum rampung.

Rombongan juga mengunjungi pelabuhan Pelni, Peti Kemas, ASDP, drainese di Kota Kupang serta pemanfaatan dana desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan.(*)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH